DENPASAR.KOMPAS.com - Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Denpasar dan SMA Saraswati dikejutkan dengan kedatangan rombongan tim Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bali dan aparat kepolisian di sekolahnya, Sabtu (06/02/2010). Tanpa pemberitahuan sebelumnya mereka langsung diminta untuk tes urine untuk mengetahui ada tidaknya kandungan narkoba di cairan urin mereka.

Wid Praba salah seorang siswa SMA Saraswati mengaku cukup kaget karena belum pernah melakukan tes urine seperti ini. Tapi dia tidak khawatir karena merasa yakin selama ini belum pernah menyentuh narkoba maupun obat-obatan terlarang lainnya. “Kalau tidak salah, mengapa harus takut?,” ujarnya.

Seluruh pelajar yang diambil sampelnya dikumpulkan di salah satu ruangan dan diberi tabung mini untuk urine mereka. Setelah selesai, sample urine tersebut diserahkan kepada petugas BNP. Uniknya, sebagian pelajar terpaksa diberi minum berulang-ulang karena sulit mengeluarkan air seni. Hal ini dipicu rasa canggung dan "grogi" karena baru pertama kali melakukan tes urin.

Kepala Pelaksana Harian BNP Bali, Kombes I Gusti Ketut Budiarta mengatakan, pemeriksaan urine pelajar ini untuk mencegah masuknya narkoba ke sekolah-sekolah. Selain sosialisasi, pemeriksaan seperti ini dianggap perlu sebagai langkah antisipasi dini. “Jika hasil tes nanti ada yang positif akan kami tindaklanjuti dengan pembinaan dari BNP maupun pihak sekolah seperti rehabilitasi,” ujarnya.

Namun jika kedapatan pelajar terlibat dalam jaringan peredaran narkoba pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan hukum. Selanjutnya seluruh sample urin ini akan diperiksa oleh labfor cabang Denpasar dan hasilnya akan diketahui beberapa hari ke depan.

(Sumber: http://regional.kompas.com/read/2010/02/06/15231585/Ratusan.Siswa.Bali.Mendadak.Jalani.Tes.Urine)

0 comments :

Posting Komentar