Sebuah kegagalan penunaian hak perlindungan rakyat dari pemidanaan dan jaringan kejahatan terorganisir

Sikap Masyarakat Terdampak Kebijakan Pelarangan dan Perang terhadap Napza di Jawa Timur

Belum ada data resmi kapan napza mulai digunakan di Indonesia. Namun sejumlah catatan menunjukkan bahwa konsumsi zat-zat psikoaktif sudah sangat lama berlangsung di Nusantara. Pemerintah kolonial Belanda mencatat setidaknya terdapat 1,000 rumah candu di Jakarta dengan 100,000 konsumen terdaftar, kebanyakan pribumi, pada tahun 1617. Raffles mencatat pemakaian secara meluas opium, ganja, biji pala, dan minuman racikan beralkohol pada tahun 1817. Sementara sejak lama masyarakat Aceh memanfaatkan tanaman ganja sebagai penyedap masakan dan penghalau hama. Di awal abad ke-20, karena tanamannya lebih berkualitas, Jawa menyaingi ekspor koka Peru (Laine Berman, 2005).


Sebelum kemerdekaan, pemerintahan kolonial Belanda sempat melarang budi daya tanaman ganja dan koka melalui UU yang dikeluarkan tahun 1927. Pada masa pendudukan Jepang, pemakaian opium dilarang sebelum akhirnya Pemerintah Indonesia sendiri mengesahkan UU No. 9 tahun 1976 tentang Narkotika yang menggantikan UU warisan Belanda. Dalam UU tersebut, sektor kesehatan memiliki kewenangan yang berarti terhadap pengelolaan narkotika dengan disebutkannya secara khusus peran layanan kesehatan sesuai petunjuk menteri kesehatan. Dua puluh tahun kemudian Indonesia meratifikasi Konvensi PBB tentang Pemberantasan Peredaran Narkotika dan Psikotropika tahun 1988 dan mengesahkan UU No. 22 tentang Narkotika serta UU No. 5 tentang Psikotropika tahun 1997. Pengesahan ini sejalan dengan semangat “perang terhadap narkoba” yang dikumandangkan Presiden AS Richard Nixon sejak 1971 dimana narkoba dijadikan musuh masyarakat nomor 1 yang melegitimasi intervensi militer ke berbagai negara atas nama pemberantasan narkoba dan memenjarakan jutaan rakyatnya sendiri.

Dengan disahkannya UU No. 5 dan 22 tahun 1997 serta dibentuknya Badan Narkotika Nasional yang diketuai Kapolri pada tahun 2002, Indonesia memasuki babak baru upaya penanggulangan narkoba. Intensivitas penegakkan hukum dalam penanggulangan narkoba tidak hanya dilakukan jajaran aparat penegak hukum, sejumlah organisasi non pemerintah didirikan untuk merepresi tindak pidana narkoba di masyarakat dengan anti narkoba sebagai slogan utamanya. Namun upaya-upaya tersebut terbukti tidak dapat menjawab permasalahan walaupun pada 2003 terjadi kenaikan kasus tindak pidana narkoba yang ditangani kepolisian hingga 90% lebih (Dit IV/Narkoba, 2008). Untuk menjawab tantangan permasalahan, Sidang Tahunan MPR tahun 2002 merekomendasikan kepada Presiden bersama DPR untuk segera merevisi UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika yang kemudian masuk ke dalam program legislasi nasional tahun 2005.

Kematian dan Pemenjaraan Rakyat

Sejak akhir tahun 90-an jumlah kasus pengguna narkoba di Indonesia yang terinfeksi HIV meningkat sangat drastis atas maraknya penggunaan peralatan suntik secara bergantian. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di dalam penjara, dimana akses terhadap layanan dan alat-alat kesehatan sangat terbatas namun napza ilegal tetap beredar.

Gencarnya penegakan UU Narkotika dan Psikotropika RI tahun 1997 selain meningkatkan jumlah penghuni rumah tahanan negara dan lembaga pemasyarakatan hingga melebihi kapasitas huninya, juga menjauhkan para pengguna narkoba dari akses layanan kesehatan. Stigma yang dikampanyekan ke masyarakat tentang pemakaian narkoba juga diterima kalangan profesional kesehatan sehingga semakin menyulitkan para pengguna untuk memperoleh peralatan suntik di gerai-gerai layanan kesehatan (apotek atau toko obat).

Semangat untuk memberikan hukuman kepada siapapun yang terlibat narkoba telah memenjarakan 175,000-an WNI sejak 1997 hingga akhir 2008. Tercatat 137,172 orang menghuni seluruh lapas dan rutan di Indonesia yang berkapasitas 88,559 orang – terdapat kelebihan penghuni 54,8% pada April 2009 (Ditjenpas, 2009). Di sejumlah lapas, kebanyakan penghuni tersangkut kasus narkoba. Kondisi kelebihan hunian ini merupakan pendukung tingginya angka kematian di dalam lapas dan rutan terutama karena buruknya sanitasi dikombinasikan dengan penurunan kekebalan tubuh akibat terinfeksi HIV.

Tujuan melindungi Rakyat Indonesia dari peredaran gelap narkoba tidak tercermin dari proporsi jumlah napi dan tahanan tahun 2007 yang kebanyakan kasusnya adalah pengguna (74%), sementara kasus pengedar hanya 24%, dan produsen 2% (Puslitbang & Info BNN, 2008). Pemenjaraan atas kasus narkoba bukan berarti tanpa adanya pelanggaran prosedur penyidikan yang dilakukan aparat. Sebagian besar pengguna narkoba yang pernah berurusan dengan aparat penegak hukum mengaku mengalami pelanggaran mulai dari kekerasan fisik, perampasan, pemerasan yang diistilahkan sebagai “damai”, hingga pelecehan seksual (Pelanggaran HAM pada Komunitas Penasun – Jangkar, 2008).

Kerugian Perang terhadap Narkoba

Cita-cita bangsa yang tertuang dalam UU Narkotika RI pertama tahun 1976 hingga dua UU yang disahkan pada 1997 hingga saat ini belum dapat, bahkan jauh dari tercapai. Khususnya dalam UU No. 22 dan No. 5 tahun 1997 – dan kini UU Narkotika 2009 yang baru saja disahkan, pasal-pasal yang menyertainya lebih sarat upaya pemberantasan, represi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika serta psikotropika melalui informasi yang menakut-nakuti. Tak ayal semakin banyak anggaran yang dialokasikan untuk pemberantasan dan kampanye hitam agar masyarakat takut mengkonsumsi bahan yang dilarang, semakin menyuburkan pasar yang dikuasai sindikat produsen dan pengedar gelap. Pelarangan dan perang justru melepaskan kendali negara terhadap napza kepada produsen dan bandar-bandar gelap yang secara otomatis memiliki kewenangan penuh untuk menentukan harga agar keuntungannya berlipat-lipat ditambah bebas pajak.

Selama hampir 40 tahun perang terhadap narkoba, dengan anggaran miliaran dolar di seluruh dunia, produksi dan peredaran gelap narkoba justru semakin subur. Pilihan kebijakan pelarangan dan pemberantasan adalah pilihan kebijakan yang berpihak pada sindikat kejahatan terorganisir bersama keuntungan besarnya, serta memperlebar celah bagi aparat penegak hukum untuk turut mendapat untung dari membekingi sindikat ini. Yang dirugikan adalah rakyat dengan mendekam selama tahunan di penjara, terjangkiti virus darah akibat diskriminasi layanan kesehatan, dan mati keracunan atas tiadanya pengawasan kualitas bahan oleh negara.

Reformasi Kebijakan Napza

Pada bulan Maret 2009 Mahkamah Agung mengeluarkan surat edaran kepada seluruh ketua pengadilan tinggi dan negeri untuk menempatkan pemakai narkoba ke dalam panti terapi dan rehabilitasi. Dari perspektif penegakan hukum narkoba di Indonesia sepuluh tahun terakhir, surat edaran ini merupakan suatu terobosan atas pertimbangan aspek kesehatan yang diberikan kepada para pengguna. Pemakaian narkoba dikategorikan sebagai masalah kesehatan bukan tindak kejahatan yang memerlukan hukuman penjara. Walaupun demikian klasifikasi pengguna yang dimaksud dalam surat edaran ini masih terlalu sulit dipenuhi kebanyakan pengguna narkoba di Indonesia. Sebagai contoh jumlah barang bukti yang disyaratkan sangat tidak realistis walaupun untuk satu kali konsumsi, yaitu 0.15 gram untuk heroin. Selain jumlah barang bukti, persyaratan yang juga sulit dipenuhi adalah yang bersangkutan bukanlah residivis kasus narkoba.

Sejak tahun 2006 korban narkoba di Indonesia telah mengorganisir diri membentuk kelompok-kelompok di tingkat lokal serta berjejaring secara nasional dan internasional. Menyadari secara penuh bahwa ketertindasannya dipengaruhi berbagai kepentingan yang bermuara pada suatu produk hukum dengan informasi keliru yang telah mengakar di masyarakat, maka misi utama kelompok-kelompok ini adalah melakukan pendidikan mengenai narkoba di samping melakukan pembuktian-pembuktian terbalik atas stigma yang melekat pada korban napza. Penggalangan mitra untuk mendukung perwujudan kebijakan napza yang berpihak pada rakyat terus dilakukan dimana turut bergabung individu maupun lembaga-lembaga untuk bantuan hukum, pembuatan rancangan undang-undang tandingan, beserta riset-riset yang mendukung.

Layanan pengurangan dampak buruk napza yang dilaksanakan di pusat-pusat kesehatan milik pemerintah sejak 2004 telah berkembang luas terutama di daerah-daerah padat populasi pengguna napza dan pengidap HIV. Salah satu layanan kesehatan ini adalah substitusi napza. Walaupun baru sebatas pada jenis opioid, namun layanan ini menjadi preseden bagi upaya melindungi masyarakat dari peredaran gelap narkoba. Dengan disediakan, diawasi, dan diatur oleh pemerintah sehingga dosis, harga, dan konsumsinya terkendali, maka para korban napza yang mengikuti layanan ini tidak perlu melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan napza karena harganya terkendali serta kualitas hidupnya dapat meningkat karena disupervisi secara medis dan sosial. Telah banyak penelitian di berbagai belahan dunia yang menunjukkan bahwa layanan-layanan sejenis, dimana produksi, distribusi, dan konsumsi diatur dan diawasi oleh negara justru tidak meningkatkan jumlah pemakai narkoba. Terlebih, kebijakan tersebut mendorong peningkatan kendali masyarakat dan pemerintah terhadap penggunaan zat-zat yang dikategorikan sebagai narkoba.

Pengawasan, pengendalian, dan pengaturan narkoba oleh negara merupakan pilihan kebijakan yang berpihak pada rakyat – dan hanya dengan pilihan kebijakan inilah harga, mutu, pendistribusian, dan konsumsi dikendalikan oleh negara sehingga dengan demikian sindikat kejahatan terorganisir yang selama ini menguasai produksi, distribusi, dan peredaran narkoba dapat ditumbangkan. Masyarakat dilindungi negara atas potensi negatif zat-zat yang khasiatnya telah dikenal dan dikonsumsi umat manusia di berbagai belahan dunia sejak sejak ribuan tahun silam.

Disunting oleh: Patri Handoyo, East Java Action © 2010

25 comments :

Anonim mengatakan...

terus aja merasa sebagai korban dan terus aja mau dikorbankan oleh pihak lain
salah sendiri jadi manusia mau aja dijadikan korban oleh orang lain
apakah harus ada yang membela manusia yang tidak pernah mau memperjuangkan diri sendiri????????????

Anonim mengatakan...

apa sih usaha untuk menghentikan perang narkoba
apakah ada bukti konkritnya?
dan apakah hasilnya sudah maksimal?
belajar dari kesalahan dong, atau memang merupakan komunitas yang selalu harus dipersalahkan?
siapa yang suruh kalian mau dipersalahkan orang lain? kayaknya gak ada kan, karena diri kalian sendiri yang membiarkan orang lain mempersalahkan kalian

AC Merapi mengatakan...

pasti komentar dr penungang para korban napza!!

Anonim mengatakan...

maksudnya "penungang" apaan tuh, di bahasa Indonesia kayaknya lom ada kata penungang, yang ada tuh "penunggang"

yang jelas gw lom tau maksud kalimat loe, maaf kalo gw bodoh
hanya aja gw merasa maksud dari kalimat itu adalah orang2 yang mengambil keuntungan dari para korban napza, gitu mungkin kali ye

namun gw bukan penunggang para korban napza sebab gw adalah penentang peredaran napza
coba deh pikirin, kuda ditunggangi manusia karena kuda itu kuat dan larinya cepat
jadi apa loe pikir gw akan menunggangi komunitas yang tidak punya kriteria seperti kuda, komunitas yang bahkan gak pantas diperbandingkan dengan kuda
kalo loe pikir gw menunggangi komunitas loe, apa benefitnya bwt gw???
uang???coba loe tanya ma sohib2 loe tuh berapa M yang gw tolak demi suatu komunitas

ato gini deh, bener banget koq dunia narkoba emang gak cocok buat gw, n gw juga pengen keluar dari semua ini, gak lagi peduliin orang2 spt kalian, gw jg pengen seperti itu, gw jg pengen kayak orang normal, gak ikut campur urusan orang lain yang gak ada hub. ma gw
harusnya gw bs ada di komunitas yang lebih bermanfaat bwt gw, dan menata masa depan gw agar lebih cerah
sori kalo gw terkesan frustasi, hanya aja gw gak tau gmn caranya lepas dr dunia narkoba, g lagi peduli ma kalian, gw juga berharap gak pernah kenal satupun dari kalian

Anonim mengatakan...

sori kalo gw terkesan menghakimi komunitas kalian
namun aku pikir ini salah satu cara untuk mengajari kalian berdebat, apalagi untuk leader2nya yang sudah rehab karena aku bener2 gak sanggup kalo harus bicara ma pemakai yang belum rehab sebab kayak bicara ma angin, sekali lagi maaf kalo kata2ku terlalu kasar, aku bukan anak sastra yang bisa milih kata-kata yang lebih halus

aku dah coba dengan segala cara, mendekati stakeholder yang selalu dibangga2kan itu, namun apa yang aku dengar, mereka kurang memberi perhatian pada komunitas pemakai, mereka merasa hanya itu yang bisa dilakukan, menuruti tuntutan komunitas yang menganggap diri sebagai korban dan melakukan tindakan pragmatis dan oportunis

dan ketika aku mencoba mengubah keadaan itu, gak ada satupun yang memberi aku ijin, jangan mengira aku gak mencoba memasuki komunitasmu, tanya teman2mu kl gak percaya
namun nyatanya aku ditolak, dan seharusnya sebagai orang yang punya malu, aku meninggalkan komunitas itu kan, buat apa tetap bertahan dalam komunitas yang tidak mengharapkan kehadiranku, namun masalahnya tidak sesederhana itu, aku sadar dah terlibat terlalu jauh dalam dunia ini dan membuat aku tidak bisa melepaskan diri lagi, dan tekadku, aku akan menyelesaikan perjalanan ini, sejauh apapun, seterjal apapun jalan yang harus aku daki, sekalipun aku menyadari bahwa jalan ini sebenarnya tak berujung dan tak berhingga, namun aku akan tetap melewatinya

aku tunggu komentar siapapun dari kalian
beri aku alasan untuk dapat lepas dari dunia ini, dunia yang sangat aku benci, dunia yang telah menghancurkan hidup dan kebahagiaanku
aku ingin pergi dari dunia narkoba, tidak terlibat perang atau apapun, tidak peduli dengan adanya komunitas seperti kalian
aku ingin meninggalkan dunia narkoba
jangan beri saran untuk bunuh diri, karena aku dah sering melakukannya namun bumi belum mau menerima darahku jadi tampaknya frasa "bunuh diri" telah aku hapus dari kamus hidupku

AC Merapi mengatakan...

baguslah jangan jadi pennnnuuuuuuungggggaaaaanggggggg.....hiya!

Anonim mengatakan...

koment yang kurang bermakna
maksudnya penunggang juga gak jelas
tapi nyuruh2 gak boleh jadi penunggang
jd, gimana aku bisa tau apa yang aku lakukan bisa dibilang sebagai penunggang atau bukan, kalo tidak ada definisi yang jelas ttg "penunggang"

buat admin eja, hapus deh koment2ku di atas, kayaknya gak ada gunanya, daripada ntar ada yang marah lagi ma aku
bosen aku dimarahi terus

AC Merapi mengatakan...

Kalo penunggang ye punanggang aje, gt kok repot...

Anonim mengatakan...

PENULIS:

Yang jelas, MENGENDALIKAN baik harga, kualitas, isi, tempat jauh lebih melindungi rakyat ketimbang

MELARANG yang justru memberikan peluang kepada organisasi kejahatan untuk mengedarkan narkoba di sembarang tempat, ke sembarang konsumen, dengan sembarang bahan pembuatan, dan seenak-enaknya menentukan harga.

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh sebuah negara? MENGENDALIKAN atau MELARANG??

AC Merapi mengatakan...

Mengendalikan om.....

Anonim mengatakan...

silahkan mengendalikan narkoba kalo bisa
tapi liat aja sendiri, apakah kalian bisa mengendalikan pengaruh narkoba di dalam tubuh kalian?
apa kalian bisa mengendalikan penyebaran virus HIV?
paling jawabannya pake HR, bosen, gak kreatif

apa kalian bisa mengendalikan dampak buruk yang ditimbulkan narkoba, kemiskinan, kebodohan, pengangguran, bisakah kalian mengendalikan semua itu
mengapa sih semua orang menyombongkan diri bisa mengendalikan suatu hal
dulu pernah ada orang yang bilang kalo bisa mengendalikan lumpur Lapindo kan, namun faktanya sekarang hanya bawa dampak buruk doang kan
bro...bro...sebenarnya aku gak masalah koq, narkoba mau dilegalkan atau gak, dan jika narkoba dilegalkan, aku akan jadi manusia pertama yang ingin mengurusi peredarannya, dan aku jago marketing loh, sekarang ini kan peredarannya buat kalangan tertutup doang dan khususnya manusia doang kan
ntar aku buat narkoba yang bisa buat hewan kecanduan deh
selama ini kan narkoba kan membuat perilaku manusia seperti hewan, ntar aku berharap bisa buat narkoba yang mengubah perilaku hewan jadi manusia deh, penemuan spektakuler tuh kayaknya

oke aku setuju dengan pengendalian narkoba, namun sekarang katakan padaku, apa saja manfaat pemakaian narkoba, mitosnya narkoba kan bisa buat orang jadi percaya diri, jadi lebih kreatif, namun aku liatnya komunitas pemakai narkoba koq jadi orang yang hidden people ya

susah banget sih ngomong kalo ingin narkoba yang legal, toh sekarang sudah ada, subutex, metadon, dll itu semua narkoba legal kan
namun gini loh, kalian bisa gak sih menunjukkan suatu bukti konkrit bahwa ada manusia yang sukses dengan penggunaan narkoba?
aku bisa bilang, Sherlock Holmes adalah pecandu juga loh, Ari Laso kayaknya juga pernah jadi pecandu kan, namun masalahnya mereka menjadi sukses ketika mereka tidak lagi menggunakan narkoba, itu masalahnya
dan mengapa sih koq suka yang legal2, bukannya meski barang haram dan ilegal, kalian masih bisa dapat kan
aku denger setahun ini pt dah jarang kan makanya diganti subutx n metadon
siapa bilang langka, aku masih bisa dapat lancar jaya koq, yang kuper tuh aku atau kalian sih benere
makanya tambah koneksi, jangan langganan ma bandar lama, gak ada variasinya
sekarang malah teriak2 minta dilegalkan, padahal yang ilegal tuh yang lebih menantang, ada seninya, hidup gak ada tantangan tuh gak berseni

ya wis lah, aku restui kalian berusaha mengendalikan atau melegalkannya, namun ketika mengendalikannya, jangan lupa remote controlnya dipegang terus biar gak lepas dan akhirnya di luar kendali
mengendalikan diri sendiri aja gak bisa, sok mau mengendalikan narkoba
apakah ada orang yang bisa mengendalikan sesuatu di luar dirinya sebelum orang itu bisa mengendalikan diri sendiri dulu?

ngomong2 soal legalisasi narkoba, aku dah pernah loh mencoba ikut bergabung
tapi ada sedikit konflik, jadi aku ya mundur aja daripada dibilang gak waras

yang aku inginkan gini loh
oke, mau kalian adalah mengendalikan narkoba, namun apakah kalian pernah mensosialisasikan hal itu pada orang lain? bagaimana orang lain tau mau kalian jika kalian gak pernah mengatakannya? , dan yakinkan pada orang lain itu bahwa narkoba memang benar2 bisa dikendalikan (tapi maaf, kalian gak bisa meyakinkan aku)
di dunia ini salah dan benar tuh beda tipis koq
apa yang dibilang orang lain salah, gak seratus persen salah
dan apa yang dibilang benar, gak seratus persen benar
apakah ada orang yang berani bilang kalo poligami tuh seratus persen benar atau seratus persen salah?

Anonim mengatakan...

bukankah mengendalikan sesuatu harus dilakukan oleh orang yang bisa mengendalikan diri
sudahkah kalian bisa mengendalikan diri sendiri

AC Merapi mengatakan...

kalo cari keyakinan ma Tuhan aja, gt kok repot lagi, huuuuhahhaaaahiiii....

kalo jadi penunggang, tetap penunggang aje...
jangan ningkat ampe penungging, hihihihi....

Anonim mengatakan...

Mas, aku gak tahu ya maksud koment kamu, hanya aja gini loh, apa kamu mau mencoba menjatuhkan mentalku dengan cemoohan, hinaan, makian, cacian???
coba kamu tanya salah satu temanmu, apa dia berhasil menjatuhkan mentalku
dan gini deh Mas Aries, aku mau minta ijin ma kamu, gak bisa diingkari kamu adalah salah satu pendiri organisasi ini kan
mungkin sedikit banyak kamu dah tau siapa aku, tujuanku di sini awalnya adalah untuk mencoba menggali pemikiran kalian tentang masalah yang ada sekarang

Anonim mengatakan...

maksudmu penunggang tuh sebenarnya apa? aku gak paham
semula aku pernah mencoba masuk langsung dan sudah menghubungi direkturnya dan orang2 yang aku kenal, semula aku ingin melakukan suatu kajian ttg metode rehab seperti apa sih yang sebenarnya diinginkan pemakai, ketika aku mencoba menghubungi salah satu pemakai, aku diharuskan memberi suatu imbalan berupa materi, dan jujur aku gak sanggup karena aku belum kerja dan aku gak punya uang, silahkan kamu tanya ke Mas Temma, lalu aku memutuskan untuk berhenti sebentar untuk cari uang supaya bisa membiayai pekerjaanku di komunitas kalian, namun ada masalah personal dengan salah satu dari kalian yang membuat aku terpaksa mengubah rencanaku, aku gak bisa menjelaskan alasanku karena kalian tidak akan bisa menerima alasan itu sebab adanya beberapa perbedaan persepsi

Anonim mengatakan...

dan tugasku saat ini satu2nya adalah harus memaksa kalian lebih eksis di dalam masy.terserah kalian mau mengangkat isu apapun
yang harus aku lakukan adalah membuat kalian berani menunjukkan keberadaan kalian, tidak terus2an jadi hidden community, dan satu2nya cara adalah dengan cari masalah dengan kalian kan sebab ketika orang merasa terancam, mereka pasti akan membela diri kan
jujur sih Mas, benere aku juga takut, tapi aku gak punya tempat untuk sembunyi
kamu bilang kalo cari keyakinan harus sama Tuhan kan, maaf aku ateis, aku gak tau apa itu Tuhan
coba kamu pikirlah, buat apa aku seorang cewek, mancoba masuk ke komunitas kalian yang sebagian besar cowok dan serem2 pula, dan parahnya adalah mencari masalah ma kalian, aku juga takut Mas, namun aku gak punya pilihan lain
aku manusia yang gak punya pilihan

Anonim mengatakan...

maksudku koment di blog ini adalah agar kalian bisa mempertahankan pendapat kalian dengan fakta2, bukti serta argumentasi yang intelek
karena yang sering aku denger dari luar tuh mereka selalu bilang bahwa komunitas pecandu tuh rasa intelektualitasnya dah gak ada, mereka hanya menggunakan insting dasar manusia yang paling primitif
kamu pikir apa aku terima temenku dibilang kayak gitu, dan aku ketika aku berusaha masuk ke komunitas kalian ternyata memang bener intelektualitas kalian tidak terlalu tinggi, kamu pernah ke Belanda kan, dan aku pikir kamu juga sangat peduli pada komunitasmu kan, siapa lagi yang mau pedulikan komunitas kalian jika bukan kalian sendiri, gak ada Mas yang mau pedulikan komunitas kalian, dan sekarang aku pun di masy.luar juga mempropagandakan agar masy. menjauhi komunitas kalian
jika kalian tidak bisa membela hak kalian secara diplomatis, maka kalian akan selalu direndahkan orang lain
aku gak terima hal itu karena kalian juga manusia yang punya hak yang sama kan

Anonim mengatakan...

aku inginnya kalian menjawab pertanyaanku dengan jawaban yang intelektual, perang intelektualitas boleh kan, komunitas kalian kan juga banyak yang sarjana kan, aku loh lulusan SMU doang, jadi kayaknya kalah kalo dibandingkan dengan komunitas kalian
mungkin semua dari kalian berpikir aku masuk ke komunitas kalian karena masalah personal dan aku sok2an peduli ma kalian untuk caper ma dia kan
namun kalian dah tahu sendiri siapa dia karena dia teman kalian sendiri, aku tidak pernah mengenalnya, sehingga aku dengan jelas bilang bahwa aku tidak mempunyai masalah personal dengan kalian semua, masalahku adalah dengan komunitas, dan aku sebagai salah satu masy. di luar kalian menantang kalian untuk beradu pendapat tentang beberapa hal yang mungkin berbeda di antara pandangan masy.luar dengan komunitas kalian

Anonim mengatakan...

buat admin dan buat pihak yang merasa berkepentingan di dalam komunitas ini, aku ingin bertanya apakah aku boleh bertanya seputar narkoba dan pendapatku pastinya akan sangat memojokkan kalian sebab aku ingin kalian belajar membela hak kalian sendiri, bagaimana kalian bisa memperbaiki sesuatu jika tidak mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki

namun jika aku memang tidak diijinkan lagi menulis koment di blog ini, dengan senang hati aku tidak akan menulis apapun
jadi aku mohon kejelasannya
toh kalian semua dah paham bahwa aku bukan orang waras kan, jadi jika kalian tidak mau berdebat dengan orang gak waras, ya gpp

hanya aja aku kurang suka jika ada koment yang kurang berbobot sebab hal itu justru akan menunjukkan bahwa komunitas kalian tidak dapat beradu pendapat dengan baik dan sesuai tatacara orang normal
aku tidak ingin kehadiranku dalam komunitas kalian justru semakin membuat kalian dihina oleh orang lain
dan sekali lagi, jika kalian ingin menjatuhkan mentalku, silahkan menghubungi orang yang bersangkutan, beliau adalah teman anda2 sendiri, semua kartu matiku dah dipegang dia, bahkan dia siap penjarakan aku, jadi anda tinggal meminta kartu itu, maka pasti akan diberikan oleh dia
katakan pada dia, terima kasih dah mencoba mengeluarkan aku dari dunianya, namun sampai kapanpun aku tidak akan keluar dari dunianya

Anonim mengatakan...

buat Mas Aries thanks komentnya, hanya aja kurang spesifik, sebut aja namaku atau nama orang yang kamu maksud, aku gak terlalu masalah koq, aku kan dah gak punya malu
kalian mau bahas masalah pribadi di sini juga gak masalah buat aku
kalian mau tertawakan aku, silahkan saja, mana mungkin aku ingin melihat teman2nya temanku menangis sih
sekali lagi, aku bertanya
BOLEHKAH aku menulis koment di blog ini dan apakah kalian bisa memberi koment atau argument yang lebih baik, dan dapat menunjukkan bahwa kalian adalah komunitas yang pantas diperhitungkan dan tidak layak diberi stigma yang kurang baik, apapun kesalahan yang pernah kalian lakukan (tentunya bagi pihak yang berpendapat bahwa apa yang kalian lakukan adalah sebuah kesalahan)

Anonim mengatakan...

aku gak pernah ingin menjatuhkan kalian di depan orang lain, namun terkadang aku kehilangan alasan untuk membela kalian di depan orang lain
contohnya, kalian selalu mengkritik tentang black campaign di mana poster2 tentang narkoba isinya hanya menakut2i saja dan kalian merasa hal itu tidak obyektif, yang aku tanyakan apakah kalian pernah punya ide untuk mengimbangi poster2 yang kalian anggap black campaign itu?
bukankah komunitas kalian memakai narkoba untuk mencari tingkat kreativitas yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak menggunakan narkoba
jika kalian bisa menunjukkan bahwa hasil karya kalian lebih baik dari hasil karya orang lain, dan kalian mendapat dukungan dari pihak2 lain, aku rasa tidak ada pihak lain yang berani meremehkan kalian dan menganggap kalian komunitas yang harus dijauhi karena terbukti bahwa efek narkoba tidak hanya membawa dampak buruk semata
maaf jika pendapatku salah, hanya aja aku ingin masing2 dari kalian bisa menentukan nasib kalian sendiri, jika memang penggunaan narkoba kalian anggap yang terbaik bagi kalian, mengapa kalian lantas memekasa pemerintah untuk membangun pusat rehabilitasi yang baru, bukankah semua pemakai narkoba ingin seumur hidupnya menggunakan narkoba
masih ingat kan enaknya pake narkoba, lalu mengapa merasa diri sebagai korban narkoba, bukankah masuk ke dalam dunia narkoba adalah pilihan hidup kalian dan kalian memutuskan hal itu dengan pikiran yang waras, tidak seperti aku yang memutuskan masuk ke dunia narkoba dengan pikiran yang sama sekali tidak waras hanya karena seseorang

Anonim mengatakan...

jika koment2ku di atas bisa membuat aku dipenjara, tolong dihapus ya admin, atau mau ditertawakan juga tidak apa2 koq
namun yang jelas aku tidak mau dipenjara, jika satu2nya cara yang harus aku lakukan adalah berhenti koment di blog ini, ya aku akan menuruti, apa sih yang gak aku lakukan buat kalian

hanya aja apa kalian pernah tahu pendapat orang di luar kalian tentang komunitas kalian, atau memang kalian tidak peduli, atau kalian memang ingin berubah namun tidak tahu caranya berubah
aku aja yang bukan salah satu dari kalian, merasa kupingku panas jika mendengar opini tentang komunitas kalian
tapi aku gak peduli koq, dan aku akan mencoba untuk tetap gak peduli, dan akan selalu menanamkan pada orang lain agar tidak pernah peduli pada kalian

Anonim mengatakan...

aku kehabisan waktu, tidak ada jawaban dari kalian

aku putuskan tidak akan datang lagi ke blog ini
namun aku tetap tidak akan keluar dari komunitas kalian, salah satu dari kalian telah memberi aku hidup,dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti kalian
maksud awal aku mencari masalah dengan kalian adalah agar kalian bisa belajar membela diri kalian sendiri secara diplomatis dan agar kalian tidak selalu dihina oleh orang lain, apalagi dimusnahkan oleh orang lain
namun kalian hanya bisa memberi koment yang semakin menunjukkan bahwa kalian memang tidak bisa dan tidak mampu memperjuangkan hak kalian, apalagi hidup kalian

aku juga bingung sebenarnya, kalian tidak mau menerima kehadiranku, namun juga tidak mau dengan resmi mengusirku, jadi semuanya sekarang ada di tanganku
aku juga tidak ingin mencampuri kehidupan kalian karena kayaknya ku hanya bisa menyiksa kalian dengan semua statement2ku
sekali lagi maafkan aku

Anonim mengatakan...

demi keamanan kalian, silahkan hapus koment2 yang gak penting di atas, karena ip addres, email, dan apapun yang ada di dunia maya dapat dimanipulasi oleh pihak2 lain, banyak hacker dan cracker yang mungkin tidak kalian ketahui dan tidak kalian bayangkan apa yang bisa dilakukan mereka di dunia maya

aku harap, pada hari2 penting, misalnya tahun baru nanti, tolong habiskanlah waktu2 spesial itu bersama orang2 yang kalian sayangi karena kalian tidak tahu kapan waktu akan berakhir
tolong pahamilah, aku sama sekali tidak bermaksud menyebar isu, fitnah maupun teror, aku hanya mencoba mengingatkan aja, kalian percaya silahkan, tidak percaya jg tdk apa, tidak ada ruginya buat aku, sama sekali tidak ada

yang masih aku percayai, kekuatan cinta dari orang2 yang kalian sayangi dan menyayangi kalian akan dapat mengalahkan kekuatan terdahsyat apapun di jagad raya ini, termasuk kekuatan reaksi inti nuklir di dalam matahari

maaf jika usahaku selama ini gagal, namun aku akan tetap berusaha semaksimalku dan akan tetap melakukan apa yang masih bisa aku lakukan
percayalah pada diri kalian sendiri jika kalian memang tidak pernah percaya pada Tuhan
see you...
semua ini, semua idealisme ini aku dapatkan dari HIMKA, satu2nya organisasi yang telah membentuk watak dan kepribadianku selama ini

AC Merapi mengatakan...

kalo capek nulis ga usah nulis, kalo capek ngrespon ga usah respon, kalo capek berbuat ga usah berbuat, kalo capek peduli ga usah peduli....bla bla bla...

Capek dech....

Posting Komentar