Kediri, zonaberita.com – Korban peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba), tampaknya belum mempunyai tempat untuk rehabilitasi. Para korban narkoba di Kediri, untuk saat ini harus menjalani hukuman didalam jeruji besi, tidak ada penyelesaian lebih lanjut.

“Sebenarnya kita butuh tempat rehabilitasi untuk para korban narkoba, bukan dipenjara seperti sekarang ini,” kata Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Kediri Abdullah Abu Bakar ditemui disela-sela acara gerak jalan kreatif memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di depan Balai Kota Kediri, Rabu (4/8/2010)


Menurutnya, peredaran narkoba di Kota Kediri sudah sangat memprihatinkan, pasalnya bukan hanya menyerang usia produktif, antara 26 tahun - 30 tahun. Tapi sudah menyerang para pemuda yang berusia 14 tahun.

“Ini sangat ironi sekali, saat mengalami tren peningkatan pemakai narkoba di usia yang masih pelajar,” ujarnya.

Data yang berhasil dihimpun, pelajar pemakai narkoba dalam kurun 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada 2005 masih kosong, 2006 terdapat 2 pelajar, 2007 ada 10 pelajar, 2008 terdapat 7 pelajar dan tahun 2009 mencapai 16 pelajar yang terlibat kasus narkoba.

Sementara dalam kategori usia muda (0-16) yang menjadi pemakai narkoba, dalam kurun 5 tahun juga menagalami peningkatan. Tahun 2005 terdapat 1 korban, 2006 juga 1, tahun 2007 ada 2, tahun 2008 terdapat 1 dan tahun 2009 terdapat 5 korban.

Menurut Abdullah, yang juga wakil wali kota Kediri, adanya tren peningkatan pemakai narkoba pada usia muda, dikarenakan murahnya harga narkoba tersebut. “Karena murah, makanya para pelajar banyak yang menjadi korban,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap, agar pemerintah provinsi (Pemprov) segera merealisasikan tempat rehabilitasi untuk korban narkoba. Karena menurutnya, penyelesaian narkoba bukan hanya penjara, tapi mereka perlu diberi pembinaan.

“Kasihan kalau mereka dipenjara, harusnya mereka itu diberi tempat sendiri untuk dilakukan pembinaan, makanya kami mengajukan ke Pemprov Jatim untuk memberikan tempat rehabilitasi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam peringatan HANI dan juga hari kemerdekaan RI ke-66, BNK kota Kediri mengadakan gerak jalan kreatif anti narkoba yang diikuti 199 peserta dari para pelajar dan umum, hal ini dilakukan sebagai pesan kepada masyarakat agar tahu akan bahaya narkoba dan bersama-sama memberantasnya. “Kasus Narkoba merupakan kasus sosial, jadi kita tidak bisa bekerja sendiri, semua harus mau terlibat dalam memberantas narkoba,” imbaunya.

Dalam gerak jalan kreatif, para pelajar maupun masyarakat menunjukkan kreatifitas yang lain. Seperti yang dilakukan para pelajar SMKN 2 Kediri, mereka semua menggunakan kostum korban pemakai narkoba, ada yang berdandan hantu pocong, wajahnya rusak, dan lainnya.

“Kami tunjukkan kepada masyarakat, jika menjadi pemakai narkoba, maka akan mati sia-sia dan juga merusak organ-organ tubuh, seperti yang saya alami,” kata Lusi Sulistyarini, pelajar asal SMKN 2 Kediri yang dalam kesempatan tersebut menggunakan kostum Sundel Bolong. (an/isp)

(Sumber:http://www.zonaberita.com/jawa-timur/bnk-kediri-butuh-tempat-rehabilitasi-narkoba.html/)

0 comments :

Posting Komentar