gam 10SURABAYA - Daya rusak narkoba semakin mengkhawatirkan Surabaya. Satuan Reserse Narkoba Polwiltabes Surabaya memastikan terjadi lonjakan jumlah anak dan kaum muda Surabaya yang terjerat narkoba. Orang tua diharapkan meningkatkan intensitas pengawasan terhadap putra-putrinya.

Peningkatan keterjerumusan anak-anak dan kaum muda Surabaya dalam kasus narkoba itu terungkap dalam analisis dan evaluasi (anev) Satnarkoba Polwiltabes selama 2007 dan 2008. Dalam dua tahun itu, terjadi peningkatan drastis.



Pada 2007, jumlah anak di bawah 17 tahun yang terjerumus narkoba mencapai 30 orang. Namun, tahun ini melonjak menjadi 49 orang. Keterlibatan kaum muda usia 17-25 tahun juga tak surut. Selama 2008, jumlahnya mencapai 773 orang. Padahal, pada 2007, hanya 654 yang tertangkap polisi (selengkapnya lihat grafis).

Kasatnarkoba Polwiltabes Surabaya AKBP Aldrin Hutabarat menilai, pengungkapan keterlibatan anak-anak dan kaum muda itu bukanlah angka riil, melainkan mirip fenomena gunung es. Jumlah sesungguhnya mungkin jauh lebih banyak daripada yang terlihat.

''Dalam arti, jumlah itu adalah kaum muda dan anak-anak yang kami tangani. Kami yakin, di luar masih banyak anak atau kaum muda yang terlibat narkoba,'' tegas Aldrin.

Prihatin atas fenomena itu, dia mengimbau agar para orang tua lebih mengawasi putra-putrinya. ''Sebab, keluarga adalah benteng pertama dan terpenting dalam pencegahan masalah narkoba. Mengantisipasi jauh lebih baik dibanding mengobati,'' ujar perwira dengan dua mawar di pundak itu.

Di sisi lain, sejumlah antisipasi polisi mulai menunjukkan dampak positif. Misalnya, razia narkoba di tempat-tempat hiburan dunia gemerlap (dugem). Jumlah kasus dan pengguna narkoba yang terungkap tahun ini menurun.

Namun, menurut pandangan Aldrin, bisa pula penurunan itu berarti memang terjadi penurunan peredaran narkoba. Atau, kinerja polisi memang belum total karena banyak agenda politik seperti pemilihan gubernur.

Pada 2009, dia menegaskan akan semakin meningkatkan intensitas razia tes urine mendadak di tempat-tempat dugem. ''Kami ingin membiasakan kepada masyarakat Surabaya, dugem tak perlu pakai narkoba. Tak perlu takut dugem, asal tak pakai narkoba,'' tegasnya. (ano/roz)

(Sumber : http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=44133)

0 comments :

Posting Komentar