Surabaya (beritajatim.com) - Rumah Tahanan Medaeng lakukan tes urine untuk narapidana. Sebanyak 83 tahanan dan narapidana narkoba di dalam Rutan Kelas I Surabaya tersebut dites. Satu di antaranya ditemukan positif mengandung amphetamine.

Langkah pencegahan tersebut dilakukan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jatim dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sidoarjo bekerja sama dengan Rutan. “Pemeriksaan dilakukan Kamis malam (19/8),” kata Kepala Rutan Kelas I, Wahid Husen, Senin (23/8/2010).

Tes urine dilaksakan tepat usai sholat tarawih. Banyaknya orang yang diperiksa memakan waktu cukup lama. Pemeriksaan baru selesai pukul 23.30 WIB. “Hasilnya satu orang diketahui positif,” lanjut Wahid.

Terkait kedapatannya satu orang yang terbukti positif, Wahid mengatakan kalau hal itu malah kabar baik. Pasalnya dari sekian banyak yang diperiksa hanya satu yang terbukti. Sejauh ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya penekanan terhadap peredaran narkoba di dalam rutan.

Beberapa tindakan yang dilakukan seperti menggeledah blok tahanan narkoba. Mereka juga menggerakkan sistem informasi dari para penghuni rutan sendiri.

“Jika kedapatan membawa atau memakai narkoba, mereka langsung kami serahkan ke polisi. Tapi kemarin hanya tes urine saja, tidak ada penggeledahan,” tambah Wahid.

Dengan adanya penemuan satu positif ini, pihaknya terus akan memperketat mengawasan. Kemudian menggali informasi terkait peredaran narkoba. Untuk tahanan yang terbukti positif, pihak Rutan akan memberikan sanksi.

Sanksi yang bisa diberikan diantaranya dengan pemindahan ke blok lain. Sayangnya Wahid tidak mau menyebutkan identitas tahanan yang positif tersebut.

Wahid menambahkan, dalam kasus ini, pihaknya serius untuk memberantas narkoba. Buktinya selama ini sudah ada empat sipir yang dipecat lantaran tertangkap memiliki narkoba. Pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan Polda Jatim.

Disisi lain, Wahid mengakui untuk menanganan kasus yang satu ini masih terbatas mengenai fasilitas yang dimiliki. “Kami kekurangan alat untuk mendeteksi, termasuk di antaranya alat tes urine. Jadi tak bisa lakukan sewaktu-waktu," ucapnya

Sementara itu, Ketua BNK Sidoarjo Saifullillah mengaku belum mendapat laporan dari anggotanya mengenai tes tersebut, mengingat dirinya sedang berada di Jakarta saat dilakukannya tes itu. [rin/but]

0 comments :

Posting Komentar