gam 10Mahkamah berharap putusan hakim terhadap para pecandu narkoba berupa pengobatan atau perawatan di tempat rehabilitasi.

JAKARTA -- Mahkamah Agung meminta hakim tak menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap para pemakai narkoba. Mahkamah berharap putusan hakim terhadap para pecandu narkoba berupa pengobatan atau perawatan di tempat rehabilitasi.

Permintaan itu dituangkan dalam surat edaran Mahkamah kepada semua ketua pengadilan negeri dan pengadilan tinggi. Surat edaran itu diteken Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa pada 17 Maret lalu.

Pelaksana tugas Ketua Muda Pidana Khusus, Djoko Sarwoko, mengatakan memenjarakan pemakai narkoba bukan langkah tepat. Dilihat dari aspek kesehatan, pemakai narkoba dikategorikan orang sakit. "Mereka kan korban, sakit kok, makanya perlu pengobatan," kata Djoko di ruang kerjanya kemarin.

Menurut Mahkamah, hukuman penjara malah bisa berdampak negatif terhadap kejiwaan dan kesehatan pemakai narkoba. "Pemakai pertama dan pemakai di bawah umur kalau dihukum dan dicampur dengan terpidana lain bagaimana? Kan rusak mereka," ujar Djoko.

Menurut Mahkamah, hakim bisa mengganti hukuman penjara dengan rehabilitasi bagi pemakai narkoba dengan mengacu pada Pasal 41 Undang-Undang Psikotropika dan Pasal 47 Undang-Undang Narkotika. Kedua undang-undang itu menyebutkan hakim bisa memerintahkan pengguna psikotropik yang mengalami sindrom ketergantungan menjalani pengobatan atau perawatan di pusat rehabilitasi terdekat.

Namun, penggantian hukuman penjara dengan rehabilitasi hanya berlaku untuk terdakwa yang tertangkap tangan dengan barang bukti sekali pakai. Contohnya, saat tertangkap terdakwa membawa heroin atau putaw maksimal 0,15 gram, kokain dan morfin maksimal 0,15 gram, ganja paling banyak satu linting, ekstasi maksimal satu butir, serta sabu-sabu maksimal 0,25 gram.

Surat edaran Mahkamah ini juga tidak berlaku bagi para residivis, pengedar, dan produsen narkoba. Ketentuan lain, agar tak dipenjara, pemakai narkoba yang tertangkap harus mengantongi hasil uji laboratoris yang menyatakan positif memakai narkoba dan surat keterangan dari dokter jiwa atau psikiater. SUTARTO

(Sumber : http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/03/21/headline/krn.20090321.160230.id.html)

SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG NO 7 TAHUN 2009


gam 10

gam 10

gam 10

0 comments :

Posting Komentar