gam 10

4 Anggota Sat Narkoba Dipropamkan
Mabuk, Gerebek Rumah Kos
SIKATAN – Empat oknum anggota Unit Idik III Sat Narkoba Polwiltabes dilaporkan ke Propam Polda Jatim oleh Ali, pemilik rumah kos-kosan di kawasan Petemon Timur. Pasalnya, saat melakukan penggerebekan sekitar 10 hari lalu tidak disertai surat perintah. Celakanya lagi, para petugas pengayom masyarakat tersebut dalam kondisi mabuk. Ini dibuktikan dari mulut mereka yang tercium aroma alkohol.

Sumber Surabaya Pagi menyebutkan, saat itu keempat petugas berpakaian preman mencurigai sebuah kamar yang diduga digunakan untuk menggelar pesta narkoba. Namun karena kondisi kamar pintunya terkunci, empat anggota tersebut tak bisa masuk dan hanya mengetuk pintu. Lama tak ada yang keluar, para petugas tadi mulai gelisah dan ketukannya berubah menjadi gedoran. Hal itu memancing perhatian, S, pria yang dipercaya menjadi pengawas di tempat kos tersebut. Melihat S datang, keempat polisi tadi mendesak agar pintu kos dibuka dengan kunci cadangan.


S yang tak tahu permasalahan sebenarnya mencoba menanyakan identitas empat pria tadi. “Saya ini yang menangkap Roy Marten. Kami dari Polwiltabes,” cetus salah satu oknum sambil mendorong tubuh S hingga terhuyung ke belakang.

Tahu yang dihadapinya polisi, S gentar dan kemudian ikut membantu berupaya membuka pintu. Setelah lama diketuk tak ada jawaban, S mengatakan pada polisi bahwa kemungkinan besar Lia, penghuni kamar tersebut sedang keluar. Namun hal itu tak digubris oleh keempat oknum polisi tadi.

Selanjutnya salah satu oknum mendobrak pintu kamar hingga rusak dan terbuka. Ternyata di dalam kamar tak ada seorangpun. Tetapi hal itu tak menyurutkan kecurigaan polisi. Penggeledahan segera dilakukan yang berakhir dengan tangan hampa alias tak satupun bukti ditemukan yang menunjukkan ada narkoba di kamar kos mewah tersebut. Usai melakukan semua hal tersebut, keempat petugas tadi ngeloyor pergi tanpa rasa bersalah.

Ali, pemilik kos yang mendapati pintu kamar kos miliknya berantakan segera melapor ke Propam Polda. Terlebih dia mendapat laporan dari S, bahwa keempat petugas yang melakukan penggerebekan sama sekali tak menunjukkan surat tugas atau surat perintah.

Kanit Idik III Sat Narkoba Polwiltabes AKP Totok saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada empat anggotanya yang dilaporkan ke Propam Polda Jatim. Namun perwira berkacamata ini membantah dengan tegas jika anggotanya tak dibekali surat tugas saat melakukan penggerebekan. “Anggota selalu saya bekali sprint (surat perintah). Bohong, kalau ada yang bilang anggota saya tak punya sprint saat melakukan tugasnya,” ujarnya, Senin (4/8) siang.

Mengenai kondisi anggota yang diduga dalam pengaruh alkohol dan merusak pintu kamar kos, AKP Totok malah balik menuduh justru pengawas tempat kos (S) yang saat itu sedang mabuk miras. and

(Sumber : http://www.surabayapagi.com/redesign/index.php?p=detilberita&id=18514)

1 comments :

Anonim mengatakan...

salah atau bener..
bohong atau jujur..
tetep aja Pak POLISI yang menang..
sebaiknya JANGAN SAMPE deh urusan ma "si coklat" yg satu ini,
Capeeeek deeh...

Posting Komentar