gam 10Pada bulan maret tahun 2009 bertepatan dengan 2 tahun berdirinya jaringan korban napza Jawa Timur – East Java Action (EJA). Kelompok korban napza mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia bahwasanya permasalahan napza tidak hanya terselesaikan melalui aspek hukum dengan pendekatan penegakkan hukumnya bagi pengguna napza. Melainkan, pendekatan pada semua aspek yang berspektif korban merupakan solusi yang tepat bagi pengguna napza itu sendiri. Aspek pendidikan,  kesehatan; pengobatan dan perawatan, social serta budaya merupakan beberapa aspek yang mereka perlukan. Oleh karena itu, sudah sangat jelas bahwa penerapan UU Narkotika dan Psikotropika telah menempatkan pengguna napza sebagai korban dari pelaksanaan kebijakan tersebut. Hal ini tentunya semakin menempatkan pengguna napza di tempat yang terpuruk, tertindas dan serta memprihatinkan dalam penanganannya.

gam 10Dengan adanya jaringan korban napza Jawa Timur, salah satu kegiatan yang di lakukan adalah melakukan gerakan-gerakan yang mendukung pemberdayaan pengguna napza atas permasalahan yang terjadi. Salah satu kegiatannya adalah untuk membongkar paradigma masyarakat untuk lebih sadar akan permasalahan napza. Pada kesempatan tersebut, EJA ingin menunjukkan bahwa dengan adanya eksistensi jaringan korban napza dapat meminimalisir pandangan masyarakat selama ini dengan menunjukkan bahwa pengguna napza dapat melakukan sesuatu hal yang positif, normal seperti orang pada umumnya dan berdaya terhadap masalahnya. Seperti halnya kegiatan bakti social yang di lakukan oleh EJA dengan pembagian sembako kepada pasukan pembersih sampah. Dimana kegiatan ini atas dasar kepedulian korban napza terhadap sesama, meskipun selama ini terdapat pandangan bahwa pengguna napza merupakan sampah masyarakat.

gam 10Pada kesempatan tersebut, EJA sekaligus menyampaikan rasa terimakasih kepada para dermawan yang telah menyisihkan uangnya untuk penggalangan dana yang telah di lakukan demi terlaksananya kegiatan. Terimakasih tersebut juga di tujukan kepada Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur, Badan Penanggulangan Napza dan AIDS Provinsi Jawa Timur, rekan-rekan LSM Napza dan HIV/AIDS serta jejaring populasi kunci Jawa Timur atas dukungan yang di berikan selama kegiatan tersebut. (Litbang EJA)

0 comments :

Posting Komentar