gam 10Jaksa-Jaksa Baru Diarahkan Tak Mudah Diiming-imingi Tersangka

Surabaya : Kejaksaan Tinggi Jatim memberi sanksi pecat kepada 7 anggotanya terkait dengan tindakan tercela yang mencoreng korps Adyaksa dan pegawai negeri sipil. Mereka diberikan sanksi berupa pemecatan, penundaankenaikan pangkat, non-jobkan serta diusulkan dipecat dari Pegawai Negeri sipil secara tidak hormat.
Asisten Pengawasan Kejati Jatim Leo RT Panjaitan SH menegaskan tujuh aparat kejaksaan tersebut adalah, BS dari Kejaksaan Negeri Probolinggo sanksi penundaan kenaikan pangkat selama setahun.

"Selain itu IS Kejaksaan Negeri Bangil terkena nonjob, SU dari Pengadilan Negeri Malang diberi sanksi penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, M dari Kejaksaan Negeri Banyuwangi dipecat karena kasus penipuan," terang Leo saat melakukan analisa dan evaluasi tahun 2007 di Kejati Jatim jalan A Yani Surabaya, kemarin.

Tiga orang lagi yaitu H dari Kejaksaan Negeri Surabaya di pecat karena kasus narkoba, MW dan BW dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dipecat karena kasus narkoba. Dijelaskannya 7 orang yang diberi sanksi tersebut, 3 orang
merupakan oknum jaksa dan sisanya merupakan oknum pegawai tata usaha.


"Setelah kami selidiki sebagian besar sulit dibuktikan. Hanya 7 orang ini diusulkan diberi sanksi. Bagi jaksa yang
kedapatan menggunakan narkoba tak ada ampun. Ini merupakan diskresi Jaksa Agung,” paparnya. Sedang
pegawai yang dipecat dilingkup Kejaksaan ada empat orang.

Pada paparan analisa dan evaluasi akhir tahun 2007 ini Kejati bidang pengawasan menerima 37 aduan/laporan
masyarakat yang masuk. Dari sekian laporan yang masuk dan dilakukan penelitian yang terbukti hanya 7 kasus.
“Makanya kita langsung mengambil tindakan dengan menyidangkan secara internal kasus tersebut,”
paparnya.

Ketika disinggung apakah meningkat atau menurun kasus oknum jaksa nakal? Jaksa asli Medan mengaku dirinya tak
bisa membandingkan di tahun 2006 dengan tahun 2007. Pasalnya, dia mengaku baru masuk di pertengahan tahun
2007. Jadi, tak bisa membandingkan meningkat atau menurun.

Masih kata jaksa dengan bintang satu di pundak itu, fungsi pengawasan yang dilakukan dilingkup kejaksaan sangat
ketat. Kalau toh, ada jaksa yang mencoba-coba mempermainkan perkara ataupun kasus tentu akan mendapatkan
sanksi yang cukup berat. Seperti dibebastugaskan dari jabatan, tunda pangkat, tunda kenaikan gaji hingga satu tahun
lamanya dan paling terberat adalah dipecat menjadi jaksa.

Pihaknya juga sering melakukan pengarahan terhadap jaksa-jaksa baru dimana mereka diminta agar selalu mengikuti
garis yang sudah ditentukan. Jangan sampai ketika menangani perkara dan mendapat iming-iming dari tersangka
ataupun korban memberikan tuntutan tak rasional.

Seperti yang pernah terjadi di Malang ada jaksa yang diputus tak sesuai dengan tuntutan tak cepat-cepat melakukan
kasasi, maka dia dijatuhi hukuman dibebastugaskan untuk sementara. Leo berharap, di tahun 2008 ini tak ada lagi
oknum jaksa melakukan tindakan melanggar kode etik jaksa,”tutupnya.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur sendiri menempati rangking 5 besar dalam evaluasi kinerja yang dilakukan oleh
Kejaksaan Agung sepanjang tahun 2007.

Dalam penilaian Kejagung ada dua bidang yang mendapat rangking teratas dalam hal keberhasilan kinerja yakni bidang
intelijen, serta bidang perdata dan tata usaha negara.

Sedangkan untuk bidang pidana khusus, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur hanya menempati posisi ke-2 setelah Kejaksaan
http://bintannews.com - Gerbang Informasi Kepulauan Riau Powered by Mambo Generated:3 February, 2009, 09:24
Tinggi Kalimantan Timur.

Untuk pidana umum Kejati Jatim tempati rangking 3. Posisi lumayan 'buruk' adalah pada bidang pengawasan yang
menempati posisi 6.

Purwosudiro, Kepala Kejati Jatim, mengatakan, Kejaksaan Agung masih menjadikan bidang pidana khusus di Kejati
Jatim menjadi tolok ukur (benchmark) bagi Kejati-Kejati lain di Indonesia.

Terkait soal keberhasilan bidang intelijen menjadi yang terbaik di Indonesia, AF Dharmawan, Asisten Intelijen Kejati
Jatim mengatakan sesuai fungsi dan tugasnya bidang intelijen berkewajiban memberikan informasi berikut rekomendasi
tentang kasus-kasus yang layak ditingkatkan ke status penyelidikan.

Sepanjang tahun 2007, jelas Dharmawan ada 102 operasi penyelidikan yudisial ditambah sisa operasi penyelidikan
yudisial tahun 2006 yang berjumlah 61 kasus, sehingga ada 163 kasus sepanjang 2007 yang diselidiki oleh bidang
intelijen.

"Dari 163 operasi penyelidikan yudisial tersebut, ada 68 kasus yang ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sedangkan dua
kasus lain dilimpahkan ke instansi lainnya, dan 41 kasus dihentikan karena proses hukum," katanya.

Ini artinya ada 52 dugaan korupsi hasil operasi penyelidikan yudisial yang menjadi hutang di tahun 2008 dan Kajati Jawa
timur sudah menginstruksikan agar pada tahun 2008 ini hutang tersebut bisa dilunasi.

Dilaporkan juga, Rp 84,2 miliar uang negara berhasil diselamatkan di Jawa Timur sepanjang tahun 2007 dalam 17 kasus
korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Tahun 2008 ini, Kejati Jatim tetap berkomitmen mengamankan
uang negara dan hasil-hasil pembangunan.

Sepanjang 2007, jelas mantan Kejati Sulawesi Tenggara ini, Kejati Jatim beserta jajaran di bawahnya menangani 82
kasus korupsi. Dari 82 kasus, 19 diantaranya sudah masuk tahap penyidikan. Dari 19 kasus yang tengah disidik itu,
tambahnya, 17 di antaranya sudah masuk tahap penuntutan.

Sebenarnya target Kejagung untuk penyidikan dan penuntutan kasus korupsi adalah 5 kasus, tapi kita berhasil
selesaikan 17 kasus. Berarti memenuhi 398 % dari target penyidikan dan 340 % dari target penuntutan,katanya.(Surabayasore)

(Sumber : http://bintannews.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1398)

1 comments :

Blog Watcher mengatakan...

KEJAKSAAN KAMPUNG NARKOBA

Sudah… aku tak usah berpanjang kalam. Jelas sudah bahwa kejaksaan adalah kampung narkoba.

Faktanya, dua jaksa Esther Thanak dan Dara Veranita menjual barang bukti dalam kasus yang ditanganinya. Busuk memang…!!!

Sebelumnya…

Kejaksaan… engakau kupandang sebagai pembuka jalan dalam memahami keadilan dunia. Bagai sebatang lilin pemancar api penerangan. Engkau pembuka asa ku yang telah lama membeku.

Namun keadaan berbalik arah, engakau menampakkan gejala ketidakjujuran, menjual barang bukti narkoba kemudian berpura-pura suci. Aku sungguh kecewa padamu. Kau adalah ular bermuka dua.

Aku ragu… ragu… ragu… dimanakah aku mencari keadilan??!!

Sumpah serapahku buatmu!!!

Aku berdo’a : semoga Tuhan menamparmu dan membakar hangus tubuhmu!!!

sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

Posting Komentar