Surabaya, Lensa Indonesia - Seluruh pegawai di Sekwan DPRD, Selasa (14/12/2010) menjalani tes urine. Hal ini untuk mengetahui apakah masih ada pegawai di lingkungan itu yang mengkonsumsi narkoba. Ini menyusul ditangkapnya PNS Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Surabaya yang tersangkut kasus narkoba
Pelaksanaan tes urine itu terbilang mendadak, hanya selang satu hari pascapenangkapan PNS di Sekwan DPRD, langsung digelar. Surat perintah pelaksanaan tes urine itu juga mendadak. Surat dari Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya, tiba di DPRD Surabaya, kemarin pagi.


Sebanyak 63 pegawai, baik PNS maupun tenaga kontrak, kemarin pagi mengikuti tes urine yang digelar BKD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Plt Sekretaris Dewan Hari Sulistyawati membenarkan jika Senin pagi digelar tes urine. “Kita mendapat surat dari BKD tadi pagi dan langsung digelar tes urine,” ujar Hari.
Sementara Kepala BKD Yayuk Eko Agustin menegaskan, pelaksanaan tes urine memang sengaja dilakukan mendadak. Hal ini untuk mencari tahu apakah masih ada PNS di Sekwan DPRD Surabaya yang mengkonsumsi narkoba. Yayuk juga mengatakan, jika dari hasil tes urine ditemukan ada PNS yang menggunakan narkoba, maka akan diberi sanksi tegas. “Pelaksanaannya mendadak, ini untuk menghindari agar tidak ada PNS yang siap dalam menghadapi tes tersebut,” ujar Yayuk.
Sementara, Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana menyetujui adanya tes urine tersebut. Bahkan, Wishnu menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Surabaya untuk menindaklanjuti temuan kepolisian tersebut. “Kalau memang terbukti mengkonsumsi narkoba, kita serahkan sepenuhnya pemberian sanksi itu kepada pemkot. Kalau memang ada aturan tegas terkait PNS yang mengkonsumsi narkoba, maka bisa saja PNS itu diberhentikan. Tapi semua itu masih menunggu hasil penyelidikan,” kata Wishnu.
Disinggung soal adanya ‘nyanyian’ PNS Sekwan yang tersangkut narkoba jika dirinya juga menyuplai barang haram tersebut ke anggota DPRD? Wishnu meminta agar semua pihak tetap menyerahkan kasus itu ke kepolisian. “Kalau ada anggota yang terlibat, silahkan pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dan kalau terbukti, maka kita akan minta kepada partai dari anggota itu untuk segera melakukan Pergantian Antar Waktu atas anggotanya yang memakai narkoba,” tandas Wishnu.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Ahmad Suyanto menyetujui jika ada tes urine untuk anggota DPRD Surabaya. “Itu sangat perlu, nggak masalah kalau tes urine juga dilakukan kepada anggota DPRD. Itu untuk membuktikan apakah benar ada anggota DPRD Surabaya yang mengkonsumsi narkoba,” ujar Suyanto. (win)

(Sumber:http://www.lensaindonesia.com/view.php?ID=1511)

0 comments :

Posting Komentar