Tulungagung, zonaberita.com - Seorang tahanan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tulungagung, Idiwan Ali (29) positif di dalam tubuhnya mengandung zat narkoba.

Temuan ini terkuak saat Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jatim melakukan tes urine dan razia, Selasa (24/8/2010).

Diduga Idiwan yang divonis majelis hakim dengan hukuman pidana penjara selama 6 bulan akibat kasus pencurian karena mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu (ss).

Tulungagung, zonaberita.com - Seorang tahanan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tulungagung, Idiwan Ali (29) positif di dalam tubuhnya mengandung zat narkoba.

Temuan ini terkuak saat Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jatim melakukan tes urine dan razia, Selasa (24/8/2010).

Diduga Idiwan yang divonis majelis hakim dengan hukuman pidana penjara selama 6 bulan akibat kasus pencurian karena mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu (ss).

BNP Jatim bekerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tulungagung, secara mendadak dan acak memang sedang melakukan serangkaian tes melalui urine pada para sebagian narapidana dan tahanan, termasuk sebagian pegawai Lapas Tulungagung. Ada tiga item yang diperiksa, yakni keterkaitan dengan ss, ganja serta ekstasi.

Kepala Bidang Penegakan Hukum BNP Jatim, Tjahjo Widodo SH MHum, menyatakan jika terbukti ada tahanan atau narapidana yang urine-nya positif mengandung narkoba akan diadakan penelitian lebih lanjut. Termasuk di antaranya yang bersangkutan bisa diterapi jika masih terpengaruh obat-obat terlarang.

Diungkapkan, kegiatan tes urine di Lapas Tulungagung merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dilakukan BNP Jatim untuk Lapas dan Rutan se-Jatim.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di Lapas Lowokwaru Malang dan Rutan Medaeng Sidoarjo. “Setelah Lapas Tulungagung, kami juga merencanakan hal serupa di Lapas Pamekasan dan Lapas Madiun,” katanya.

Dari data BNP Jatim disebutkan Kabupaten Tulungagung termasuk peringkat ke-4 di Jatim dalam hal pengungkapan kasus narkoba setelah Surabaya, Sidoarjo dan Kediri.

Pada triwulan pertama tahun 2010 tercatat di Kota Marmer ada 15 kasus dengan jumlah tersangka 12 orang. Sedang, triwulan kedua tahun 2010 jumlah perkara naik menjadi 27 dengan jumlah tersangka 31 orang.

Kepala Lapas Tulungagung, Suheriyanto Bc.IP SH MH melalui Kasi Pembinaan dan Kegiatan Kerja, Widjianto SPd, ketika dikonfirmasi menyatakan Idiwan Ali tidak mengonsumsi ss dalam tahanan Lapas.

“Dia mengaku sudah mengonsumsi sabu-sabu sejak sebelum masuk tahanan. Dan sampai sekarang dimungkinkan masih ada pengaruh di dalam tubuhnya,” katanya.

Rencananya, Idiwan yang kelahiran Tarakan Kalimantan bakal menjalani perawatan atau terapi narkoba di Bogor setelah bebas dua bulan mendatang. (afa/isp)

(Sumber:http://www.zonaberita.com/jawa-timur/tes-urine-bnp-jatim-temukan-tahanan-konsumsi-ss.html/)

0 comments :

Posting Komentar