Jember (beritajatim.com) - Kejaksaan Negeri Jember kewalahan menangani bertumpuknya ratusan kasus pidana umum selama tujuh bulan ini. Jumlah jaksa yang bertugas dengan jumlah perkara yang masuk jauh dari berimbang.

Menurut catatan Seksi Pidana Umum Kejaksaan Jember, selama bulan Januari hingga Juli tahun ini, kejaksaan menerima pelimpahan 624 perkara pidana umum dari kepolisian. "Yang sudah kita limpahkan 635 perkara, termasuk tunggakan tahun lalu," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jember, Achmad Sudjayanto, Kamis (22/7/2010).


Perkara terbanyak masih pencurian sepeda motor. Namun, ada tren peningkatan perkara kasus narkoba dan kekerasan dalam rumah tangga. Kasus pidana terkait sengketa tanah juga mulai meningkat.

Namun jumlah perkara yang masuk terlampau berlebih. Jumlah jaksa penuntut di Kejari Jember hanya 19 orang. Dengan kondisi itu, selama ini, seorang jaksa bisa menangani lebih dari 10 kasus.

"Padahal kalau melihat kemampuan manusia, idealnya menangani 3-5 perkara pidana umum. Apalagi, jaksa itu juga masih harus menangani perkara pidana khusus," kata Sudjayanto.

Namun di tengah ketidakidealan itu, Kejaksaan Negeri Jember berhasil mengumpulkan pemasukan negara dari tilang sebesar Rp 122.365.200. Selain itu, biaya perkara yang masuk ke kas negara sebesar Rp 5,937 juta selama tahun 2009. [wir]

(Sumber:http://www.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum_&_Kriminal/2010-07-22/70933/4/Kewalahan,%207%20Bulan%20Tangani%20624%20Perkara)

0 comments :

Posting Komentar