gam 10
Mempelajari Surat Dakwaan
oleh; Dading P. Hasta, SH

BAGI orang yang awam hukum, mempelajari surat dakwaan tentu hal yang cukup sulit. Apalagi, jika tidak mengenal dengan bahasa-bahasa hukum yang cenderung kaku. Untuk itu, advokat Alexander Arif, menyarankan dalam mempelajari surat dakwaan itu, harus diperhatikan; Pertama, dalam surat dakwaan itu harus jelas identitas terdakwa, yakni nama, jenis kelamin, kewarganegaraan, umur, pendidikan dan statusnya (sudah menikah atau belum).

Kedua, surat dakwaan harus jelas kronologis kejadiannya. Dimana tempus delicti (waktu), locus delicti (tempat), subyek, obyek harus jelas. Subyek itu adalah terdakwa itu sendiri, dan obyek adalah akibat perbuatan terdakwa apa yang dirugikan.


Lalu bagamaimana bila ada salah satu yang tidak jelas, maka dakwaan bisa dianggap kabur dan tidak jelas. Konsekwensinya, dakwaan tidak dapat diterima. Dan jaksa dapat mengajukan dakwaan baru.

Sedangkan untuk surat dakwaan, jaksa tidak bisa melakukan perubahan saat sidang sedang berlangsung. Perubahan surat dakwaan harus dilakukan jaksa satu minggu sebelum surat dakwaan tersebut dibacakan. Sehingga saat mengirim berkas atau pelpimpahan ke pengadilan dakwaan sudah jelas.

Saat pelimpahan tersebut, seorang penasehat hukum ataupun keluarga dari terdakwa bisa meminta semua berkas untuk dipelajari. Satu berkas tersebut berisi lengkap, Berita acara pemeriksaan, surat dakwaan dan alat bukti. Sehingga pada persidangan seorang terdakwa sudah bisa mengetahui mengajukan eksepsi atau tidak. Untuk memberikan tanggapan atas dakwaan jaksa.

Kalau ada celah hukum, kita bisa mengajukan eksepsi. Eksepsi sendiri ada dua. Eksespsi subyektif yakni tempat kejadiannya. Bila tempat kejadian perkara berada di Jakarta maka tidak bisa disidangkan di Surabaya. Sedangkan eksepsi obyektif menyangkut identitas lengkap terdakwa. Dari eksepsi inilah hakim akan memberikan putusan sela. Menerima atau menolak eksepsi tersebut. bud

(Sumber ; http://www.surabayapagi.com/redesign/index.php?p=detilberita&id=20327)

1 comments :

Anonim mengatakan...

mas dading...ada contoh surat dakwaan buat perkara pidana pencemaran nama baik g?

Posting Komentar