gam 10Jakarta 16 – 19 Desember 2008,
Telah di lakukan pertemuan antar jaringan populasi kelompok kunci yang di insiatif oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Kegiatan ini di buka oleh sekretaris KPAN, Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH dengan dasar pertimbangan bahwasanya perlunya melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap semua jaringan populasi kunci termasuk manfaat dan fungsi jaringan kepada anggotanya serta dapat menyusun program penguatan jaringan populasi kunci. Disamping itu kegiatan pertemuan ini adalah untuk dapat meningkatkan kerja sama dan kordinasi jaringan populasi kunci yang sudah terbentuk baik di tingkat kota/kabupaten maupun nasional dengan lembaga pemerintah khususnya KPA Nasional dan KPA Provinsi/Kab/Kota


gam 10Adapun kelompok populasi kunci yang sudah membangun jaringan secara lokal maupun nasional adalah sebagai berikut:

1. Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI),
2. Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI)
3. Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI)
4. Jaringan Gay, Waria dan LSL Indonesia (GWL Indonesia)
5. Kelompok yang sedang mempersiapkan jejaring pekerja seks Indonesia dengan nama
Tim Persiapan Pembentukan Organisasi Pekerja Seks Indonesia (PPOPSI)

Tujuan dari pertemuan ini adalah di harapkan untuk dapat mensepakati antar jaringan dalam melakukan langkah bersama untuk memperkuat masing-masing jaringan dan juga mulai membangun kerjasama dan kordinasi antar jaringan serta bersama-sama KPA Nasional melakukan upaya penanggulangan AIDS di seluruh Indonesia. Sedangkan tujuan akhir yang hendak dicapai melalui penguatan jaringan populasi kunci ini adalah Meningkatnya peran aktif dan bermakna dari masing-masing jaringan populasi kunci dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS sesuai Strategi Nasional dan Rencana Aksi Nasional (RAN) yaitu :

1. Mencegah terjadinya infeksi HIV baru,
2. Meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV positif
3. Mengurangi dampak sosial ekonomi akibat epidemi AIDS (mitigasi).

gam 10Pada sesi pertemuan ini juga di sampaikan materi oleh Deputi Pengembangan KPAN dr Kemal Siregar PhD tentang Pemaparan Kebijakan dan strategi penanggulangan HIV AIDS Nasional. Kemudian sesi di lanjutkan dengan pemateri oleh Prof. DR. Harkristuti Harkrisno dari Dirjen HAM Departement Hukum dan HAM tentang Aspek HAM dalam penanggulangan HIV AIDS, selanjutnya pemateri di isi oleh AKBP Dahlan Tamrin terkait Kebijakan BNN terkait program penanggulangan HIV AIDS dan Narkoba serta dari Kasubdit AIDS dan Penyakit Menular Seksual Depkes, dr Sigit Priohutomo, MPH. terkait Pemaparan Strategi Akselerasi Program Perawatan dan Pengobatan Melalui Sistem Pelayanan Kesehatan. Pada kesempatan tersebut di gunakan sesi tanya jawab oleh para peserta yang berjumlah sekitar 64 orang dari 27 propinsi untuk menanyakan seputar permasalahan internal organisasi, isu di daerah dan strategi kedepan dalam penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS di indonesia termasuk di antaranya mengklarifikasi tentang kebijakan maupun pelaksanaan institusi pemateri.

Hasil pertemuan jaringan kelompok populasi kunci mengeluarkan beberapa rekomendasi terkait penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS termasuk di antaranya akan terdapat pertemuan nasional yang menyeluruh dan pertemuan-pertemuan kerjasama antar jaringan populasi kunci. Hasil rekomendasi tersebut akan di kaji ulang oleh team KPAN kepada pihak-pihak terkait.

(Sumber : Rudhy Sinyo)

3 comments :

Download Template mengatakan...

IRONIS:
Semakin banyak penderita AIDS maka semakin maju dan kayalah perusahaan kondom.....

Any question?

Anonim mengatakan...

seneng2 aja asal jangan ribut terus kayak jothi

EJA mengatakan...

@ Download Template : Setuju saja, oleh karena itu perlu terdapat kajian tentang hal tersebut, memang perlu di ingat di balik penanggulangan HIV/AIDS ada sebuah industri

@ Anonim : Dalam Nilai-nilai Jaringan korban Napza terdapat cinta damai, semoga hal tersebut tidak terjadi.

Posting Komentar