SURABAYA - SURYA-Anggota Sat Narkoba Polres Surabaya Timur Bripka Ks, harus berurusan dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jatim, Selasa (4/11). Dia diduga terlibat penganiayaan terhadap Slamet, mantan pengguna narkoba (Eks- Junkies).
Slamet yang asli Banjeng, Gresik ini, datang ke Propam Polda Jatim didampingi oleh aktivis East Java Action (EJA) dan sejumlah lembaga hukum. Laporan diterima oleh AKP Hartanta, Kaur Monitoring Bid Propam Polda Jatim. Selain Bripka Ks, Slamet juga melaporkan tujuh anggota Sat Narkoba Polres Surabaya Timur.


Kepada petugas, Slamet mengungkapkan penganiayaan itu terjadi 27 Oktober 2008 silam sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu Slamet berada di pinggir Jl Indrapura, tepatnya di depan Masjid Kemayoran, Krembangan. “Saya sedang mencegat bemo (mikrolet),” terang Slamet saat ditemui usai melapor di Bid Propam Polda Jatim.

Tiba-tiba, ada Bripka Ks bersama dengan beberapa polisi anggota Sat Narkoba Polres Surabaya Timur mendekatinya. Rupanya Kusmono mengetahui Slamet bekas pengguna.

Tanpa permisi, Kusmono dan beberapa polisi ini langsung menggeledah seluruh bagian tubuh Slamet untuk mencari kemungkinan ada narkoba. Ternyata tidak satu pun barang haram itu didapat dari tubuh Slamet. Karena kecele Bripka Ks lalu memaksa Slamet mengaku dengan menendang, memukul dan menelanjanginya.

Saat asik mengintimidasi itulah, Bripka KS mendengar ada nada sms dari ponsel Slamet. Ternyata sms itu berasal dari Marcel, temannya yang juga mantan pengguna.
Akhirnya siasat jahat Ks keluar. Dia lalu menyuruh Slamet menjebak Marcel dengan mengaku memiliki putaw. Mereka lalu diminta janjian di daerah Kapas Krampung pukul 14.00 WIB.

Untuk itu, Slamet diberi satu poket putaw agar diberikan kepada Marcel. “Istilahnya itu polisi meminta Slamet tukar kepala dengan Marcel,” imbuh salah satu teman Slamet.

Jebakan Slamet itu pun berhasil, Marcel dengan mudah di bekuk polisi. Barang bukti untuk menjerat Marcel adalah satu poket putaw yang diberikan polisi untuk Slamet. Sementara Slamet dibebaskan dengan kondisi luka-luka di bagian punggung, kepala, pinggang dan dada.

“Mereka tahu saya bekas pengguna, karena saya ikut terapi metadhon di RSU Dr Soetomo. Ini juga bukan yang pertama kali. Saya juga pernah digebuki sama petugas polsek dengan tuduhan sama,” urai Slamet
Selain melaporkan ke Bid Propam, Slamet juga melaporkan penganiayaan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Jatim.

Kasat Narkoba Polres Surabaya Timur Iptu Juda Tampubolon saat dikonfirmasi mengaku belum mendengar kabar penganiayan yang dilakukan anak buahnya itu. “Segera akan saya cek ke Bid Propam untuk mengetahui kebenaran berita tersebut. Saat ini kami masih konsentrasi untuk pengamanan pilgub,” tukasnya. uus

(Sumber : http://www.surya.co.id/web/Surabaya-Raya/Eks-Junkies-Digebuki-Pelakunya-Polisi.html)

0 comments :

Posting Komentar