Surabaya – Tidak seperti pagi biasanya di PTRM RSUD Dr Soetomo (14/2) yang biasanya klien sedari pagi nongkrong dengan berkelompok yang kemudian terdengar suara sayup-sayup “punya uang berapa?, lalu suara semakin mengeras dan terdengar gaduh dengan di akhiri kata “ayo berangkat...”. Namun, di pagi itu yang bertepatan dengan hari kasih sayang, suasana sangat berbeda. Letak Klinik PTRM yang berada di belakang Rumah Sakit itu telah berjajar dua buah tenis meja, suasana semakin lengkap tatkala klien metadon datang dengan di balut kaos kutang olah raga.


Suasana semakin meriah dengan kedatangan Arif Afandi selaku wakil walikota Surabaya. Dalam sambutannya “kegiatan-kegiatan positif seperti lomba tenis meja ini dapat membuat diskriminasi terhadap pecandu dapat berkurang” paparnya. Sambil setelah itu mencoba kemampuan tenis mejanya melawan salah satu peserta lomba. Diakhir sambutannya, wakil walikota surabaya ini memberikan bantuan sejumlah 1 Jt untuk menambah nominal uang bagi pemenang juara. Sementara itu, panitia lomba yang berasal dari klien metodon ini telah menyiapkan piala dan sejumlah uang untuk pemenang lomba dari kantong iuran kasnya. Koordinator Metadon Treatment Care Surabaya (MTC) - Bambang Purnomo mengatakan bahwa pelaksanaan lomba ini mendapatkan dukungan dari beberapa pihak diantaranya adalah klinik PTRM Dr Soetomo, Yayasan Orbit, Yayasan Bina Hati dan EJA.


Selain menerima dukungan, beberapa pihak tersebut masing-masing menurunkan personelnya untuk berpartisipasi mengikuti lomba. “Saya mengikuti lomba ini bukan untuk mencari menang tetapi hanya memeriahkan ” ujar Rollys, salah satu peserta dari EJA. Di samping itu, Rollys menegaskan bahwa lomba seperti ini lebih bermanfaat ketimbang acara seperti hari AIDS sedunia yang sekedar peringatan, namun manfaatnya sulit terukur bagi kelompok beresiko. Sehingga manfaat acara ini sangat terlihat dapat menyehatkan peserta lomba, sedang kalau peringatan, bisa jadi berbalik mendiskriminasi orang terinfeksi HIV jika acara-acara tersebut tidak memiliki konsep yang jelas. Diakhir lomba, pemenang juara satu di raih Yayasan Genta Surabaya, kemudian disusul dari pengacara MTC dan EJA. Pemberian hadiah ini diberikan langsung oleh dr Sutjipto, Spkj selaku ketua klinik PTRM Dr Soetomo.

(Sumber : EJA)













0 comments :

Posting Komentar