gam 10

SURABAYA - Penanganan narkoba di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng tidak hanya melalui penyuluhan dan talk show. Dalam waktu dekat, rutan yang mayoritas berpenghuni tahanan narkoba itu membuat program one stop service therapy (OSST) atau terapi rehabilitasi khusus untuk pecandu narkoba.

Program tersebut merupakan kerja sama rutan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo serta beberapa elemen masyarakat yang concern terhadap pemberantasan narkoba. Program itu juga melibatkan banyak kalangan. Di antaranya, para pekerja sosial, rohaniawan, psikolog, petugas keamanan, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).


"Penanganan narkoba bukan hanya tanggung jawab rutan, tapi juga banyak elemen masyarakat, termasuk pemerintah," kata Kepala Rutan Medaeng Alfi Zahrin B. Kiemas.

Menurut dia, program tersebut bersifat intensif. Pecandu narkoba yang mengikuti program itu akan mendapatkan pengawasan ketat selama menjalani terapi. Lamanya sekitar dua bulan.

Mantan Karutan Palembang tersebut menyatakan, semua tahanan narkoba tidak serta merta langsung mengikuti program itu. "Karena ini masih pertama, pesertanya akan kami pilih. Selanjutnya bertahap hingga semua tahanan bisa mengikuti program tersebut," jelasnya.

Dalam program itu, pecandu narkoba akan menjalani terapi metadon. Terapi metadon diperuntukkan bagi pecandu yang masih memiliki ketergantungan pada narkoba. Caranya, memberikan antiserum dengan dosis tertentu secara reguler kepada pecandu. Namun, dosisnya selalu dikurangi sedikit demi sedikit tiap pemakaian hingga akhirnya mereka tidak lagi bergantung pada narkoba. "Tujuannya, menghilangkan sifat kecanduan terhadap narkoba," ujar Alfi.

Kasi Pelayanan Tahanan Bambang Hariyanto menuturkan, pemberian narkoba dalam rutan tersebut dilakukan atas seizin rumah sakit dan dilakukan oleh petugas Dinkes. Dengan demikian, tidak ada kekhawatiran penyalahgunaan program tersebut untuk tujuan lain.

Untuk pecandu yang ketergantungannya rendah, rutan hanya akan memberikan terapi melalui klinik narkoba. "Tidak lantas semua diterapi metadon. Kami menyesuaikan tingkat keparahan pecandu," ungkap penyuka dunia audio tersebut.

Kasi Bantuan Hukum dan Penyuluhan (Bankumluh) Ary Yuniarto menambahkan, dalam terapi tersebut, pecandu narkoba juga akan mendapat bimbingan rohani untuk mempertebal tingkat spiritualitas. "Kalau imannya kuat, kan bisa menghindarkan mereka dari mengonsumsi narkoba lagi. Itu dilakukan rohaniawan," katanya.

Bukan hanya itu. Pecandu juga mendapat bimbingan kejiwaan oleh psikolog. "Bentuknya seperti konseling," ujarnya. Selain itu, ada tambahan wawasan dari BNN mengenai narkoba.

Alfi meminta agar pemerintah memperhatikan kondisi tahanan di Rutan Medaeng. Menurut dia, penghuni rutan bukanlah orang lain, tapi masyarakat Surabaya. Saat ini, mereka tersesat dan sedang berjalan menuju tobat. "Jangan hanya diperhatikan ketika ada pemilu," tegasnya.

Selama ini, yang justru intens terlibat dalam penanganan berbagai masalah di rutan adalah LSM dan pekerja sosial. Misalnya, pendidikan, narkoba, dan kesehatan. (eko)

(Sumber : http://jatim.polri.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=915&Itemid=91)

0 comments :

Posting Komentar