gam 10"Ilmuwan Telah Mengisolasi dan Mengidentifikasi sembilan Cannabinoid Baru yang Memiliki Fungsi Anti-jamur, Anti-bakteri dan Berbagai Jenis Aktifitas Biologis Lainnya."

By Yun Xie | Last updated April 7, 2009 9:27 AM CT
Manusia telah menggunakan ganja (cannabis) selama ribuan tahun untuk keperluan perawatan medis, tujuan spiritual, membuat tekstil, dan alasan-alasan lain. Baru-baru ini, ahli kimia telah mengisolasi banyak jenis cannabinoid, metabolit pada cannabis sativa (ganja), dan telah mendeskripsikan aktifitas biologinya. Sebagai contoh, beberapa cannabinoid memiliki efek kuat terhadap bakteri yang kebal pada berbagai jenis obat dan beberapa efektif terhadap rasa sakit. Struktur dari cannabinoid yang diketahui juga menginspirasi ahli kimia untuk membuat zat kimia sintetis untuk meniru aspek-aspek tertentu dari fungsinya, seperti mengurangi rasa sakit, memberikan efek medis yang kuat sambil menghindari efek sampingnya negatifnya.

Walaupun banyak kerja telah dilakukan terhadap tanaman ganja, ilmuwan belum juga dapat mengidentifikasi seluruh jenis canabinoid, begitu banyak kelompok peneliti terus menerus berusaha mengidentifikasi dan mengkategorikan kimia pada ganja. Samir Ross dari Universitas Mississippi memimpin salah satu kelompok tersebut dalam rangka penemuan dari sembilan jenis cannabinoid baru, dan mereka mempublikasikan struktur dan aktifitas biologis dari zat-zat kimia ini dalam artikel di “Journal of Natural Products” (“Jurnal Hasil-hasil Alam”).

Para peneliti menanam dari biji Mexican Cannabis Sativa yang memiliki potensi tinggi dan memanen seluruh bunga dari tanaman wanita yang sudah matang. Mereka kemudian melakukan ekstraksi kimia dan prosedur pemurnian pada material tanaman untuk mengisolasi sembilan jenis cannabinoid. Kemudian mereka menentukan struktur molekul dari zat kimia baru ini dengan berbagai jenis teknik, termasuk 1D dan 2D NMR, UV, dan HRESIMS (High Resolution Electron Spray Ionization Mass Spectra).

Setelah menemukan struktur kimianya, penting untuk mengetahui bagaimana molekul-molekul ini bisa berguna dalam istilah kegunaan medis. Kabar baik pertama adalah bahwa tidak ada dari cannabinoid ini yang beracun bagi sel-sel yang diekstrak dari ginjal African Green Monkey, yang berarti bahwa mereka memiliki potensi sebagai obat-obatan. Pada inspeksi lebih lanjut, beberapa dari senyawa ini bahkan memiliki aktifitas biologis yang juga penting.

Senyawa 5 memiliki aktifitas “antileishmanial” yang kuat, yang membuatnya menjadi kandidat terhadap leishmaniasis, penyakit parasitis yang disebarkan oleh gigitan sandfly. Senyawa 8 efektif dalam membunuh Staphylococcus Aureus, yang sering menjadi penyebab infekssi staph, dan senyawa 7 memiliki aktifitas yang baik terhadap Candida albicans, jamur yang menyebabkan orang menderita infeksi oral dan kelamin. Cannabinoid lain secara biologi tidaklah seaktif senyawa-senyawa ini, tetapi mereka semua memiliki beberapa potensi kegunaan obat. Sebagai contoh, senyawa 2 dan 6 efektif dalam tingkat sedang terhadap MRSA, dan senyawa 1 memiliki aktifitas anti malaria.

Identifikasi dari cannabinoid- cannabinoid yang relevan secara biologis ini akan memberikan ahli kimia hasil-hasil alam ide baru bagi obat di masa depan. Bahkan senyawa yang tingkat aktifitasnya paling rendah dapat menjadi berguna, sebagaimana ahli kimia dapat membuat modifikasi terhadap struktur yang membuat mereka menjadi lebih kuat.

***

Terjemahan dari :
http://arstechnica. com/science/news/2009/ 04/new-biologically-active- compounds-from-cannabis. ars
sumber : Journal of Natural Products, 2009. DOI: 10.1021/np900067k

(Sumber : Heru Pribadi di mailinglist napza_indo)


0 comments :

Posting Komentar