gam 10SURABAYA - Pengguna narkoba di Jatim terus menunjukkan tren meningkat. Dari tahun ke tahun angkanya semakin memprihatinkan. Untuk tahun ini, selama sembilan bulan, dari Januari hingga September, jumlah kasus narkoba yang ditangani mencapai 2.048 kasus dengan 2.650 orang tersangka.

Karena banyaknya kasus narkoba itu, jumlah tahanan polisi kini tak lagi didominasi pelaku kejahatan jalanan. ''Ini sangat mengejutkan. Ternyata, 80 persen sel polisi adalah pelaku narkoba,'' kata Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jatim Saifullah Yusuf.

Dia menyebutkan, peningkatan kasus narkoba terekam setidaknya dalam durasi lima tahun terakhir. Pada 2005, kasus yang ditangani adalah sebanyak 1.492 kasus dengan 2.009. Dua tahun berikutnya (2007), angkanya naik menjadi 2.255 kasus dengan 2.789 tersangka.

Sedangkan pada 2008, kasus narkoba yang ditangani kepolisian memang menurun jadi 2.525 kasus. namun, jumlah tersangkanya naik jadi 3.287 orang. ''Sedangkan selama 2009, data hingga September lalu tercatat ada 2.048 kasus dengan 2.650 tersangka,'' ujar Wakil Gubernur Jatim itu usai menerima studi banding Pemprov Bangka Belitung, kemarin.

Cara yang ditempuh oleh BNP adalah meningkatkan kerja sama dengan Polda. Saifullah menyebutkan bahwa pihaknya sudah membuat MoU (Memorandum of Understanding) mengenai pemberantasan narkoba tersebut. ''Intinya, Polda Jatim lebih giat melakukan operasi penyuluhan narkoba,'' jelas mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) itu.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kasus narkoba sudah banyak menyerang berbagai kalangan, baik kalangan profesi maupun kalangan anak-anak hingga dewasa. Pada 2007 misalnya. Tersangka kasus narkoba yang dilakukan oleh PNS/TNI/Polri sebanyak 49 kasus, swasta sebanyak 2.142, mahasiswa 52 kasus dan pelajar 17 kasus.

Grafiknya meningkat tajam pada tahun 2008. Tersangka kasus narkoba yang menyangkut PNS/TNI/Polri sebanyak 216 kasus, swasta sebanyak 2.517 kasus, mahasiswa 44 kasus dan pelajar 31 kasus.

Berdasar jenjang pendidikan, pengguna narkoba yang terbanyak adalah remaja dengan jenjang pendidikan SMA sebanyak 2.586 kasus. Sedangkan yang mengenyam pendidikan SLTP sebanyak 555 kasus, SD 85 kasus dan Perguruan Tinggi 61 kasus.

''Yang bikin prihatin lagi, mayoritas pelaku penyalahgunaan narkoba itu termasuk usia produktif, yakni antara 16-19 tahun sebanyak 155 kasus, 20-24 tahun sebanyak 629 kasus, 25-29 tahun sebanyak 903 kasus,'' ucap pria yang akrab dipanggil Gus Ipul itu. (fid/dos)

(Sumber :http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=104867)


0 comments :

Posting Komentar