gam 10Pelajar Narkoba Meningkat, Hampir 100 Persen Tahun Ini 17 Kasus
SURABAYA-SURYA -Pelajar SMP dan SMA di Surabaya yang mengonsumsi narkoba atau turut mengedarkan barang terlarang itu jumlahnya sangat mencengangkan. Dari tahun 2007 ke 2008 (sampai Juni) jumlah pelajar di bawah 17 tahun yang ditangkap jajaran Polwiltabes Surabaya meningkat 100 persen. Meningkatnya jumlah pengguna narkoba di kalangan pelajar SMP dan SMA itu terlihat saat acara akselerasi Polisi Masyarakat (Polmas) yang digelar di Ruang Eksekutif Polwiltabes Surabaya, Rabu (13/8). Acara itu sendiri mengambil tema upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.


Kabag Bina Mitra Polwiltabes Surabaya AKBP Sri Setyo Rahayu (Yayuk) menjelaskan, berdasarkan data tahun 2007, jajaran Polwiltabes telah menangkap dan menahan sembilan anak di bawah usia 17 tahun. Kebanyakan mereka mengonsumsi ganja sekadar coba-coba. Sementara remaja yang usianya 17 tahun sampai 25 tahun yang terlibat perkara narkoba sebanyak 319 orang.

Di tahun 2008, polisi yang terus memerangi peredaran narkoba justru tidak membuat surut pelajar atau remaja yang terlibat masalah tersebut. Justru di semester awal 2008 (Januari-Juni) dari sembilan anak yang tertangkap menjadi 17 anak atau meningkat hampir 100 persen. Tak kalah naiknya, remaja usia 17 tahun - 25 tahun yang terlibat perkara narkoba sebanyak 457 orang.

“Mereka adalah generasi muda yang harus diselamatkan dari gangguan obat terlarang. Jika dibiarkan jadi apa nantinya. Apa rela generasi kita menjadi generasi koplo,” tutur Mami Yayuk.
Tangkapan tertinggi yang dilakukan polisi terhadap pelajar pada Januari 2008 yakni empat kasus dan April juga empat kasus.

Penangkapan di bulan Januari karena pelajar ingin merayakan pergantian tahun 2007 ke 2008. Tentunya menggelar pesta sabu yang dilakukan antar teman. Sementara pada April pelajar yang tertangkap karena pesta SS sepulang sekolah. Uang yang dipakai membeli barang haram itu hasil urunan.

Dijelaskannya, jumlah pelajar atau remaja yang terlibat narkoba diperkirakan lebih besar dari jumlah yang diungkap polisi. Ibaratnya, narkoba yang diungkap polisi hanya bagian permukaan saja atau biasa disebut fenomena Gunung Es. Mereka (pengguna) rata-rata saat mengonsumsi sembunyi-sembunyi. mif

Dr Soetomo Rintis Poliklinik Remaja

MENYIKAPI problematika remaja yang semakin mencengangkan itu, RSU Dr Soetomo bersama Dinas Kesehatan Jatim berinisiatif mendirikan Poliklinik Remaja. Rencananya poli itu berada di lantai III gedung Instalasi Rawat Jalan (IRJ).

Kepala IRJ RSU Dr Soetomo dr Roestiniadi DS SpTHT(K) mengatakan poliklinik tersebut mulai dibuka pada Oktober 2008. “Saat ini kami masih sosialisasi di sekolah-sekolah maupun kampus. Juga pada kelompok-kelompok remaja yang usianya sembilan sampai 19 tahun,” jelasnya, Rabu (13/8).

Adanya poliklinik ini, karena banyak problematika remaja yang membuat mereka tidak produktif. Misalnya depresi, antisosial, kehamilan tidak diinginkan, narkoba, HIV/AIDS, traficking, hingga permasalahan psikologis.

Poliklinik tersebut akan berisi para dokter dari berbagai disiplin ilmu. Mulai spesilias anak, psikologi, saraf sampai spesialis penyakit dalam.rie

(Sumber : www.surya.co.id)

0 comments :

Posting Komentar