suarasurabaya.net| Pengemudi bus antarkota yang akan mengantar para pemudik Jakarta, akan dikenakan sanksi apabila positif mengkonsumsi narkoba, dan memberikan sanksi bagi perusahaan bus yang bersangkutan.

Hal tersebut dinyatakan FAUZI BOWO Gubernur DKI dalam kunjungannya ke terminal Pulogadung, Jakarta, Sabtu (04/09), dalam memeriksa kesiapan pihak terminal mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang hari raya Idul Fitri 1431 H.

Sekitar 37 pengemudi bus di terminal Pulo Gadung juga sudah menjalani tes urin. Mereka dinyatakan negatif atau tidak terbukti mengkonsumsi narkoba, sehingga diperbolehkan menjalankan tugasnya.

Menurut SEPTI satu diantara petugas di Badan Narkotika Provinsi, Terminal Pulo Gadung, hingga saat ini belum ada pengemudi yang terbukti positif. Para sopir diminta menjalani tes urine sebelum berangkat. "Hasil tes tersebut dapat diketahui dalam tempo 15 menit.

Pada H-7 Lebaran, Terminal Pulo Gadung mencatat belum ada lonjakan arus mudik, namun siap mengerahkan 300 bus per harinya. "Masih sepi. Diperkirakan puncaknya, Senin,"ujar IDA NURFARIDA staf tata usaha Terminal Pulo Gadung, di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Menurut dia, sebanyak 300 bus disiapkan untuk mengangkut penumpang ke berbagai daerah misalnya, Jawa dan Sumatera.Sejumlah bus yang belum dipakai saat ini ditempatkan di halaman parkir uji kendaraan Terminal Pulo Gadung.

Berdasarkan data pada Jumat (03/09) kemarin, sebanyak 183 bus telah diberangkatkan yang membawa 2.697 penumpang, semetara sekitar 247 bus tiba dengan mengangkut 2.574 penumpang ke Jakarta. (ant/tin)

(Sumber:http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=b30a2f9dbda6bcefb88c9e3ae05af64d201081962)

0 comments :

Posting Komentar