gam 10Mantan Pecandu Narkoba Unjuk Rasa di DPRD Jatim
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Surabaya - Masih dianggap pecandu dan pelaku kriminal, membuat sekitar 25 orang mantan pecandu napza berunjuk rasa. Aksi unjuk rasa dilakukan di depan Gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura.

"Kami adalah korban, bukan kriminal," kata Koordinator Aksi, Syamsul Arifin, dalam orasinya, Senin (8/2/2010).

Menurut Syamsul, perlakuan yang tepat terhadap para pengguna napza adalah rehabilitasi, bukan penjara. Penjara bukanlah jawaban atas permasalahan. Problema napza bukanlah sekedar masalah pelanggaran hukum semata melainkan telah menjadi masalah sosial yang krusial dan harus ditangani secara terpadu dan lintas sektoral.

Rehabilitasi adalah salah satu cara atau penanganan bagi pecandu napza agar tidak kembali ke kebiasaan lama sehingga secara efektif memutus mata rantai dampak sosial pemakaian napza. "Yang layak dihukum adalah pengedar dan produsennya," tambah Syamsul.

Atas dasar tersebut, arah kebijakan yang selayaknya dikembangkan dalam mencegah atau mengurangi peredaran napza adalah, penanggulangan dan penanganan korban harus melibatkan pemerintah, masyarakat, keluarga LSM dan organisasi yang berbasis komunitas.

Usaha itu harus didukung proses penegakan hukum yang konsisten, berkeadilan dan terpadu dengan membedakan antara pengguna, pengedar dan produsen.

Komitmen semua pihak menjadi basis utama usaha penanggulangan dan penanganan korban napza. Upaya lainnya mengurangi dampak buruk penyalahgunaan napza melalui program rehabilitasi, pengobatan ketergantungan napza, penyediaan layanan kesehatan, layanan informasi, dan pendidikan pengurangan dampak buruk penyalahgunaan napza.

Sejak 1997 hingga akhir 2008, tercatat 175.535 orang tertangkap dan dipenjarakan atas kasus napza. Ironisnya, 73 % kasus itu adalah pengguna, 25 % pengedar dan hanya 2 % produsen. (iwd/wln)

(Sumber : http://surabaya.detik.com/read/2010/02/08/115834/1295023/466/mantan-pecandu-narkoba-unjuk-rasa-di-dprd-jatim)

0 comments :

Posting Komentar