gam 10REKOMENDASI DAN KESIMPULAN KONAS PTRM
Bandung, 24-26 Maret 2008

Kelompok kebijakan :

• PTRM merupakan komponen penanggulangan HIV/AIDS
• Peran masyarakat, pemerintah daerah dan pusat sangat krusial, karena
maka tanggung jawab dan penanggaran menjadi kerja bersama dengan
sumber APBN, APBD dan dana non pemerintah yang tidak mengikat
• Usulan perencanaan dan pengoperasian termasuk anggaran di wilayah
merupakan tanggung jawab wilayah
• Petunjuk penataletakan program dibuat oleh DEPARTEMEN KESEHATAN:
- Kebutuhan sediaan dan anggaran oleh Ditjen Bina Kefarmasian
dan ALKES
- Perangkat MonEv dan penganggaran pelaksanaannya oleh Ditjen P2PL
- Petunjuk Teknis dilakukan oleh Ditjen Pelayanan Medik (cq Subdit
Napza Dit Keswa )


RUMAH SAKIT PENGAMPU:

• Asset SDM, Sarana dan Prasarana PTRM baik jumlah , proses mutasi dan
peningkatan kualitas dikembangkan kecukupannya untuk dapat mengelola
layanan secara berkualitas, oleh Rumah Sakit Pengampu yangbersangkutan
• Biaya dianggarkan dan ditentukan sesuai dengan perhitungan
biaya/cost dan peraturan RS dan peraturan setempat yang berlaku
• Peningkatan kemampuan SDM, Supervisi dan MonEv ke satelit di
fasilitasi oleh Dinas Kesehatan
• Pengaturan teknis pemberian THD (Take Home Dose) di tetapkan oleh
tim PTRM dalam bentuk aturan tertulis memperhatikan peraturan
perundangan yang berlaku dan penyelesaian kasus per kasus
mempertimbangkan professional judgment
• Bagi pasien THD, dibuatkan surat keterangan membawa narkotika sesuai
aturan yang di tetapkan
• Disediakan daftar kontak seluruh layanan PTRM di Indonesia oleh
Sekpoja HIV/AIDS Depkes dan kerja jejaring perlu dikuatkan dengan
system teknologi yang dijangkau
• Operasionalisasi mengenai punishment untuk pasien yang melakukan
"pelanggaran tata tertib" dimasukan dalam tata tertib layanan

DINAS KESEHATAN DAN SATELIT PENGAMPU:

• Kebijakan tentang pengaturan dan pengembangan SDM untuk operasional
PTRM dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan setempat
• Aktivasi untuk RS Vertikal merupakan tanggung jawab Dirjen Bina
Pelayanan Medik c/q Direktorat Medik Spesialistik, sedangkan untuk RS
daerah dan Puskesmas dibawah tanggung jawab Pemda setempat
• Ketersediaan tenaga profesional yang diperlukan untuk PTRM dan tidak
ada di PUSKESMAS akan disediakan oleh Dinas Kesehatan melalui MoU
dengan RS rujukan setempat
• Kebijakan alokasi dana operasional PTRM akan dikoordinasikan dengan
BAPPEDA dan akan dikelola oleh Puskesmas sesuai petunjuk Dinas Kesehatan
• Perlu dibuatkan Standar Pelayanan Minimal untuk Puskesmas satelit
maupun sebagai One Stop Service yang difasilitasi oleh Dirjen
Pelayanan Medik c/q Direktorat Kesehatan Jiwa
• Seluruh komponen program HR di Puskesmas dikelola oleh Dinas
Kesehatan sesuai dengan prioritas kegiatan
• Komputerisasi system informasi PTRM dalam koordinasi Direktorat P2PM
• Pengajuan pasien IDU yang tidak mampu untuk memperoleh Askeskin/SKTM
akan dikelola oleh Dinas Kesehatan setempat
• Dinas Kesehtan setempat akan memfasilitasi Puskesmas percontohan
untuk layanan PTRM di luar jam kerja.

(Sumber : Methadone Indonesia)

3 comments :

Dolly mengatakan...

Rekomendasi dari Konas metadon di bandung tahun lalu, hanya drama karya manusia lokal.. ga berjalan.

Anonim mengatakan...

Rekomendasi dari Konas tahun lalu ga ada yang berjalan, semua cuma drama dari setiap presentasi doang.

Anonim mengatakan...

ke mana tuh skarang konas itu berjalan..??? kami sbagai pasien tetap saja merasakan kepahitan dan kegetiran di saat menjalani program therapy rumatan ini. playanan yg bobrok, sistem yg acakadul, membuat banyak pasien menjadi strees dan di liputi kegamangan. program rumatan yg buka ga pernah ontime, dokter jaga yg jarang stand by, kurang nya program atau kegiatan pendampingan kesehatan untuk pasien tambah menambah ke sulitan pasien dalam menjalan kan therapy, belum lagi kegiatan- kegiatan penangkapan yg di lakukan aparat penegak hukum di lingkungan area therapy methadone msaih kerap terjadi... harus kemana lagi kami para pasien menaung dan berlindung, perlindungan seakan sudah tudak utuh lagi hingga mesti di pugar kembali.

Posting Komentar