Satudunia, Jakarta. Sebanyak Sembilan (9) Satuan Reserse Narkoba di wilayah Jawa Timur memperoleh peningkatan pemahaman tentang tata laksana penanganan tahanan pecandu narkoba yang positif HIV. Pemantapan terebut merupakan bahasan forum diskusi yang dinisiatifi Jaringan Aksi Nasional Pengurangan Dampak Buruk Narkoba Suntik (Jangkar) bekerjasamadengan Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, yang digelar akhir Juli lalu di Surabaya.


Kegiatan ini merupakan lanjutan dari “Pengumpulan Data Pelanggaran HAM di Komunitas Pengguna Narkoba Suntik di 12 Kota di Indonesia” pada tahun 2007. Turut hadir dalam forum diskusi, 9 orang dari perwakilan DokKes Polri. Kehadiran mereka dirasa cukup penting bagi tindak lanjut kegiatan di internal Kepolisian di 9 kota.

Dibuka oleh Wakapolres Surabaya AKBP Bahagia Dachi, forum diskusi tersebut bertujuan untuk memecahkan sejumlah hambatan teknis dalam penyelidikan kasus narkoba dengan tersangka seseorang pengguna narkoba aktif yang terinfeksi HIV/AIDS.

Selain itu dibahas pula prinsip-prinsip tentang hak asasi manusia (HAM), dan instrumen-instrumen HAM yang berkaitan dengan tugas kepolisian, baik nasional hingga internastional, termasuk pembahasan Perkap No 8 Th 2009 serta standar implementasi penggunaannya dalam tugas kepolisian.

Forum diskusi tersebut setidaknya membuka harapan baru akan penanganan kasus pecandu narkoba yang positif HIV. Hal dapat dirasakan pada sambutan Wakapolres Surabaya. Dalam sambutannya itu, Wakapolres Surabaya menyatakan akan member perhatian tinggi terhadap penanganan kasus narkoba yang melibatkan tersangka ODHA (orang dengan HIV/AIDS).

Kegiatan yang dibiayai oleh Open Society Institute Surabaya ini merupakan aksi perdana dari rangkaian kegiatan serupa yang akan dilaksanakan di sejumlah provinsi. Rencananya, kegiatan kerjasama bareng Jangkar dengan Polri ini akan digelar di Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Bali. Sedangkan Maluku Kepulauan dan Papua sedang dalam proses perencanaan konsep.

Propinsi yang menjadi target kegiatan akan dipimpin oleh masing-masing Koordinator Wilayah Jangkar. Selain sebagai representasi pelaksana harm reduction (penanganan dampak buruk narkoba) wilayah juga diharapkan terus dapat mengawal kegiatan harm reduction termasuk isu terkait didalamnya.

Kerjasama tersebut dinilai penting mengingat makin tingginya angka penanganan infeksi baru HIV dan kematian karena AIDS bagi pecandu narkoba yang menjadi tahanan kepolisian.

Hasil dari forum-forum diskusi tersebut tentunya diharapkan menghasilkan kerangka tindak lanjut dalam membangun peningkatan pemahaman HAM bagi jajaran kepolisian, peningkatan koordinasi, membangun kerjasama formal maupun informal lainnya dengan LSM –LSM anggota Jangkar.

Forum kerjasama yang di usung oleh Jangkar East Java Chapter, dan didukung oleh Jangkar Headquarters serta DKT Indonesia ini merupakan jawaban tegas dari jaringan masyarakat sipil pelaksana harm reduction atas lemahnya koordinasi penanggulangan HIV/AIDS antar institusi pemerintah maupun lembaga koordinator nasional penanggulangan AIDS.
Penulis:
ray

(Sumber: http://www.satuportal.net/content/reserse-narkoba-jatim-diberi-pemahaman-soal-tahanan-positif-hiv)

0 comments :

Posting Komentar