Bengkulu, (tvOne)

Badan Narkotika Nasional akan membangunan pusat rehabilitasi pencandu narkoba di tiga daerah di tanah air, yakni di wilayah barat, tengah dan timur.

"Kami sudah memprogramkan, pada 2011 akan mulai dibangun pusat rehabilitasi korban pencandu narkoba di tiga wilayah di tanah air," kata Kombes Pol Arnowo, salah seorang unsur pimpinan pada Badan Narkotika Nasional (BNN), di Bengkulu, Kamis.

Ia menyebutkan, hal itu dilakukan agar kegiatan rehabilitasi pencandu narkoba dapat dilaksanakan dengan lebih baik dari yang telah berlangsung sebelumnya.

Kombes Arnowo berada di Bengkulu dalam rangka melakukan sosialisasi Undang Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung setengah hari itu dihadiri sekitar 90 orang dari berbagai unsur, antara lain guru, petugas lapas, Bea Cukai, KPLP, Dinas Sosial, Satpol PP dan pegawai Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bengkulu.

Ditanya mengenai provinsi yang akan dijadikan pusat rehabilitasi tersebut, Arnowo mengaku belum dapat memastikannya sekarang. "Yang jelas, pada tahun 2011 nanti pihaknya akan membangun pusat rehabilitasi pencandu narkoba di tiga wilayah di Indonesia," ujarnya.

Dana pembangunan tiga pusat rehabilitasi berasal dari anggaran pendapatan belanja negera (APBN). Namun, berapa jumlahnya, kata dia, belum dapat dijelaskan karena sedang diusulkan ke pemerintah.

Ia mengatakan, saat ini di Indonesia baru ada satu pusat rehabilitasi korban narkoba, yakni di Jakarta, sedangkan di daerah lainnya di tanah air sampai sekarang belum ada sama sekali.

Karena itu, lanjut Arnowo, pada tahun 2011 BNN akan membangun tempat rehabilitasi di tiga wilayah, di barat, tengah dan timur, sehingga para pencandu narkoba di wilayah itu dapat dibina dengan baik, hingga mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Terkait sosialisasi undang-undang tentang narkotika, ia mengatakan sampai saat ini baru dilaksanakan di 20 provinsi, termasuk di Bengkulu, sedangkan provinsi wilayah timur sampai sekarang belum dilaksanakan karena jaraknya sangat jauh.

Namun demikian, BNN pusat menargetkan pada tahun 2011 undang-undang tersebut sudah disosialisasikan di seluruh Indonesia. Dengan demikian, tahun depan undang-undang sudah bisa diterapkan ke masyarakat.

"Kami opitimistis sampai akhir tahun ini sosialisasi undang-undang tentang narkotika sudah dapat dilaksanakan di seluruh provinsi di tanah air, karena waktu untuk melaksanakannya masih empat bulan lagi," ujarnya.

Terkait kasus narkoba yang ditangani pihaknya, ia mengatakan tahun 2009 lalu tercatat sebanyak 11.132 kasus, tersebar di seluruh daerah. Jumlah kasus ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun 2008 hanya tercatat sebanyak 10.008 kasus.

Hal ini terlihat bahwa pengguna narkoba di tanah air cendrung meningkat. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi bahaya narkotika kepada semua elemen masyarakat, sehingga kasusnya pengguna bahan terlarang ini dapat menurun, katanya. (Ant)

(Sumber:http://nasional.tvone.co.id/berita/view/42518/2010/08/05/bnn_akan_bangun_pusat_rehabilitasi_pecandu_narkoba/ )

0 comments :

Posting Komentar