SURABAYA - Semakin banyak laporan mengenai kiprah anggota polisi. Kemarin (4/11) Bripka KO, anggota Satnarkoba Polres Surabaya Timur, dilaporkan ke Propam Polda Jatim. Dia dituduh menganiaya Slamet, warga Desa Kalipadang, Benjeng, Gresik.

Setelah memaparkan fakta ke propam, Slamet mendapatkan surat laporan dengan nomor STLP/114/XI/2008/Yanduan yang ditandatangani AKP Hartanta, Kaur Monitoring. Dalam laporan itu, Slamet tak hanya menuduh Bripka KO. Dia melaporkan bahwa penganiayaan tersebut juga dilakukan tujuh anggota Satnarkoba Polres Surabaya Timur lain.


Kasus penganiayaan tersebut terjadi pada 27 Oktober 2008. Kala itu, Slamet sedang mencegat kendaraan umum di depan Masjid Kemayoran, Jalan Indrapura. ''Tiba-tiba, Slamet didatangi beberapa pria. Ternyata, mereka adalah anggota Polres Surabaya Timur,'' kata Rudi, rekan Slamet, yang juga aktivis LSM. Rudi mendampingi Slamet ketika melaporkan kasus penganiayaan itu ke Bid Propam Polda kemarin.

Slamet dikenal pernah menjadi pengguna narkoba. Namun, akhir-akhir ini, dia sudah tak lagi mengonsumsi barang haram tersebut. ''Setelah ditangkap, Slamet dipukuli sampai babak belur. Polisi minta dia mengaku memiliki dan mengonsumsi narkoba,'' ucapnya.

Namun, Slamet bersikeras menolak permintaan petugas itu. Dia mengalami luka di bagian punggung, kepala, pinggang, dan dada. Saat penganiayaan tersebut, HP milik Slamet berdering. Dia mendapat pesan dari kawannya bernama Marcel. Sama dengan Slamet, Marcel juga mantan pengguna narkoba. ''Polisi kemudian minta Slamet menjebak Marcel,'' ujar Rudi.

Lantas, Slamet diberi modal satu poket putauw untuk menjebak kawannya tersebut. Polisi membuat skenario Slamet bertemu dengan Marcel di sebuah tempat. Saat pertemuan itulah, putauw diserahkan kepada Marcel. Kemudian, Marcel ditangkap.

Jebakan berhasil. Marcel pun ditangkap. Slamet yang mengalami luka di punggung, kepala, pinggang, dan dada akhirnya dilepaskan. Istilah seperti itu biasa disebut tukar kepala di kepolisian.

Kasatnarkoba Polres Surabaya Timur Iptu Juda Tampubolon ketika dikonfirmasi mengaku belum mendengar laporan tersebut. Dia berjanji mengecek kebenaran dugaan penganiayaan yang dilakukan anggotanya itu. ''Kami cek ke Bid Propam dulu,'' ujar Juda. (fid/roz)

(Sumber : http://www.jawapos.co.id/)

0 comments :

Posting Komentar