Pada awal tahun ini, EJA yang berkonsentrasi terhadap pemberdayaan pecandu melakukan kegiatan kelompok usaha bersama (KUBE) berbentuk warung bekerjasama dengan aftercare irba pitoe. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemberdaan ekonomi bagi pecandu napza dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidupnya.


Kegiatan ini pada awalnya ditujukan untuk memberikan ruang aktivitas bagi pecandu napza yang telah selesai melakukan rehabilitasi ketergantungan napza. Dengan dasar inilah sesuai dengan namanya "aftercare", dimana orang-orang yang terlibat didalamnya merupakan pecandu yang telah selesai mengikuti program rehabilitasi yang kemudian dapat menindaklanjutinya dengan kegiatan program setelah perawatan.

Kelompok usaha bersama ini tentunya menjadi pengharapan bagi pecandu yang telah pulih untuk dapat melakukan kegiatan sekaligus mendapatkan kompensasi dari kerja-kerja yang telah dilakukan. Pertimbangan inilah yang kemudian menjadi penguat EJA akan bantuan KUBE dari Dinas Sosial Jatim untuk melakukan kerjasama dengan aftecare irba pitoe sebagai pengelola usaha bersama ini dalam bentuk sebuah warung.

Dalam perjalanannya, usaha bersama ini hanya mampu bertahan hingga hitungan beberapa bulan saja. Hal ini disampaikan pada saat rapat bersama antara EJA dan aftercare irba pitoe pada Jumat, 23 Juli 2010 yang mensepakati pengakhiran kerjasama kelompok usaha bersama. Dengan kesepakatan ini, maka sesuai dengan perjanjian kerjasama, kedua belah pihak akan memenuhi isi dari perjanjian tersebut.

Pengakhiran kerjasama, hingga adanya tulisan ini, penuntasan penyelesaian isi dari perjanjian masih terus berlangsung hingga tiga bulan kedepan. Sehingga naskah perjanjian yang memiliki kekuatan hukum tetap akan benar-benar berakhir ketika penuntasan sesuai perjanjian telah selesai.

Saat ini bantuan KUBE akan di manfaatkan kembali oleh EJA setelah pertanggungjawaban berupa pelaporan lengkap serta monitoring dan evaluasi dari Dinas Sosial Jatim telah selesai dilakukan. Laporan pertanggung jawaban ini merupakan prinsip yang harus di tempuh EJA guna mempertahankan kredibilitas dan integritas bahwa korban napza mampu mendapatkan kepercayaan dari pemangku kepentingan maupun masyarakat terhadap sesuatu hal yang telah di dapatkannya maupun yang telah dilakukannya. (R5)


0 comments :

Posting Komentar