Mer, Sby - Trend terjadinya kasus narkoba di Surabaya masih mengalami peningkatan. Dari data berdasar hasil penelitian Badan Narkotika Nasional ( BNN ), jumlah pengguna narkoba di Surabaya, mencapai 20 ribu lebih. Bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika International 2010 ini, masyarakat diingatkan kembali pada bahaya penyalahgunaan narkoba. Upaya pencegahan dan penyadaran, kini menjadi prioritas utama mengatasi masalah penyebaran narkoba. Menariknya, sesuai dengan Undang-Undang yang baru terkait penanggulangan masalah narkoba yakni Undang-Undang No 35 Tahun 2009, bagi pengguna narkoba diharapkan mau secara sadar melaporkan dirinya ke tempat-tempat pelayanan kesehatan, dan selanjutnya bakal dilakukan terapi penyembuhan bagi mereka. Bahkan vonis hukuman bagi para pengguna lebih kepada proses rehabilitasi dan bukan pada penindakan hukum. Lalu akankah dengan begitu penyebaran narkoba bisa lebih ditekan? Apa alasannya bagi pengguna lebih diberikan keringanan hukuman ?

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Narkoba Kota ( Kalakhar BNK ) Surabaya Kompol Wuwuh Priwibowo, UU tersebut mendorong agar para pengguna bisa kembali sadar, dan mau meninggalkan ketergantungan obat terlarang. Sementara penindakan hukum tetap akan diberlakukan bagi para pembuat, bandar maupun pengedar narkoba. Kompol Wuwuh menolak anggapan bahwa penerapan aturan ini justru berbenturan dengan upaya penegakan hukum represif yang selama ini dilakukan polisi.

" Saya kira tidak akan berbenturan. Memang ada sisi humanis dalam UU itu. Tapi sisi humanis harus dibedakan jadi 2. Mereka yang bjadi pengguna atau pemakai, ada kejujuran untuk melapor ke Puskesmas dan juga ke tempat terapi medis maupun sosial. Kalau mereka para pengguna ini masuk kategori belum dewasa, maka yang melapor adalah orangtuanya. Tapi kalau mereka dewasa, maka dia sendiri yang harus melapor. Untuk mereka yang berperan sebagai bandar dan pengedar, tetap harus diproses secara hukum. Jangan lupa di UU yang baru ini, ada ancaman hukuman minimal, berbeda dengan UU sebelumnya. Jadi UU baru ini lebih tegas aturannya " kata Kompol Wuwuh Priwibowo pada reporter Wahyu Nugroho.    

Fenomena penyebaran narkoba yang kian hari kian memprihatinkan, membutuhkan kontribusi peran serta tidak hanya dari aparat penegak hukum dan Pemerintah tapi juga masyarakat untuk mengatasinya. ( Why/Diana )

(Sumber:http://www.mercuryfm.co.id/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=39&Itemid=214&limitstart=10)

0 comments :

Posting Komentar