gam 10Surabaya, Bappeprop Jatim
Salah satu cara yang dapat digunakan pemerintah mengatasi peredaran narkoba adalah dengan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Akan tetapi bagaimana jadinya jika dana dalam untuk melakukan sosialisasi anti narkoba menjadi minim.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Seksi Napza Dinas Kesehatan Jatim Dra Suwarti, Apt MKes. Menurutnya, dana berbanding lurus dengan pencapaian hasil yang akan ditetapkan.

’’Tidak mungkin, jika dana yang diberikan pemerintah dalam sosialisasi anti narkoba cukup, maka hasil yang didapat kurang maksimal. Hasil kurang maksimal dengan dana yang cukup dapat terjadi manakala dalam pengelolaanya tidak baik,’’ jelasnya.

Pihaknya menjelaskan, sedikit dan banyaknya dana yang digunakan dalam sosialisasi gerakan anti narkoba sangat menentukan hasil yang akan dicapai.
‘’Kalau kita menginginkan hasil yang maksimal, maka kita harus mau mengeluarkan dana yang cukup,’’ tuturnya. Lebih lanjut pihaknya menyatakan, selama ini dana yang diberikan pemerintah kepada Dinkes Jatim dalam sosialisasi gerakan antinarkoba dinilai kurang layak atau sangat minim.
Hal ini dapat dilihat dari total anggaran yang diberikan pemerintah untuk melakukan sosialisasi antinarkoba dalam satu tahun sebesar Rp100 Juta. Dengan nominal nilai Rp100 juta untuk 38 kota/kabupaten se-Jatim dapat dipastikan hasilnya kurang memuaskan. Jadi dana untuk masing-masing kota/kabupaten hanya sebesar Rp 2.350.000 per tahunnya.
‘’Seharusnya untuk kebutuhan dana untuk satu kota/kabupaten dalam satu tahun sebesar Rp50 juta dan kalau kita hitung anggaran untuk 38 kota/kabupaten semestinya Rp1,9 miliar,’’ terangnya.
Ditambahkannya, dana Rp50 juta ini kalau diturunkan dalam bentuk kegiatan akan beraneka raga sebab dengan dana sebesar Rp50 Juta Dinkes Jatim dapat menyentuh seluruh elemen masyarakat mulai dari level rendah, sedang dan tinggi.
‘’Sampai saat ini program yang dijalankan Dinkes Jatim dalam melakukan sosialisasi gerakan anti narkoba hanya sebatas numpang atau nunut di Puskesmas. Hal ini terjadi karena dana yang diberikan pemerintah kepada Dinkes Jatim relatif sedikit dibandingkan dari jumlah kegiatannya,’’ tuturnya. Kedepan, pihaknya berharap semoga dengan penambahan dana dari pemerintah dapat memberikan semangat bagi Dinkes dalam melakukan sosilisasi gerakan anti narkoba. (dna/bhi)

(Sumber : http://www.bappeprop-jatim.go.id/news.php?view=178)

0 comments :

Posting Komentar