Jakarta - Pertemuan evaluasi dalam meninjau pelaksanaan bantuan hukum bagi komunitas korban napza di selengarakan di Wisma Kosgoro (3/3) kantor pusat HIV Coorporation Program for Indonesia (HCPI) Jakarta. Pertemuan di buka oleh James Blogg sebagai Advisor program Harm Reduction. Dalam sambutannya, orang warga negara australia ini menyampaikan tiga hal terkait pendekatan baru, pengaturan peralihan dan efektivitas layanan dalam wilayah permasalahan napza. Selain itu, contoh kasus dan penerapan dari negara berkembang dan maju di sampaikan pada pertemuan itu untuk menjadi refleksi seluruh peserta. Dengan berbahasa Indonesia terbata-bata, "diversi pengguna napza tidak hanya vonis rehabilitasi melainkan perawatan secara luas termasuk didalamnya pemberian terapi subtitusi oral metadon" paparnya.


Diruang rapat ukuran 3X4 meter tidak menghalangi semangat peserta dengan seksama mengikuti proses kegiatan. Peserta yang berasal dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Nasional di tambah dari komunitas korban napza Jawa Timur dan Banten berikut bantuan hukumnya ini mengagendakan pembahasan dalam mensikapi permasalahan napza tingkat nasional dan kerja-kerja yang dapat dilakukan di daerah.

Simplexius Asa sebagai fasilitator pertemuan itu memberikan gambaran hukum pidana dan hukum administratif dari sudut pandang instrumen yang ada mengenai kebijakan napza. "Ini merupakan hal dasar yang harus di ketahui oleh teman-teman" ujarnya sambil memberikan kesempatan pada para peserta untuk berpikir secara sistematis dalam melakukan tindakan advokasinya.

Pertemuan ini pada akhirnya memberikan lima buah keluaran yang perlu di rumuskan kembali menjadi serangkaian kegiatan yang dapat di tindaklanjuti pada tingkat nasional dan daerah. "Surat edaran Mahkamah Agung tentang rehabilitasi perlu didorong segera di revisi, mengingat harus menyesuaikan dengan UU saat ini" papar Ridho Triawan dari divisi monitoring PBHI Nasional agar supaya menjadi salah satu bagian dari rekomendasi. Pertemuan selama tiga hari itu, selain merumuskan serangkaian kegiatan juga di harapkan terdapat jejaring bantuan hukum yang kuat antara daerah dan tingkat pusat dalam menghadapi kebijakan napza yang di pandang belum berpihak terhadap korban napza.

(Sumber : EJA)

1 comments :

Anonim mengatakan...

seep.. maju terus bro!!!
kita saling bantu aja ya....
_Prinze jayakardut_

Posting Komentar