Surabaya - USAID (United States Agency for International Development) mendanai program penanganan HIV/AIDS untuk pekerja seks komersil (PSK), pengguna narkoba suntik (penasun), gay, dan waria di Jatim.

"USAID meluncurkan program SUM (Scaling up the HIV Response among Most-at Risk Populations) untuk delapan provinsi dengan tiga provinsi mendapat dana paling besar yakni Jakarta, Papua, dan Jatim," kata 'USAID Contractor' Dr James Sinaga MPH kepada ANTARA di Surabaya, Selasa.

Di sela-sela peluncuran program SUM yang dihadiri "Public Affairs Officer" Konjen AS di Surabaya, Emily Yasmin Norris, ia mengatakan dukungan USAID untuk penanganan HIV/AIDS di Indonesia sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 1993.

"Bedanya, program yang kali ini disebut SUM itu memiliki dua keunggulan yakni diprogramkan langsung kelompok risiko tinggi (PSK, penasun, gay, waria) dan penguatan kinerja LSM yang memiliki program langsung itu," katanya.

Menurut dia, program SUM yang didukung Wagub Jatim H Saifullah Yusuf itu memiliki sasaran kelompok risiko tinggi untuk meningkatkan cakupan pencegahan HIV/AIDS dan akses perawatan korban HIV/AIDS dengan fokus pada Surabaya, Kota Malang, dan Kabupaten Malang.

"Kami berharap program SUM akan dapat mengurangi dan menghambat perkembangan HIV/AIDS karena gejalanya diketahui sejak dini dan kelompok berisiko tinggi mau memeriksakan diri tanpa terkendala stigma HIV/AIDS," katanya.

Selain itu, katanya, kalangan LSM juga dibekali sejumlah keahlian teknis, di antaranya pengembangan proposal, pengembangan jaringan pemangku kepentingan HIV/AIDS dari kalangan pemerintah dan swasta, manajemen keuangan yang efektif, serta pembentukan jaringan LSM-pemerintah-swasta.

"Jadi, program SUM juga akan menguatkan kinerja LSM yang menangani program langsung itu agar upaya penanggulangan HIV/AIDS dapat berkesinambungan setelah program SUM berakhir, sehingga upaya penanggulangan HIV/AIDS pun akan efektif," katanya.

Senada dengan itu, Emily Yasmin Norris dari Konjen AS di Surabaya mengatakan program SUM adalah bentuk dukungan dan kerja sama pemerintah Indonesia dan Amerika dalam upaya penanggulangan HIV di Indonesia yang dimulai 2010 hingga 2015.

"Dalam pelaksanaannya, Program SUM bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS, Kementerian Kesehatan, kementerian terkait di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota, serta LSM penerima bantuan Global Fund AIDS, sehingga upaya penanganan HIV/AIDS dapat diperluas," katanya.

Ia menambahkan upaya yang berkesinambungan melalui penguatan kinerja LSM dan program yang langsung fokus pada kelompok risiko tinggi itu diharapkan akan merevisi data Kementerian Kesehatan pada tahun 2007.

Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2007 mencatat prevalensi HIV/AIDS mencapai 52,4 persen di kalangan penasun, waria 24,4 persen, WPS 10,4 persen, dan LSL 5,25 persen dengan usia 15-49 tahun.

(Sumber: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/51189/usaid-danai-program-aids-untuk-pskpenasun-di-jatim)

0 comments :

Posting Komentar