gam 10SURABAYA, KOMPAS.com - Massa yang menamakan dirinya Persatuan Korban Napza (Narkotika, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya) berunjuk rasa di DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (8/2/2010). Mereka menyuarakan penolakan kriminalisasi pengguna narkotika.

Dalam orasinya, mereka menilai selama ini pemberantasan narkotika lebih banyak untuk memenjarakan para pengguna. Sejak 1997 hingga 2008, sekitar 128.000 pengguna dipenjara. Sebaliknya, ada sekitar 43.000 pengedar dan 3.500 produsen narkotika di penjara.

Pembinaan terhadap pengguna nyaris tidak ada. Penanganan terhadap mereka hanya memasukkan penjara. Akibatnya, mereka tetap menjadi pengguna setelah keluar dari penjara karena tidak ada upaya rehabilitasi untuk mengatasi ketergantungan terhadap narkotika.

Dampak narkotika tidak berhenti pada kecanduan saja. Penggunaan alat suntik tidak steril menambah potensi penyebaran HIV dan hepatitis C. Di Indonesia, sekitar 40 persen pengidap HIV/AIDS diketahui sebagai pengguna narkotika suntik.

Selain itu, angka kematian pengguna narkotika cukup tinggi. Setiap jam tercatat dua pengguna mati di Indonesia. Selain karena overdosis, ada juga yang diakibatkan kualitas narkotika yang beredar tanpa pengawasan.

(Sumber: http://regional.kompas.com/read/2010/02/08/12545978/Tolak.Kriminalisasi.Pengguna.Narkotika)


0 comments :

Posting Komentar