gam 10Jember 25 Desember 2008
Pada tanggal 21 Desember 2008, koordinasi kepada koordinator simpul di lakukan untuk dapat mengali pendokumnetasian kekerasan yang mengarah pada pelanggran HAM oleh aparat penegak hukum. Kegiatan rutin ini di lakukan untuk mendapatkan data-data terkini di setiap masing-masing daerah atas kasus yang terjadi. Pada koordinasi yang telah di lakukan di 7 kelompok simpul EJA, hanya dari kelompok simpul dari kota jember yang tidak merespon koordinasi tersebut.

Hal koordinasi seperti ini, terkadang terdapat beberapa kendala. Hambatan tersebut diantaranya adalah komunikasi yang dibangun melalui teknologi internet. Kendala ini, merupakan hambatan yang terbesar dengan faktor minimnya kemampuan koordinator simpul dengan teknologi internet. Namun, permasalahan koordinasi ini dapat siasati dengan komunikasi langsung dengan pertemuan tatap muka pada agenda konsolidasi rutin maupun komunikasi melalui via telepon dan SMS.


Pada kota jember merupakan kelompok simpul yang termuda pada jaringan korban napza Jawa Timur, pembentukannya terjadi pada bulan september tahun 2008. Dari pembentukan tersebut, pada akhirnya terdapat koordinator simpul untuk incharge kegiatan EJA di wilayah kota Jember dengan kontak person yang bernama Didi Warsidi. Akan tetapi, koordinasi pada tanggal 21 desember 2008 tersebut, sangat terasa aneh, ketika respon koordinasi yang biasanya berlangsung yang selalu mendapatkan respon. Namun, siang itu tidak mendapatkan respon sama sekali.

Pada akhirnya, tersiar kabar dari rekan-rekan EJA yang lain di kota Jember bahwa koordinator simpul tersebut mendapatkan musibah penangkapan. Hal ini, sangat di luar dugaan EJA, dengan pertimbangan bahwasanya koordinator simpul dikenal sudah tidak lagi berhubungan dengan penggunaan napza lagi. Dari kabar berita tersebut yang di dapat melalui komunikasi telepon, masih terdapat simpang siur akan kronologis penangkapan.

gam 10Pada Tanggal 25 Desember 2008, EJA menurunkan tim investigasi ke kota Jember guna mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya. Namun, pada saat berkunjung ke ruang tahanan Polresta Jember wilayah Besuki, di dapati seorang Didi Warsidi dengan penuh luka memar di sekujur tubuh. Hal ini, sangat terlihat sekali pada wajah rekan tersebut. Ketika EJA berkunjung tersebut, di dapat informasi bahwa penyidikan yang di lakukan oleh kepolisian menggunakan cara-cara kekerasan. Terlebih, kasus kekerasan dengan pemukulan kian menjadi-jadi ketika terdapat SMS pada tanggal 21 Desember 2008 pk 13.15 dari koordinator EJA, yang menanyakan akumulasi kasus kekerasan yang di lakukan oleh kepolisian. " sapa ini sms!!, nanya-nanya pelangaran HAM oleh kepolisian!!, ini lho pelanggaran HAM!!, sambil memukul keras ke arahku " terang Didi.

Permasalahan ini, tentunya sangat di respon EJA dalam mengambil langkah-langkah yang akan di tempuh. Pada saat ini, hingga tulisan ini di buat, EJA masih mempersiapkan strategi hukum, agar supaya langkah yang akan di lakukan tepat sasaran dalam menyikapi kasus tersebut.

Dari kejadian tersebut, EJA sangat berharap kepada pihak aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian, dalam penggungkapan kasus masalah narkoba, cara-cara penyidikan maupun penyelidikan yang di terapkan tidak menggunakan dengan kekerasan.

Disisi lain, kelompok simpul yang sudah terbentuk di kota Jember. Hingga pada saat ini, kasus yang menimpa pada koordinator simpulnya, kelompok simpul tersebut akan di kaji ulang. Hal ini, dilakukan agar supaya agenda-agenda kegiatan yang akan di langsungkan di kota Jember, tidak mendapatkan dampak bias yang terkait pada kasus tersebut. Di samping itu, proses perkembangan kasus tersebut agar tetap menjadi prioritas perjuangan yang bisa di lakukan oleh rekan-rekan di jember, hingga kegiatan-kegiatan agenda lain bisa di langsungkan kembali.

(Sumber ; Rudhy Sinyo)


Terlampir;
berita terkait penangkapan;

Bandar Ganja Jember Ditangkap, Polisi Sita BB 1 Kg

Saturday, 27 December 2008
Jember - Surya-Satuan narkoba Polres Jember menangkap sindikat penjualan narkoba jenis ganja. Lima anggota sindikat yang ditangkap yakni Pedik,46 dan Joni,46 warga Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang; Leksi,25 warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates; Arif,26 dan Didik,36 keduanya warga Kelurahan/Kecamatan Kebonsari.
Dari kelima orang itu Pedik disebut sebagai bandar gede penjualan ganja untuk di Jember. Dalam penangkapan itu polisi menyita barang bukti sebanyak 1 kg ganja kering di rumah Pedik.
Informasi yang dihimpun Surya menyebutkan, pengungkapan kasus itu berawal dari penangkapan Leksi, salah seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Jember, Rabu (24/12) malam. Leksi ditangkap ketika mengisap ganja di depan pintu masuk sebuah kampus.

Bau ganja itu tercium polisi yang saat itu sedang melintas sehingga langsung mengusutnya. Akhirnya polisi menangkap Leksi.

Dari nyanyian Leksi, kemudian tertangkap Arif, Didik dan Joni, yang berperan sebagai penjual ganja. Ketiga orang itu menyebut nama Pedik sebagai pemasok. Akhirnya Pedik ditangkap di rumahnya dan ditemukan ganja kering seberat 1 kg yang akan diedarkan.

Kepada wartawan, Pedik mengaku membeli ganja dari luar kota seharga Rp 5 juta. Namun dia mengaku tidak tahu harga ganja setiap gramnya di Jember. "Saya tidak jual sendiri, ada orang lain yang jual," ungkap Pedik, Jumat (26/12).

Kasat Narkoba Polres Jember AKP Edy Sudarto mengakui lima orang yang ditangkap berperan mulai dari pemakai, pengedar hingga bandar gede. "Orang ini memang bandar gede yang spesial menjual ganja," ujarnya.

Edy menambahkan, ganja tersebut dibeli dari Surabaya, Malang dan Medan dengan harga Rp 5 juta. Ganja itu dijual lagi dengan harga Rp 150.000 per gram dalam satu poket. Jika 1 kg itu berhasil dijual semua maka hasilnya diperkirakan mencapai Rp 150 juta.
Menurut Edy, pengungkapan kasus ini sebagai pengungkapan kasus narkoba terbesar selama 2008. Tahun ini tercatat 24 kasus narkoba yang diungkap dengan 40 tersangka yang ditangkap. Untuk Pedik dkk, akan dijerat dengan UU No 27/1997 tentang narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara. st9

(Sumber ; http://www.surya.co.id/web/Jawa-Timur/Bandar-Ganja-Jember-Ditangkap-Polisi-Sita-BB-1-Kg.html)

















0 comments :

Posting Komentar