gam 10suarasurabaya.net| Mantan pecandu narkoba dan zat adiktif (napza) protes kebijakan penanganan Napza yang tidak manusiawi di Jawa Timur. “Para pemakai seringkali disamakan dengan pengedar. Bahkan saat pemeriksaan, mereka diperlakukan buruk. Padahal pemakai itu sesungguhnya adalah korban yang penanganannya berbeda dengan pengedar,” kata seorang pengunjukrasa saat berdemo di depan gedung DPRD Jawa Timur.

M. SYAMSUL ARIFIN Koordinator East Java Action pada suarasurabaya.net, Senin (08/02) mengatakan aksi ini digelar untuk mengawal proses pembuatan Raperda tentang Pengurangan Dampak Buruk Penyalahgunaan Napza di DPRD Jatim.

“Kami ingin pembahasan raperda ini dilakukan secara konprehensif dengan mengikutsertakan berbagai perspektif, khususnya pendekatan hukum, kesehatan masyarakat, dan dimensi sosial kemasyarakatan lainnya agar outputnya juga efektif menjadi solusi penanganan dampak,” paparnya.

Para aktivis dalam unjukrasa itu juga membagikan pamflet sosialisasi tentang bahaya napza kepada pengguna Jl. Indrapura.(edy)

Teks Foto :
- Aktivis East Java Action berunjukrasa di depan gedung DPRD Jatim
Foto : EDDY suarasurabaya.net

(Sumber : http://www.suarasurabaya.net/v05/kelanakota/?id=5d37bd58f1555b7a1064719b425029eb201073610)

0 comments :

Posting Komentar