1/20/2009

Konsul Hukum

Rekan-rekan penggunjung situs Jaringan korban Napza Jawa Timur - East Java Action,
kami dapat melakukan konsultasi tentang permasalahan dan kebutuhan terkait hukum bagi korban napza.

Oleh karena itu, kami dengan senang hati dapat menerima konsultasi hukum melalui media ini. Silahkan posting permasalahan dan kebutuhan anda, kami siap membantu untuk solusinya.


36 comments :

Anonim mengatakan...

bro and sist.... aku sendy dari banten...

sekarang ini aku lagi nyusun skripsi kebetulan aku ambil tema vonis rehabilitasi & penanggulangan dampak buruk Napza....
aku minta tolong ke temen-temen kalo ada informasi yang berkaitan dengan skripsi aku dong untuk jadi bahan pembuatan skripsi..

Thanks ya......

EJA mengatakan...

@ Anonim : Anda bisa memberikan email ke info@eastjavaaction.org untuk bantuan ini. informasi yang anda perlukan akan segera di kirim melalui email anda.

nikita mengatakan...

Thanks ya, mau bantu kita, sy mau nanya lamanya tenggang waktu penangkapan untuk Tersangka Psikotropika berapa lama ?, kalau untuk Tersangka narkotika kan sesuai UU Narkotika panangkapannya selama 1X24 Jam dan dapat diperpanjang untuk 2x24 lagi artinya keseluruhan lamanya 3x24. Nah untuk Psikotropika sendiri apakah sesuai KUHAP atau sama dengan UU Narkotika.Bls ya, penting banget. Trims a lot dulu deh.

EJA mengatakan...

Terimakasih telah mengakses account ini.

Pertanyaan anda belum menjelaskan penangkapan dari pihak kepolisian atas dasar dan dalam bentuk seperti bagaimana.

Mengingat hal ini berkaitan dengan proses selanjutnya.

Untuk ketentuan penangkapan sesuai dengan KUHP selama 1x24 jam, namun penangkapan ini dapat meningkat menjadi penyidikan ketika bukti permulaan mencukupi.

Anonim mengatakan...

Salam Sejahtera, tolong sarannya bos...

saya mempunyai adik yang terlibat Narkoba. mengenai kronologisnya, intinya adik saya memang pemakai narkoba, jenis putaw. Nah pada suatu hari adik saya lupa membuang alat suntik yang bekas dipakainya. ketika itu ada rajia, hingga adik saya diproses sampai putusan dipengadilan 2 hari yang lalu. PUTUSANNYA 2 TAHUN. Gila gak tuh...padahal saya sudah pakai pengacara yang bermaksud dan berharap adik saya bisa direhabilitasi, biar sembuh. dengan segala pembelaan dan mengenai surat edaran itu pun sudah dimasukan dalam pledoi/pembelaan. sblmnnya mengenai dakwaannya adik saya dikenai psl 78 primair, dan subs 85 narkotika. dan yang dipakai tuntutan oleh jaksa pasal 78 (memiliki).
Pertanyaannya....?
1. Bagaimana sich penafsiraan yang mutlak antara pasal 78 ( memiliki ) dan pasal 85 ( pemakai )....? karena logikanya klo seseorang itu pemakai narkotika, pasti harus memililki dulu donk narkobanya. aduh bingung nich..
2. 6 Syarat sebagaimana sesuai edaran SEMA no 7 tahun 2009 ttg menempatkan pemakai narkoba ke dalam rehab. adik saya memenuhi semua koq...!!apalagi yang kurang sampai sekarang saya masih bertanya - tanya nich...?
3. Apakah SURAT EDARAN itu tidak punya kekuatan yang mengikat hakim2 untuk memutus perkara sesuai dengan kategori dalam sema tersebut?? klo saya baca sich suratnya "HAKIM SEDAPAT MUNGKIN ATAU DAPAT" memutus bla..bla...REHABILITASI. apa karena kata-kata itu jdnya hakim tetep bisa suka2nya...? percuma donk.. itu bukan kabar baik bagi pengguna narkoba seperti yang digembar gemborkan. yang sebenarnya mereka adalah korban atau pesakitan yang harus disembuhkan bukan dipenjara.
4. Sekarang Nasi sadah menjadi bubur..tolong pencerahannya boss...apakah ada upaya hukum yang bisa saya lakukan.

Terima Kasih. Mohon maaf apabila ada kata2 yg kurang berkenan. Mohon klo bisa jawabannya diemail ya boss...ke rhamospanggabean@yahoo.com

GBU

Anonim mengatakan...

boss, saya mau bertanya klo pemakai ganja hukumannya berapa lama dan yg pengedarnya berapa lama...??

thx,..

EJA mengatakan...

@ Anonim: anda bisa mengirimkan alamat email anda di posting ini. kami akan segera mengirim ke alamat anda tentang penjelasan ini.

Anonim mengatakan...

mat malam bro aku udh bc keluhanya,kebetulan aku seorang pengacara, emangnya ksus adiknya itu udah sapai kdalam tahap apa?mungkin aku bisa bantu dikt masukan

Anonim mengatakan...

Mau nanya nehh, gimana proses hukumnya
bagi orang yang tertangkap polisi
dengan status awalnya dituduh sebagai pengguna narkoba,
padahal tersangka tidak pernah menggunakan barang tersebut, karna dia di jebak oleh temannya
karena pada saat terjadinya penggerebekan,
dia berada di tempat tersebut ( dalam jangka waktu +- 10 menit dari kedatangan )
sedangkan teman yang mengajak maen k tempat tersebut sudah tidak berada di tempat
dan pada saat test urine yang pertama dia dinyatakan negatif..
saya bingung proses selanjutnya gimana??
cz sampai skerg orang yang dituduh tersebut, msih didalam penjara dan dinyatakan pada saat test urine yang kedua dia dinyatakan Positif ( cat: tersangka tidak pernah melakukan test urine yang kedua)
sebenarnya,, kejelasan hukumnya gimana terhadap permasalahan yang seperti ini..??
tlg penjelasannya, trims..

david mengatakan...

mohon informasi mengenai penerapan UU nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika kapan mulai diterapkan kepada masyarakat Indonesia maupun Asing yang berada di Indonesia, terkait hubungannya dengan Pasal 1 ayat (2) KUHP dimana Tempus terjadinya tindak pidana 28 Oktober 2009, namun di kepolisian masih dituduhkan UU Psikotropika dan sampai pada tanggal 29 Desember 2009, tersangka masih mengetahui terhadapnya dituduhkan Pasal dari UU Psikotropika tersebut, namun ketika dibacakan dakwaan semuanya berubah menjadi UU Narkotika yang baru.

EJA mengatakan...

UU Narkotika 35 Tahun 2009 di sahkan oleh DPR RI tanggal 14 september 2009 dan menjadi lembaran negara/disahkan pemerintah tanggal 12 oktober 2009.

Pada UU ini tidak terdapat pasal/penjelasan mengenai peralihan, sehingga saat di sahkan tanggal 12 oktober, UU ini otomatis langsung berlaku.

Namun yang perlu di catat adalah sosialisasi UU ini belum, baik di masyarakat, pemerintah maupun di aparat penegak hukum. Sehingga di mungkinkan pada saat itu, UU ini belum tersosialisasi dengan baik di kepolisian.

juliono mengatakan...

Salam kenal,saya mempunyai seorang putri yg sekarang terjerumus dlm sindikat prostitusi anak SMA & Mahasiswi & kecanduan Narkoba,mohon petunjuk dr teman-teman bgmana solusinya untuk memisahkan anak saya dr sindikat tsb,sdh berulangkali saya sdh berusaha memisahkan tapi seakan-akan anak saya adalah aset sindikat tsb terakhir malah anak saya diberi narkoba hingga kecanduan,saya berusaha unt minta bantuan pihak berwajib tapi juga "pesimis" soalnya selalu berbelit-belit terakhir malah saya dipojokkan...bagi teman-teman yg bisa membantu saya dlm menggulung sindikat ini akan saya bantu semampu saya krn bertambah hari bertambah korban mereka...mohon saran dr teman-teman dimanakah pusat rehabilitasi anak nakal & kecanduan Napza di Sby & sekitarnya (maaf)yg bersifat Islami..saya sdh survei di Inabah tapi kok rasanya (maaf) fasilitasnya terbatas...saya bersedia bergabung apabila ada kelompok hukum yg bisa memberantas sindikat tsb silahkan hubungi saya di csserick@gmail.com...yg saya utarakan diatas benar adanya & berani saya pertanggung jawabkan kebenarannya...Terima kasih

Anonim mengatakan...

@juliono: seharusnya dalam penangannan narkoba itu tidak butuh fasilitas yg baik,tetapi yg diperlukan adalah penanganan yg baik. .
biarlah anak itu direhabilitasi di tempat itu. .
biardia merasakan efek dari segala keterbatasan itu. .
dan menyesali perbuatannya serta merasa bahwa didunia ini,hanya kasih sayang orang tua yg dia punya, ,
karena sesungguhnya,kasih sayang orang tua,adalah obat yg utama.

MIG GUNTORO mengatakan...

MOHON INFO APA PERSEORANGAN BISA MELAKUKAN TES LABORAT MASALAH DAUN/RUMPUT YANG DIDUGA GANJA?

MIG GUNTORO mengatakan...

MOHON INFO APA PERSEORANGAN BISA MELAKUKAN TES LABORAT MASALAH DAUN/RUMPUT YANG DIDUGA GANJA?

MIGGUNTORO mengatakan...

KALAU RUMPUT DISULAP MENJADI GANJA KEMANA KAMI HARUS MENGADU. ANAK SAYA TIDAK MEMBAWA BB TETAPI TEMENNYA YANG MEMBAWA ANAK SAYA KOK TETAP DITAHAN, ALASAN POLISI DICOKOT TEMAN YANG PUNYA BB. TETAPI KEJANGGALAN LEBIH TAK MASUK AKAL 4 ORANG TEMANNYA JUGA DICOKOT YANG SAMA -SAMA MENGAMBIL RUMPUT TERSEBUT KOK BEBAS BERKELIARAN SEDANGKAN ANAK SAYA TETAP DITAHAN, APA YANG MEMBEDAKAN MEREKA DENGAN ANAK SAYA. KALAU ITU RUMPUT DINYATAKAN POSITIF GANJA KENAPA YANG PUNYA LADANG KOK TIDAK TIDAK, KEMANA KAMI HARUS MENGADU KAWAN TAK ADA KAMI BUTA MASALAH HUKUM, MOHON DIBANTU KAWAN - KAWAN DARI EJA MOHON

Setiawan mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb ; salam sejahtera bagi kita semua. Begini Pak/Bu saya mau konsul tentang kasus yg menimpa istri saya sdh 123 hari terhitung mulai 17 Feb s/d 19 juni kasusnya masih gak jelas. saya harus bgmn ya pa/bu. Mohon dengan sangat solusinya...... Terima kasih sebelumnya

Setiawan mengatakan...

Sekedar mau menambahkan sekarang berkasnya udah di Kejaksaan (dilimpah dr kepolisian tgl 12 Mei 2010 ke kejati, sampai sekarang belum jelas kapan mau di sidang........ tolong bagi bapak/ibu yang ngerti hukum kasih solusi yang terbaik terhadap kasus yg menimpa istri saya. (Kasusnya diduga Pasal 378 KUHPidsna, sebetulnya ini masalah hutang piutang tp kok jd ribet begini ya.

Setiawan mengatakan...

KOMENTAR SEPUTAR KONSUL HUKUM INI BERAPA HARI DI JAWABNYA DAN SIAPA YANG MENJAWAB...... TANKS

Anonim mengatakan...

sudah saya tanyakan ke pimpinan EJA
smg telah ditanggapi
thanks

michanmichun mengatakan...

saya mahasiswa fakultas hukum hukum undip semester akhir sedang menyusun skripsi mengenai kebijakan hukum pidana dalam upaya menanggulangi tindak pidana narkotika,
apakah ada yg mempunyai bahan ? kalau ada jg mengenai perbandingan dgn kebijakan d negara lain dalam menanggulangi tindak pidana narkoba..

michanmichun mengatakan...

oiya alamat email saya adityamilasusanti@yahoo.com
thanks..

Anonim mengatakan...

saya gani dari uns solo mau nyari peraturan peraturan apa saja mengenai rehabilitasi bagi pencandu narkoba. thx y, alamat email saya wawangondrongkribo@yahoo.com

EJA mengatakan...

Bahan telah di kirim melalui email

Anonim mengatakan...

mo nanya mas...adik saya ditangkap polisi lagi memakai ganja..jadi sekrang di tuntut oleh jaksa sebagai pemakai narkoba..pertanyaan saya,kalau menurut hukum berapa lama tuntutan buat adik saya??trims mas..

EJA mengatakan...

Ganja di UU Narkotika no 35 masuk kriteria golongan 1, sehingga jika adik anda dikenakan pasal 112, maka tuntutan dari jaksa minimal 4 tahun.

Anonim mengatakan...

saya dapat tugas maksud dari laporan konsultasi hukum itu apa ?? bisa tolong berikan contohnya ?

EJA mengatakan...

Bisa di perjelas maksudnya? dan kami berharap anda dapat memasukan alamat email di url yang telah tersedia.

mk mengatakan...

dimana saya harus mencari keadilan buat adek saya???3 hari yang lalu adek saya tertangkap oleh timsus polres tempat tinggal kami,karena menurut polisi ade saya tertangkap tangan mau melakukan transaksi narkoba jenis shabu..!!!pada saat di kabarin ,keluarga sangat syok terutama istri adek saya,perlu diketahui dulu memang ade saya adalah pemakai narkoba cuman sudah lama yg saya ketahui dia sudah tidak mengkonsumsi barang tersebut...semenjak adek jadi PNS ,tapi menurut pengakuan cerita ade ke ortu dan istrinya,hari minggu siang 3 hari yg lalu ade sya ingin maen ke tempat temen satu kantornya,pada saat itu temennya tiba2 ngajak ade utk beli ss,tapi adek ga mau cz ga punya duit,tapi temen ade memaksa bahkan dia bilang yg akan bayar,selanjutnya temen adek pinjem hp adek yg selanjutnya dipake tlp ke penjual barang,akhirnya temen adek tersebut janjian di satu tempat utk melakukan transaksi tsb,..selanjutnya adek berdua dgn temennya itu menuju satu tempat,adek di boncen sama temennya..pas nyampe tempat itu,temen adek nyuruh adek utk turun dari motor dan ambil barang,adekku nurut aja disuruh temennya dan ambil satu bungkusan putih yg ternyata menurut adee itu adl kertas rokok yg kosong ga ada isinya,begitu ade ambil kertas itu tiba2 ada beberapa org polisi yg dtg dan menyergap adek,anehnya temen ade yg bersama ade tadi lari pake motor tanpa dikejar oleh polisi,masih menurt cerita adek,begitu disamperin petugas serasa petugas itu mau mencoba memasukkan bungkusan ke saku jaket ade,krn ade ngerasa tangan petugas itu ditangkis oleh ade,dan jatuhlah barang itu yg belakangan diketahui ss seberat 0,1 gram,ade dipaksa ambil,tapi tdk mau cz merasa itu bukan brgnya,sampai adek dipukuli oleh oknum tsb dipaksa ambil tapi tetep tidak mau,akhrnya ade dimasukkan mobil dan dibw ke polres,perlakuan seperti inikah utk para pemakai,di penyidikan adek tidak pernah di tes urine dgn alasan kata penyidik ade mengakui bahwa dia memakai dan membeli dari si penjual itu,ternyata si penjual ketangkap duluan sebelom ade..!!sya sebagai seorang kakak sangat sedih melihat perlakuan yg tidak manusiawi thd ade saya,serasa ade saya seorang kriminal yg wajib hukumnya utk disiksa dan dipenjara,bahkan selama di tahanan polres keluarga ga boleh membawakan alat sholat,alas/selimut tidur,celana,bj panjang,dll...seperti inikah perlakuan thd pengguna narkoba yg dimana mereka itu sebenernya sakit,dantidak sepantasnya diperlakukan seperti ini,saya ingin berjuang agar adek saya bisa bebas dan mendapat rehabilitasi secara fisik dan moral,tapi penyidik di tk polres memasang pasal2 berat thd adek saya yg ancaman hukumannya berat,setahu saya pasal utk pemakai adl pasal 127 tapi itu tidak dipakai sama penyidik dgn alasan ada kriteria2 utk pasal 127...bahwa penangkapan dilakukan di ruangan,ada peralatan seperti bong,ada surat rehabilitasi dll..apakah memang betul seperti itu?mohon info apa yg harus saya lakukan utk mendapat keadilan bagi adek saya..terus terang keluarga saya bukan org kaya,kita org susah,mau pake pengacara juga takut malah menghabiskan banyak biaya.,utk info dan bantuannya trims

EJA mengatakan...

Rekan MK, apakah anda bisa memberikan informasi anda kepada kami melalui http://eastjavaaction.org/2008/08/contact-us.html atau melalui eastjava_action@yahoo.com sehingga kami bisa merespon dengan leluasa untuk dapat memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan kami.

mk mengatakan...

informasi ttg saya sudah saya kirim di contac us,trims atas pehatiannya,saya tunggu saran dari eja

EJA mengatakan...

Rekan MK, coba ke alamat email ini saja eastjava_action@yahoo.com

mk mengatakan...

sudah saya kirim by email,thanks

izma mengatakan...

mengapa sebagian besar Hakim tetap ngotot mmberi sanksi penjara bagi pecandu, padahal yg dibutuhkan mereka adalah treatment,bkn penjara..pdhal UU dan SEMA sudah ttg Rehabilitasi sdh ada, mohon petunjuk ya Mas,,Mba

izma mengatakan...

mengapa sebagian besar Hakim tetap ngotot mmberi sanksi penjara bagi pecandu, padahal yg dibutuhkan mereka adalah treatment,bkn penjara..pdhal UU dan SEMA sudah ttg Rehabilitasi sdh ada, mohon petunjuk ya Mas,,Mba

EJA mengatakan...

Hakim dilihat dari kedudukannya bahwa Hakim bebas dan bertanggungjawab. Konsteks bebas adalah lepas dari seluruh intervensi dari perangkat negara, baik esekutif, legislatif ataupun masyarakat. Dilain sisi sesuai pasal 103 UU 35 ttg Narkotika menyatakan (1) Hakim yang memeriksa perkara Pecandu Narkotika dapat: (a) memutus untuk memerintahkan yang bersangkutan menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi jika Pecandu Narkotika tersebut terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika; atau (b) menetapkan untuk memerintahkan yang bersangkutan menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi jika Pecandu Narkotika tersebut tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika.

Meski demikian untuk menuju kearah sana diperlukan pembuktian fakta sesuai dengan pasal 12:
(1) Setiap Penyalah Guna:

a. Narkotika Golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun;

b. Narkotika Golongan II bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun; dan

c. Narkotika Golongan III bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.

(2) Dalam memutus perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), hakim wajib memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54, Pasal 55, dan Pasal 103.

(3) Dalam hal Penyalah Guna sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibuktikan atau terbukti sebagai korban penyalahgunaan Narkotika, Penyalah Guna tersebut wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Sehingga dimuka sidang diperlukan pembuktian yang meyakinkan dari terdakwa dan atau/ penasehat hukumnya untuk meyakinkan hakim mengenai hal tersebut untuk menuju ketetapan yang kemudian diputuskan.

Demikian sekilas yg bisa disampaikan.

Poskan Komentar