gam 10Surabaya (beritajatim.com) - Setelah digeruduk puluhan mantan pecandu narkoba dari Persatuan Korban Napza Indonesia dan East Java Action, Komisi A DPRD Jatim keder juga.

Mereka berjanji akan mendiskusikan tuntutan pembuatan raperda tentang pengurangan dampak buruk penggunaan narkoba. Diskusi ini melibatkan para tim ahli, LSM bergerak di bidang narkoba dan HIV/AIDS serta kepolisian.

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Sabron Djamil Pasaribu ditemui di kantornya, Senin (8/2/2010) mengatakan, raperda tersebut memang sangat diperlukan untuk mencegah meluasnya peredaran dampak narkoba.

"Saya akan membuat inisiatif raperda itu secepatnya," kata Sabron.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Jatim, Priyono menjelaskan, Indonesia saat ini menjadi negara terbesar nomor 3 di dunia kasus percepatan penularan HIV/AIDS, setelah India dan Pakistas.

"Di Asia, Indonesia malah jadi nomor satu. Ini fakta yang sangat menyedihkan," imbuhnya.

Ketua East Java Action (EJA) Jatim Rudhy Wedhasmara menambahkan, selama belum adanya perda terkait Napza, para pengguna napza yang mayoritas hanyalah korban sering dijadikan objek kriminalisasi.

"Polisi selalu menangkap para pecandu. Padahal pecandu itu adalah korban peredaran narkoba yang saat ini masih terus terjadi," pungkas Rudhy yang juga mantan pecandu ini.[tok/ted]

(Sumber : http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2010-02-08/56281/__Jatim_Segera_Miliki_Perda_Anti_Napza)

0 comments :

Posting Komentar