gam 10Jakarta, 3/7/2007 (Kominfo Newsroom) - Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Yanrehsos) Depsos Makmur Sunusi, Ph.D mengemukakan, UU No. 22/1997 tentang narkotika perlu diamandemen, terutama terhadap pengguna yang hanya ikut-ikutan atau iseng atau pengaruh lainnya.

Selama ini, siapa saja yang ketahuan menggunakan narkotika, terutama yang hanya iseng atau coba-coba akan dijebloskan ke penjara, padahal mereka bisa saja ditempatkan di panti rehabilitasi khusus korban NAPZA milik Depsos untuk disembuhkan.

“Tidak perlu dijebloskan ke penjara yang akhirnya mereka akan berkumpul dengan para pengedar dan produsen,” katanya saat dialog interaktif yang dilaksanakan Depsos bekerjasama dengan radio swasta di Depsos, Selasa (3/7).

Penjara, menurutnya, tidak menjamin orang itu menjadi jera, malahan sekeluarnya dari penjara bisa berdampak lebih berbahaya sehingga tidak menguntungkan dan malah lebih merugikan.


Menurut Dirjen, hal yang perlu diamandemen adalah mengenai para pengguna yang hanya iseng dan tertangkap sehingga masuk penjara yang berada dalam satu sel dengan kasus narkoba yang telah profesional, baik itu pengedar maupun produsen.
Saat ini Departemen Sosial memberikan pelayanan rehabilitasi sosial bagi penyalahguna narkoba melalui dua panti berkapasitas sekitar 150 orang, yakni Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Galih Pakuan di Bogor dan PSPP Insyaf di Medan.

"Di samping itu juga ada beberapa panti rehabilitasi milik Departemen Sosial yang saat ini dikelola oleh pemerintah daerah di beberapa provinsi," katanya tanpa menyebutkan secara rinci jumlah dan spesifikasi panti-panti sosial tersebut.
Menurut data Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Korban Penyalahguna Narkoba Departemen Sosial, sekitar 87 panti rehabilitasi sosial dengan kapasitas beragam dibangun oleh pihak swasta untuk memberikan pelayanan rehabilitasi sosial bagi penyalahguna narkoba.

Sementara itu, Roy Marten, yang dihadirkan dalam acara tersebut mengungkapkan, perlu kejujuran bagi para pengguna narkoba, karena tanpa kejujuran mereka akan lebih sengsara.

“Sewaktu ditangkap, saya jujur mengatakan bahwa saya memang memakai narkoba. Kalau saat itu saya tidak jujur, mungkin saya tidak akan dipenjara”, katanya.
Artis yang pernah laris di era 80-an ini mengingatkan, jangan sekali-kali untuk mencoba narkoba karena sekali mencoba sudah dipastikan akan ketagihan dan akan meyebabkan siapa saja yang ada di dekat kita seperti keluarga akan malu.
Untuk itu, Makmur Sunusi dan Roy Marten sama sependapat dan menyarankan agar apabila ada keluarga yang menggunakan narkoba untuk segera melaporkan ke Dinas Sosial setempat untuk segera dilakukan rehabilitasi.

“Jangan karena takut aib atau dipenjara, sehingga keluarganya menutup-nutupinya dan berakibat yang lebih parah lagi,” ujar Roy Marten. (Az/toeb/b)

0 comments :

Posting Komentar