gam 10POINTER BADAN PENANGGULANGAN NAPZA DAN AIDS (BPNA)
PROPINSI JAWA TIMUR


I. KONDISI PERKEMBANGAN HIV/AIDS DI JAWA TIMUR SAAT INI :
Jawa Timur saat ini berada di papan atas bersama dengan 5 Propinsi yg lain : Jawa Barat, DKI Jaya, Papua, Bali dan Riau, sekaligus sebagai Propinsi yang secara epidemiologi terkonsentrasi (Prevalensi HIV/AIDS pada kelompok resiko tinggi >5 %). Angka Kejadian HIV/AIDS di Jatim diperkirakan 17.000 – 44.000 orang dengan HIV/AIDS.
~ Jumlah kasus HIV/AIDS di Jawa Timur yang dilaporkan per Juni 2007 adalah 1215 orang (333 orang telah meninggal dunia)


II. KEBIJAKAN PEMERINTAH JAWA TIMUR DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS

1. Penanggulangan Penyalahgunaan Napza dan HIV/AIDS dilaksanakan dalam rangka menjaga produktivitas dan kualitas SDM.
2. Dalam Upaya Penanggulangan Napza dan HIV/AIDS, Pemerintah berkewajiban membimbing, mengarahkan, menfasilitasi serta menciptakan suasana yang kondusif.
3. Penegakan Supremasi Hukum dan HAM.
4. Perlindungan hak bagi yang sehat maupun yang sakit.
5. Dalam upaya penanggulangan harus mencerminkan budaya Indonesia dengan tidak meninggalkan adat, budaya, agama dan sosial.
6. Masyarakat berhak mendapat informasi yang benar untuk melindungi diri dan orang lain.

II. Badan Penanggulangan Napza dan AIDS (BPNA) Propinsi Jawa Timur

Badan Penanggulangan Napza dan AIDS (BPNA) Jawa Timur dibentuk berdasarakan Surat Keputusan Gubenur Jawa Timur tanggal 5 Maret 2003 Nomor : 188/34/KPTS/013/2003 Nomer tentang Badan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) dan HIV/AIDS (BPNA) Propinsi Jawa Timur.

VISI BPNA

Terkendalinya Infeksi HIV/AIDS dan Dampaknya di Jawa Timur

MISI BPNA


1. Peningkatan surveilans/pengamatan HIV/AIDS.
2. Peningkatan upaya pencegahan penularan HIV, termasuk dampak buruk penyalahgunaan NAPZA suntik.
3. Pengobatan, perawatan dan dukungan bagi ODHA dan keluarganya.
4. Pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS (ODHA) serta keluarganya.
5. Pemberdayaan KPA Kabupaten/Kota dan LSM.

TUGAS BPNA

1. Merumuskan Kebijakan, Strategi dan Langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka penanggulangan AIDS di wilayahnya yang dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh Kelompok Kerja dan dipandu oleh Tim Ahli yang apabila diperlukan untuk memberikan rumusan saran, dan pendapat.
2. Dan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Penanggulangan HIV dan AIDS di daerah, pasal 5, hal 12 (terlampir).

Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Badan Penanggulangan Napza dan HIV/AIDS (BPNA) Propinsi Jawa Timur membentuk Kelompok Kerja dengan anggotanya dari Instansi terkait dan LSM yang dikoordinasi oleh Tim Ahli.
Kelompok Kerja (Pokja) BPNA Propinsi Jawa Timur terdiri dari :

1. POKJA RANTAI PENULARAN HIV/AIDS DAN PENYALAHGUNAAN NAPZA

Koordinator : dr. Budi Rahayu, MPH
Diantaranya mempunyaii tugas :
- Mengindentifikasi besaran kasus penyalahgunaan Napza dan HIV/AIDS guna perencanaan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dalam upaya pemutusan rantai penularan HIV/AIDS dan IMS (Infeksi Menular Seksual), seperti : penanggulangan PMS terpadu di lokalisasi / non lokalisasi

2. POKJA PENYULUHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Koordinator : Drs. R. BB/ Otto Wahyudi, MSi. MM
Diantaranya mempunyai tugas :
- Menurunkan kerentanan individu dan masyarakat terhadap penyalahgunaan Napza dan HIV/AIDS melalui KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) seperti : peningkatan pengetahuan, sikap dan pelaksanaan gaya hidup sehat guna melindungi diri dari ancaman penyalahgunaan Napza dan HIV/AIDS.

3. POKJA PENGOBATAN, PERAWATAN DAN PENDAMPINGAN

Koordinator : Prof. Yusuf Barakbah, SpKK
Diantaranya mempunyai tugas :
- Mengurangi penderitaan akibat HIV/AIDS serta meningkatkan lualitas para ODHA (Orang Dengan HIV AIDS)
- Menyiapkan dan menyediakan sarana pengobatan dan perawatan bagi pengidap HIV/AIDS seperti : pemberian obat anti retroviral (ARV), penyedian fasilitas VCT (Konseling dan Pemeriksaan HIV Sukarela) pada sarana kesehatan

4. POKJA PENANGANAN DAMPAK SOSIAL PERLINDUNGAN HUKUM DAN HAM

Koordinator : Drs. Fadli Havera
Diantaranya mempunyai tugas :
- Mengurangi stigmatisasi dan diskriminasi, menjamin kesamaan kedudukan dalam Hukum dan HAM, seperti : pengurangan stigma dan deskriminasi di masyarakat

5. POKJA LITBANG PROGRAM DAN EVALUASI

Koordinator : Dr. dr. Hans Lumintang, SPKK
Diantaranya mempunyai tugas :
- Mengadakan penelitian/pengembangan program dan monitoring/evaluasi bertujuan untuk mendapatkan informasi dan teknologi dalam rangka meningkatkan efektifitas, efisiensi serta mutu program penanggulangan Napza dan HIV/AIDS seperti : pengembangan indikator kewaspadaan dini dalam penanggulangan Napza (perilaku, fisik, sosial).

6. POKJA HARM REDUCTION

Koordinator : dr. Guntur Budi Wanarto, MSC
Diantaranya mempunyai tugas :
- Mengupayakan pengurangan dampak buruk penyalahgunaan napza suntik melalui 12 komponen harm reduction.

7. TIM AHLI BPNA PROP. JATIM

Diantaranya mempunyai tugas :
- Mengarahkan, memberi masukan dan saran sekaligus memantapkan program kerja Badan Penanggulangan Napza dan HIV/AIDS (BPNA) agar sesuai dengan Visi dan Misi BPNA Propinsi Jawa Timur.

III. YANG TELAH DILAKUKAN OLEH BPNA PROP. JATIM :

1. Komitmen Sentani antara KPA Pusat dan 6 Propinsi Prioritas dalam penanggulangan HIV/AIDS tanggal 19 Januari 2004 di Papua.
2. Penandatanganan Komitmen Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penanggulangan HIV/AIDS tangal 29 Juni 2004 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
3. Menerbitkan Perda Propinsi Jawa Timur Nomor 5 tahun 2004 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
4. Mengupayakan pengurangan dampak buruk narkoba suntik (Harm Reduction) dengan rumatan metadon.
5. Mengurangi diskriminasi dan stigmatisasi pada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), pengguna napza dan keluarganya
6. Sosialisasi Perda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS pada kabupaten/Kota se Jawa Timur ditindak lanjuti dengan penggunaan kondom 100 % pada risiko tinggi dengan tujuan memutus rantai penularan HIV/AIDS.
7. Pelatihan Fasilitator Kondom Perempuan pada 5 Daerah Risiko Tinggi IMS dan HIV/AIDS ( dengan tidak mengesampingkan penggunaan kondom pria).
8. Sosialisasi Rencana Pendirian Poli Rumatan Metadon dalam rangka Pengurangan Dampak Buruk Penyalahgunaan Napza Suntik pada 23 Polresta Daerah Risiko Tinggi.
9. Pelatihan Petugas Kesehatan tentang Cara Perawatan dan Pengobatan bagi ODHA dan Keluarga.
10. Pengobatan Komplementer bagi ODHA bersama dengan LSM Peduli Napza dan HiV/AIDS (pengobatan alternatif kepada ODHA dengan tidak mengesampingkan obat yang baku/ARV).
11. Penguatan Kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPAD) di 10 Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
12. Melaksanakan Asistensi dan Advokasi kepada KPAD Kab/Kota Risiko Tinggi

IV. YANG AKAN DILAKUKAN OLEH BPNA PROP. JATIM :

1. Kampanye Anti Narkoba dan HIV/AIDS
2. Pelatihan Universal Precaution (kewaspadaan umum) kepada petugas medis
3. Pelatihan Pemulasaaraan Jenazah ODHA pada Modin dan Ketua Rukun Kematian.
4. Pelatihan Fasilitator Kondom Perempuan
5. Pengembangan Poli VCT di Kab/Kota
6. Mengembangkan jejaring pada Lembaga Donor Peduli Napza dan HIV/AIDS
7. Melaksanakan keterpaduan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS antar Propinsi.
8. Mengembangkan Program Poli Metadon di beberapa Daerah dan Lapas/Rutan.

(Sumber : http://www.d-infokom-jatim.go.id/)

0 comments :

Posting Komentar