gam 10Di Negara Indonesia semenjak di implementasikan Undang-Undang Narkotika dan Psikotropika pada tahun 1997. Telah membuat dampak-dampak yang sangat berarti pada pengguna napza. Seperti halnya peningkatan jumlah tahanan dan narapidana kasus napza dalam lima tahun belakangan yang menyebabkan over kapasitas di penjara. Di Indonesia setidaknya telah memenjarakan 110,000 WNI atas kasus napza dimana lebih dari 70 persennya adalah pengguna napza. Prosentase pelanggaran kasus napza dibanding pelanggaran kasus lain terus naik dari 10.6% pada tahun 2002 menjadi 28.4% pada 2006.

gam 10Dalam peningkatan jumlah kasus tersebut, khususnya kasus narkoba dengan cara suntik, turut pula menyumbang tingginya kasus HIV di kalangan penghuni rumah tahanan negara (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Tercatat pada tahun 2006 terdapat 813 kematian napi dan tahanan dimana 70-75%-nya merupakan napi/tahanan kasus napza.

Sementara itu, meningkatnya besaran kasus tersebut turut pula meningkatkan peluang penyiksaan dan perlakuan semena-mena aparat terhadap para pengguna napza. Penyiksaan dan perlakuan tersebut telah banyak dilakukan terhadap tersangka pelanggar hukum maupun mereka yang sudah divonis hukuman oleh pengadilan. Ketertindasan dan rasa tidak aman akibat stigma sebagai pelaku tindak kejahatan masih melekat pada diri pengguna napza. Tak hanya penyiksaan fisik yang dialami, menyadari tindakan pemakaian napza sebagai kambuhan walaupun sudah dihukum penjara, sejumlah aparat penegak hukum pun memanfaatkan pengguna napza sebagai mata pencaharian tambahan. Tindakan menjebak dan memeras mantan pelanggar kasus napza terus marak terjadi, dengan memanfaatkannya untuk menjerat pengguna napza lainnya yang dikenal. Sedangkan disisi lain, merupakan hak warga negara untuk mendapat perlindungan dari kesewenangan dan penyiksaan aparat walaupun ketika terbukti melakukan suatu tindak kejahatan. Hal inilah yang merupakan dampak-dampak perang terhadap napza. Sehingga, dalam hal ini pengguna napza adalah korban dari kebijakan tersebut.

Maka dari itu, melihat permasalahan yang terjadi pada pengkriminalan pengguna napza akibat dari penerapan kebijakan tersebut, semenjak tahun 2006 dengan berdasarkan atas ketidakadilan yang di alami pengguna napza. Terbentuklah kelompok-kelompok pengguna napza di Indonesia pada tingkatan provinsi yang bertujuan untuk pemberdayaan komunitas pengguna napza di wilayahnya dalam merubah kebijakan publik yang tidak berpihak kepada mereka. Dalam perjalananya, gerakan masing-masing kelompok telah melakukan kerjasama dengan bantuan hukum di wilayahnya masing-masing dalam melakukan kegiatan advokasi sistem hukum.

Dengan pertimbangan tersebut, maka diperlukannya pertemuan bersama antara masing-masing kelompok dengan bantuan hukumnya untuk dapat merefleksikan kegiatan advokasi system hukum yang telah dilakukan guna mendapatkan strategi bersama dalam melakukan perubahan kebijakan public. Baik itu, pada nantinya dapat berguna di wilayah masing-masing maupun pada skala nasional dalam menentukan gerakan yang dilakukan secara bersama-sama.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan solusi yang tepat bagi permasalahan pengguna napza dalam sistim hukum dan mencari presepsi bersama untuk penangganan dari aspek hukum dan kesehatan. Hasil dari kegiatan ini adalah untuk membuat langkah strategi advokasi bersama berikut langkah-langkah kerjanya. Adapun hasil-hasil yang telah di keluarkan dalam pertemuan tersebut adalah rencana kerja Judicial Review, Amandemen UU Napza, Class/Legal Action, Vonis Rehabilitasi, Kasus Kekerasan Aparat dan Perda Narkoba. Dari kegiatan di atas akan di lakukan secara bersama oleh kelompok Korban Napza Performa-Jawa Tengah, EJA-Jawa Timur dan IKON-Bali. (Litbang EJA)






2 comments :

Anonim mengatakan...

Acara debat RUU pro rakyat vs pro bandar kenapa nggak ditampilkan di sini, EJA?

Kita ingin tahu hasilnya seperti apa karena kita ingin melaksanakannya juga di Karawang. Terima kasih

Noni

EJA mengatakan...

Masih dalam proses pembuatan.
mohon maaf tenaga kelompok kita juga sangat terbatas...

Terimakasih atas responnya.

Posting Komentar