Lunga ngalor nang Sumenep, nggawaa semangka lan kates

Merga ana sing ketangkep, anggota dewan urine dites


Penangkapan salah seorang staf PNS di Sekretariat DPRD Kota Surabaya karena diduga menggunakan sabu-sabu, berbuntut. Kalangan dewan tak hanya sedih lantaran di dalam lembaga wakil rakyat itu bisa ‘kebobolan’ kasus narkoba, tapi mereka juga harus menjalani tes urine.


Tes urine itu dilakukan untuk mencegah agar kasus narkoba di dalam gedung wakil rakyat tak terulang. Tes ini akan diberlakukan bagi seluruh karyawan sekretariat dewan dan 50 anggota dewan sendiri. “Saya mendukung usulan tes urine bagi seluruah anggota dewan. Ini demi untuk menjaga kewibawaan agar citra DPRD tidak hancur gara-gara anggapan bahwa ada penggunaan narkoba di gedung ini,” ujar wakil ketua Komisi A, Alfan Khusaeri.

Pencegahan lainnya, kata Sekretaris Fraksi PKS ini, seluruh pihak diharapkan melakukan kontrol dan evaluasi terhadap masing-masing jajarannya. Selain itu, penegakan sanksi juga perlu dilakukan. Artinya, sanksi apa bagi PNS atau anggota dewan yang terlibat narkoba. “Kami minta sanksinya yang tegas, kalau perlu dipecat atau diganti dengan yang lain melalui pergantian antar waktu (PAW).

Erick Tahalele, yang juga anggota Komisi A DPRD Surabaya menyatakan setuju saja diadakan tes urine bagi anggota dewan. Harapannya, agar dewan tetap bersih dari pangaruh narkoba. “Kami setuju tes urine itu biar nama anggota dewan ini tidak kecatut,” ungkapnya. pur

(Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=eb106695cc6be23b5f9f646780d5fb23&jenis=17e62166fc8586dfa4d1bc0e1742c08b)

0 comments :

Posting Komentar