detikcom - Surabaya, Deklarasi bersama pemberantasan dan penanggulangan narkoba digelar Polwiltabes Surabaya bersama 12 pengusaha tempat hiburan malam Surabaya. Ada 4 poin yang menjadi isi deklarasi itu.

Yang pertama, para pengusaha mendukung pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kedua, pengusaha hiburan tidak akan memberikan kesempatan atau kemudahan terhadap adanya tindak pidana narkotika. Ketiga akan melaporkan setiap tindakan pidana narkotika yang terjadi di tempat usaha mereka.



Dan yang keempat, pengusaha hiburan bersedia ditindak secara administratif berupa pembekuan/pencabutan izin keramaian yang telah diberikan oleh pejabat yang berwenang apabila terjadi tindak pidana narkoba di tempat usaha kami.

"60-70 % narkoba adanya di tempat hiburan malam. Dalam sebulan ada 500-600 kasus narkoba di Jatim dengan didominasi sabu-sabu, ganja, dan ekstasi. Ekstasi banyak ditemukan di tempat hiburan malam," kata Dir Narkoba Polda Jatim, Kombespol
Erwin Siregar, dalam sambutannya di Ruang Eksekutif Polwiltabes Surabaya, Jumat (19/3/2010).

Deklarasi yang awalnya lancar itu ternyata mendapat interupsi dari Ketua Himpunan pengusaha rekreasi dan hiburan umum (Hiperhu), George Handiwiyanto. George keberatan dengan poin ke 4 deklarasi. Pada poin itu disebutkan jika tempat hiburan malam akanditindak dan dicabut izinnya jika ditemukan tindak pidana narkoba di dalamnya.

Padahal persaingan bisnis hiburan malam sangat keras. Ulah kotor misalnya dengan sengaja menaruh narkoba di diskotik pengusaha saingan bisa membuat tempat itu ditutup, padahal pengusahanya tidak bersalah.

Erwin menerangkan bahwa pengusaha hiburan malam tidak usah khawatir dengan hal itu.Penemuan tindak pidana narkoba juga akan diselidiki terlebih dahulu. Semuanya tidak serta merta berakhir dengan pencabutan izin usaha karena terlebih dahulu akan ada
peringatan dan sanksi. "Hal ini kami lakukan benar-benar untuk memberantas peredaran narkoba," tambah Erwin.

Deklarasi pun akhirnya dituangkan ke 12 pengusaha tempat hiburan malam dengan menandatangani deklarasi. Satu persatu dari mereka membubuhkan tanda tangannya disaksikan Para Kapolres, Wakapolwiltabes Surabaya dan Dir Narkoba Polda Jatim.

(Sumber:http://m.detik.com/read/2010/03/19/172824/1321432/466/polisi-pengusaha-diskotek-deklarasi-pemberantasan-narkoba)

0 comments :

Posting Komentar