gam 10Setelah di sahkan UU Narkotika pada tanggal 14 September 2009 oleh DPR RI. Masyarakat sipil Jawa Timur yang peduli terhadap permasalahan napza mengadakan pertemuan bersama dalam merespon UU ini yang di adakan bertempat di Yayasan Bina Hati Surabaya dengan melibatkan 10 orang peserta. Para peserta ini terdiri dari Sudiro Husodo, Pepeng dan Temma yang berasal dari Yayasan Bina Hati, Asep dan dono yang berasal dari Yayasan Bambu Nusantara Madiun, Rudhy Sinyo – EJA, Dita dan Anggi – Yakita Surabaya dan Bpk Hery – Fak. Fisip UNAIR. Pertemuan yang semula di agendakan melibatkan 15 orang, terdapat ketidakhadiran baik yang telah mengkonfirmasi maupun tidak. Ketidak hadiran peserta ini berasal dari perwakilan Yayasan Sadar Hati Malang, KKPHH Banyuwangi, Yayasan Media, Bantuan Hukum dan Praktisi kesehatan .

Pertemuan ini di rencanakan untuk mengagendakan dalam membahas pasal-pasal yang di nilai tidak berpihak kepada masyarakat. Namun, perjalanan diskusi berkembang dengan brainstorming terhadap permasalahan yang akan di hadapi nantinya termasuk solusi/konstribusi yang dapat di lakukan oleh masyarakat sipil di daerah. Pada akhirnya, pertemuan ini mensepakati kepada pembentukan sebuah wadah guna merespon UU secara sistematis. Pada pertemuan tersebut telah di bentuk sebuah wadah yang bernama Aliansi MAJEMUK (Masyarakat Jawa Timur Merespon UU Narkotika). Pembentukan ini bersifat ad hock dengan mempunyai organ-organ sederhana yang dapat mendukung kegiatan aliansi ini. Organ-organ ini terdiri dari koordinator, sekretaris, bendahara dan divisi: Kajian pasal-pasal; Mobilisasi; Dana/Fundraising.

Dalam menentukan arah di dalam wadah ini, aliansi telah memiliki 2 pilihan target tujuan. Pilihan pertama yaitu target jangka pendek dengan tujuan terdapatnya usulan pasal-pasal berikut kajiannya yang akan di sampaikan pada tingkat nasional serta mendorong aparatur pemerintah daerah /masyarakat melalui advokasi dan kampanye untuk dapat memberikan dukungan. Sedangkan pilihan kedua yaitu jangka panjang dengan mempertimbangkan peta respon nasional jika belum menentukan sikap langkah dalam mendukung gerakan bersama dari daerah untuk merespon UU ini. Pilihan kedua ini akan di mungkinkan terlibat langsung menjadi pemohon/penggugat Judicial Review.

Adapun agenda jangka pendek yang telah di sepakati sebagai kegiatan yang dapat di lakukan saat ini adalah :

1. Menginventarisir pasal-pasal UU Narkotika yang di usulkan untuk di rubah oleh para anggota aliansi dengan melalui format bagan yang telah di tentukan untuk segera di tabulasi dan di kirimkan melalui email kepada divisi kajian pasal-pasal (sementara akan di tabulasi oleh koordinator untuk dapat segera di serahkan kepada divisi)

2. Anggota aliansi mencari mitra yang dapat mendukung di masing-masing wilayahnya termasuk dari pihak media. Koordinator akan menyiapkan draft dukungan yang dapat dijadikan legitimasi dalam mendukung gerakan ini, baik yang berasal dari perorangan maupun institusi. Selain itu, mobilisasi dukungan ini akan dilakukan baik melalui email/media, dll maupun kontak secara langsung. Harapan dari kegiatan ini, mitra potensial dapat terlibat pada pertemuan selanjutnya dan kegiatan-kegiatan yang telah di rencanakan termasuk memberikan dukungan logistik.

3. Pertemuan lanjutan aliansi dalam pembahasan perumusan usulan pasal-pasal berikut kajiannya dan rencana aksi jangka pendek. Kegiatan ini dimungkinkan dapat di tingkatkan hingga pembuatan naskah gugatan (pilihan; menunggu respon nasional). Dalam pertemuan ini di harapkan telah terdapat pasal-pasal yang di usulkan dan RTL kegiatan aksi advokasi dan kampanye.

4. Advokasi dan kampanye dengan sasaran tujuan kepada DPRD Tkt 1 dan atau kantor gubernuran (dapat bersamaan, mengingat jarak gedung 500M). Di harapkan tujuan kegiatan ini dapat memperoleh dukungan legislatif dan pemerintahan Jawa Timur terutama publikasi ke masyarakat mengenai tujuan kegiatan ini. Target kampanye ini di harapkan memenuhi hingga >| 200 orang korban napza turun jalan dan dapat bertemu ketua dewan atau wagub Jatim.

5. Pendanaan kegiatan ini akan melalui fundraising dan konstribusi dari anggota aliansi.

Demikian informasi terbatas yang dapat bagikan dari pertemuan merespon UU Narkotika di Jawa Timur. Menginggat komitmen ini mempunyai tujuan melindungi masyarakat terutama korban napza dalam pemenuhan HAM atas kekuatan penuh negara, maka mohon dukungan akan kegiatan yang akan dilakukan ini.

Surabaya, 8 Oktober 2009
a/n seluruh anggota aliansi

Koord. Aliansi Majemuk

(Sumber : Rudhy Sinyo)



0 comments :

Posting Komentar