gam 10
Bila Digeledah dan Ditangkap
Oleh ; Muara Hariandja SH - Advokat



Setiap orang tidak menginginkan atau mendapatkan sebuah masalah. Tapi bila masalah itu datang secara tiba-tiba kita harus siap menghadapinya. Bila tiba-tiba rumah kita didatangi oleh pihak aparat kepolisian yang akan melakukan penggedahan atau penangkapan pada kita maupun saudara kita. Muara mempunyai kiat-kiat, agar hak-hak kita tidak diinjak-injak oleh aparat.

Pertama, kita harus menanyakan surat perintah penangkapan atau surat perintah penggeledahan. Tanpa surat penangkapan ataupun surat perintah penggeledahan, maka apa yang dilakukan aparat tidak sah. Bila tanpa surat-surat tersebut, kita bisa menolak penggeledahan ataupun penangkapan tersebut.


Kedua, saat penggeledahan atau penangkapan, Polisi harus didampingi dua orang saksi dari pejabat desa setempat RT/RW. Bila tidak ada saksi tersebut penggeledahan/penangkapan tidak sah. Bila diperlukan penggeledahan juga harus seijin dari pengadilan negeri setempat.
Ketiga, kita bisa meminta untuk didampingi oleh seorang pengacara bila itu memang diperlukan.

Keempat, kita bisa melakukan praperadilan ke Pengadilan Negeri setempat, bila prosedur penggeledahan/penangkapan tersebut tidak dilakukan oleh Polisi. Karena Polisi tidak bisa seenaknya sendiri melakukan penggeledahan/penangkapan. Itu adalah suatu pelanggaran terhadap UU nomor 10 tahun 1981 tentang KUHAP dan juga melanggar hak asasi manusia. bud

(Sumber : http://www.surabayapagi.com/redesign/index.php?p=detilberita&id=20835)

2 comments :

Anonim mengatakan...

Tolang tanya: jika penggeledahan tanpa disertai suart perintah penggeledahan, apakah cacat hukum?
jika sudah jadi tersangka dan ditahan . apakah dapat diajukan gugatan praperadilan? bisa menangkah?> thanks

EJA mengatakan...

Iya cacat hukum sesuai dengan aturan pasal pengeledahan sesuai dengan KUHP dengan di dukung UU Polri.

Sedangkan praperadilan merupakan wewenang Pengadilan Negeri untuk memeriksa dan memutuskan hal tersebut, yaitu tentang:

* Sah atau tidaknya suatu penangkapan dan atau penahanan atau permintaan tersangka atau keluarganya atau pihak lain atau kuasa tersangka;
* Sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan atas permintaan demi tegaknya hukum dan keadilan;
* Permintaan ganti kerugian atau rehabilitasi oleh tersangka atau keluarganya atau pihak lain atau kuasanya yang perkaranya tidak diajukan ke pengadilan.

Jika yang di pertanyakan, apakah dapat menang. Kami kembalikan ke anda dan kuasa hukum anda untuk dapat optimis pada hal tersebut. Jika hal itu dapat di lakukan, maka merupakan modal awal untuk dapat melangkah lebih jauh.

Posting Komentar