gam 10Jakarta, RMOL. Di tengah perang terhadap bahaya narkoba, pemerintah Meksiko malah "menghalalkan" kepemilikan marijuana, kokain, dan heroin maksimal lima gram.

Para jaksa menyebut kebijakan tersebut untuk menghentikan kecenderungan polisi untuk melakukan korupsi setiap kali menangani kasus kepemilikan narkoba. Mereka biasanya memeras para pengguna narkoba pemula atau yang terjebak dalam dunia candu secara tidak disengaja.


Selain itu UU juga mengatur tentang pemberian terapi pemulihan dari ketergantungan secara gratis kepada para pengguna. Pemerintah berharap dengan kelonggaran kepemilikan atas narkoba tersebut, pihaknya bisa mengontrol perkembangan penggunaan candu di Meksiko.

"Kebijakan ini bukanlah legalisasi (narkoba). Tapi mengatur kepemilikan dan memberikan warga negara kepastian hukum lebih luas," ujar Bernardo Espino del Castilo dari Kejaksaan Agung seperti dilansir AFP.

UU baru tersebut mengatur jumlah maksimal penggunaan narkoba secara pribadi. Termasuk LSD (Lysergic Acid Diethylamide) dan methamphetamine. Jadi orang yang memiliki bahan-bahan obat berbahaya. [hta]

Sumber :
http://www.rakyatmerdeka.co.id/internasional/2009/08/23/6804/Meksiko-Halalkan-Narkoba



Kerepotan, Mexico Legalisasi Kepemilikan Narkotika
Sabtu, 22 Agustus 2009, 14:23:14 WIB
Laporan: Aldi Gultom

Jakarta, RMOL. Pemerintah Mexico telah menetapkan dekriminalisasi atas kepemilikan narkotika, termasuk kokain dan heroin.

Tentu saja mereka yang lolos adalah yang hanya memiliki dalam jumlah tertentu. Kebijakan ini diberlakukan di tengah program perang terhadap narkotika di Mexico yang merenggut 11 ribu nyawa selama tiga tahun terakhir. Kejaksaan Mexico membantah hal itu mengarah pada legalisasi kepemilikan besar. Namun, sebagai pencegahan agar para polisi korup tidak mencari-cari kesalahan dari pemakai skala ringan dan memberikan jalan bagi pengobatan korban narkotika.

Kantor Kejakasaan Agung Mexico, seperti dirilis BBC, mengatakan sebelumnya petugas polisi bisa memilih apakah akan menahan atau sekedar memperingatkan para pemakai skala ringan yang tertangkap. Hukum sangat membuka peluang adanya pemerasan terhadap pemakai.

Sejak tiga tahun lalu Presiden Colderon menggunakan kekuatan militernya untuk membekuk kartel narkotika dan hampir 100 ribu warga Mexico ditangkap dan dijerat sanksi ringan atas kepemilikan sejumlah kecil narkotika. Tentunya ini menjadi beban para penegak hukum dan mempersempit waktu mereka untuk menangkap bandar-bandar besar. [ald]

Sumber:
http://www.rakyatmerdeka.co.id/internasional/2009/08/22/6801/Kerepotan,-Mexico-Legalisasi-Kepemilikan-Narkotika


Meksiko Izinkan Warga Miliki Narkoba
Sabtu, 22 Agustus 2009

MEXICO CITY (BP) - Pemerintah Meksiko mengeluarkan kebijakan di luar kepatutan. Di tengah perang terhadap bahaya narkoba, pemerintah ”menghalalkan” kepemilikan marijuana, kokain, dan heroin maksimal 5 gram.

Para jaksa menyebut kebijakan tersebut untuk menghentikan kecenderungan polisi untuk melakukan korupsi setiap kali menangani kasus kepemilikan narkoba. Mereka biasanya memeras para pengguna narkoba pemula atau yang terjebak dalam dunia candu secara tidak disengaja.

Selain itu UU juga mengatur tentang pemberian terapi pemulihan dari ketergantungan secara gratis kepada para pengguna. Pemerintah berharap dengan kelonggaran kepemilikan atas narkoba tersebut, pihaknya bisa mengontrol perkembangan penggunaan candu di Meksiko.

”Kebijakan ini bukanlah legalisasi (narkoba). Tapi mengatur kepemilikan dan memberikan warga negara kepastian hukum lebih luas,” ujar Bernardo Espino del Castilo dari Kejaksaan Agung.

UU baru tersebut mengatur jumlah maksimal penggunaan narkoba secara pribadi. Termasuk LSD (Lysergic Acid Diethylamide) dan methamphetamine. Jadi orang yang memiliki bahan-bahan obat berbahaya itu dalam jumlah tertentu, tidak lagi menghadapi ancaman hukuman.

Espino menambahkan, dalam praktiknya, pemakai narkoba dalam jumlah kecil tidak pernah mendapat tuntutan hukum. Berdasarkan UU sebelumnya, semua kasus kepemilikan narkoba dianggap melanggar hukum. Namun ada perlakuan khusus bagi pecandu yang tertangkap dengan barang bukti narkoba dalam jumlah kecil.

”Kita tidak bisa menghukum seseorang yang memiliki satu dos narkoba, karena orang itu menyatakan bahwa mereka sedang kecanduan,” katanya. Meski ada aturan tersebut, lanjut Espino, polisi biasanya tetap menjerat mereka dengan hukum dan berharap bisa mendapatkan uang sogokan dari pera tersangka.

”Yang bahaya adalah, aturan tersebut memberikan keleluasaan bagi penyidik (atau polisi untuk menentukan kasus tersebut bisa diteruskan ke meja hijau atau tidak, Red). Hal itu membuka peluang terjadinya korupsi dan pemerasan,” tandasnya.


Batasan maksimal kepemilikan atau penggunaan secara pribadi narkoba dalam UU baru tersebut adalah 5 gram untuk marijuana. Setengah gram untuk kokain, atau setara dengan 4 “garis?. Jenis narkoba lainnya adalah heroin maksimal 50 miligram, 40 miligram untuk methamphetamine, dan 0,015 miligram untuk LSD. (jpnn)

Sumber:
http://m.batampos.co.id/content/view/994/131/


1 comments :

Alex mengatakan...

Sudah saatnya indonesia mengadopsi kebijakan seperti mexico, supaya aparat hukum tidak bertindak semena-mena terhadap korban napza. ntr kalo semena-mena ngakunya bilangnya oknum, padahal itu sudah tersistematis (baca:diuntungkan). Coba aja hitung berapa biaya korban ketika saat di tangkap dari tingkat kepolisian hingga pemberian vonis hukuman di pengadilan sampai pelaksanaan esekusi di rutan/lapas?. biaya tersebut, saat ini bisa di samakan dengan harga beli mobil keluaran tahun 2000an. hebat!!!, tapi hasilnya buat korban napza sendiri, setelah keluar dari penjara, bisa lebih ahli dari sebelumnya, bahkan bisa menjadi pelaku kriminal lainnya karena sewaktu di dalam penjara mereka tercampur dengan napi lain hingga akhirnya...jawab sendiri dah!!, kebijakan yang tidak melindungi rakyatnya!!!

Posting Komentar