Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Senin, menghentikan paksa pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas) narkoba yang telah berlangsung di samping Lapas Kelas I Madiun, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur.

Penghentian paksa tersebut dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat dengan memasang pelang kayu yang bertuliskan "Bangunan Ini Belum Memiliki IMB, Melanggar Perda Kota Madiun Nomor 14/2001 tentang Restribusi Izin Mendirikan Bangunan".


"Pemkot Madiun akan terus melakukan penolakan terhadap rencana Kementerian Hukum dan HAM (Kemnhum dan HAM) untuk membangun lapas narkoba di Kota Madiun. Dengan pemasangan pelang tersebut, diharapkan segala aktivitas pembangunan di lokasi tersebut berhenti," ujar Wali Kota Madiun Bambang Irianto, kepada wartawan.

Menurut Wali Kota Madiun, alasan lain penolakan pembangunan lapas narkoba adalah belum adanya izin mendirikan bangunan (IMB) dan surat permohonan atau pemberitahuan pembangunan ke Pemkot Madiun oleh pihak terkait, seperti Lapas Madiun, Kanwil Hukum dan HAM Jatim, hingga Kemenhum dan HAM.

Sebelumnya, pihak Pemkot Madiun juga sudah pernah membahas masalah ini dengan pilak Lapas Klas I Madiun, namun belum ada jalan keluarnya.

"Saya juga sudah pernah mengajukan surat keberatan ke Presiden RI, Menko Polkam, Menhum dan HAM, Kanwil Hukum dan HAM Jatim, Gubernur Jatim, kepolisian dan pimpinan lapas setempat di Madiun, namun tidak ada tanggapan hingga kini," kata Bambang.

Belum adanya tanggapan dari pemerintah pusat tersebut, diartikan oleh Bambang Irianto sebagai tanda bahwa aksi penolakannya mendapatkan "lampu hijau".

(Sumber: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/49340/pemkot-madiun-hentikan-paksa-pembangunan-lapas-narkoba)

0 comments :

Posting Komentar