gam 10

Kami yang tergabung dalam forum masyarakat peduli AIDS Nasional (MAPAN) – Jaringan
orang terinfeksi HIV (JOTHI) Jakarta, Persatuan korban Napza Indonesia (PKNI) Jakarta,
Perempuan Panda Plus, KOMANDU, Lembaga Peduli ODHA, Cilandak plus care, Komunitas
Hitam Putih, Komunitas Proklamasi, Komunitas Johar Plus, Ikatan Korban Napza Banten
dan LBH Kesehatan sebagai pendamping.


Nancy Fee sebagai coordinator Negara UNAIDS telah gagal dalam menyediakan dukungan
nyata bagi penanggulangan AIDS di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya
kepedulian sekretariat UNAIDS dalam merespon distribusi ARV yang pada akhir tahun
2008 ini. Nancy Fee tidak pernah memfasilitasi Populasi Kunci terbesar di Indonesia yaitu
orang terinfeksi HIV, Pengguna Napza Suntik, Pekerja Seks kedalam upaya
penanggulangan AIDS yang terintegrasi dengan baik.

Nancy Fee telah mengadu domba populasi kunci di Indonesia (antar lembaga diadu
domba) sehinggal membuat lembaga-lembaga tersebut terlalu sibuk mengurusi konflik
daripada merespon penanggulangan AIDS secara efisien dan efektif.

Nancy Fee secara langsung dalam banyak forum terbuka dan terbatas telah menghina
jaringan-jaringan populasi kunci dan melakukan propaganda negative terhadap jaringan –
jaringan populasi kunci dan secara diam-diam di ketahui mempertanyakan fungsi jaringan
kepada orang-orang yang tidak tepat dan bukan berupaya bekerja sama.

Populasi kunci – orang terinfeksi HIV, Pengguna Napza, Pekerja Seks, MSM dan
transgender, mereka termasuk juga pasien HIV/AIDS yang terbaring di Rumah sakit selalu
mendapat janji-janji dukungan dan perbaikan keadaan, sampai mereka lelah menanti
upaya-upaya nyata yang dijanjikan Nancy Fee.

Kepemimpinan Beliau yang busuk telah membuat sekretarian UNAIDS di Indonesia terlihat
amat buruk dimata masyarakat sipil Indonesia terutama populasi kunci dalam
penanggulangan AIDS di Indonesia. Belum lagi komunikasi agresif dan negative
mempertanyakan kepemimpinan masyarakat sipil di Indonesia telah membuat masyarakat
Indonesia sakit hati, Nancy Fee tidak mampu membangun komunikasi yang sehat, pendek
kata Nancy Fee telah gagal bekerjasama dengan dan memfasilitasi aspirasi orang
terinfeksi HIV, Penasun, Pekerja Seks, MSM, dan Transgender di Indonesia.

Dalam menghadapi krisis global membutuhkan ketenangan untuk bekerjasama secara
sehat dalam penanggulangan AIDS di Indonesia dan dengan ini kami menuntut dan
mendesak supaya :

1. Nancy Fee harus keluar dari Negara kami tercinta Republik Indonesia
2. UNAIDS mengganti dan mengirimkan Koordinator Negara yang lebih kompeten dan
mampu memfasilitasi pelibatan bermaksna populasi kunci dalam penanggulangan AIDS di
Indonesia demi memperbaiki keadaan.
3. Perbaiki kinerja coordinator Negara UNAIDS kepada populasi kunci di Indonesia
secara sportif dan transparan.

Berita terkait;

JAKARTA, JUMAT — Masyarakat Peduli AIDS Nasional (Mapan) masih terus bertahan melakukan aksinya di depan Kantor Perwakilan PBB di Menara Thamrin, Jakarta, hingga pukul 11.50. Mereka menuntut Koordinator UNAIDS Indonesia Nancy Fee dipecat dan keluar dari Indonesia. Salah satu yang disuarakan mereka, selama ini UNAIDS tidak memberikan kontribusi nyata bagi penanggulangan AIDS di Indonesia.

"Kami manusia jangan diberikan obat yang kadaluwarasa. UNAIDS selama ini tidak merespons, tidak peduli dengan krisis ARV di Indonesia. Akibatnya, banyak ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) yang tak mengonsumsinya," teriak salah seorang orator.

George yang tergabung dalam Komunitas Hitam Putih mengatakan, selaku ODHA ia sudah kehabisan obat antiretroviral (ARV) yang berfungsi menahan laju perkembangan virus HIV di dalam tubuh. Ia mengaku menerima ARV dari UNAIDS yang kedaluwarsa dan tidak layak konsumsi.

"Ternyata bukan saya saja yang seperti itu. Teman-teman juga banyak yang menerima ARV kedaluwarsa dan bukan produksi Indonesia, melainkan produksi India yang tidak layak konsumsi. Akibatnya, banyak teman-teman kami yang saat ini harus masuk rumah sakit karena kehabisan obat. Obat-obat itu kami terima dari UNAIDS," kata George yang telah mengonsumsi ARV selama satu tahun terakhir.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 ini dikawal sekitar 10 petugas kepolisian. Para peserta aksi gabungan dari beberapa jaringan komunitas peduli AIDS ini menyatakan akan bertahan selama belum ada perwakilan UNAIDS yang menemui dan menerima aspirasi mereka.

(Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/14/12241882/Diberi.Obat.Anti.H)

0 comments :

Posting Komentar