TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Harlay Jefri Piet Da Costa, warga RT 012/RW 04, Kelurahan Bakunase, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, mempraperadilankan Kapolda NTT karena dianggap keliru menangkapnya dengan sangkaan terlibat kasus kepemilikan narkoba.

Johanis D Rihi, S.H selaku kuasa hukum Da Costa, menjelaskan hal tersebut kepada wartawan usai mendaftarkan gugatan praperadilankan Kapolda NTT di PN Kupang.

Johanis D Rihi mengatakan, ada kekeliruan yang dilakukan penyidik Dit Narkoba Polda NTT dalam menahan Da Costa. Sesuai pasal 19 ayat (1) KUHP, penangkapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 KUHP dapat dilakukan paling lama 1 x 24 jam. "Namun penyidik menahan Da Costa selama 3 x 24 jam," kata Johanis Rihi.

Dia menjelaskan, menurut ketentuan pasal 75 huruf g dan pasal 76 ayat (1) dan ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, penangkapan dengan lama waktu 3 x 24 jam dan dapat diperpanjang paling lama 3 x 24 jam hanya diberikan kewenangan kepada penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN)). "Penyidik kepolisian hanya memiliki kewenangan 1 x 24 jam, tetapi faktanya mereka menangkap dan menahan selama 3 x 24 jam terhadap Da Costa," tegas Johanis Rihi.

Dijelaskannya, Da Costa ditangkap aparat kepolisian dari Dit Narkoba Polda NTT tanggal 11 Juni 2010. Pihak kepolisian lalu menetapkan status tangkapan terhadap Da Costa sejak tanggal 11-14 Juni 2010, karena disangka terlibat kasus narkoba. "Dengan demikian penangkapan terhadap pemohon selama tiga hari adalah tidak sah," ujarnya.

(Sumber:http://www.tribunnews.com/2010/07/31/kapolda-ntt-dipraperadilankan)

0 comments :

Posting Komentar