Bripka Hananto Juli Prasetyo tidak kuasa menahan lelehan airmatanya saat dirinya memberikan keterangan sebagai terdakwa dalam perkara kepemilikan narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dengan mata berkaca-kaca dan suara parau dalam keterangannya kemarin, bintara Polisi ini menolak seluruh berita cara pemeriksaan (BAP) di kepolisian. ”Tidak benar pak hakim, saya menendatangani karena dijanjikan akan dibantu perkara saya ini,” ucap Hannato dengan suara berat.


Menurutnya, saat diperiksa di kepolisian Agustus tahun lalu, penyidik menjanjikan membantu perkaranya. Hananto diminta untuk mencari hasil tes darah yang menyatakan Hananto positif sebagai pemakai narkoba.

Hananto juga membantah dirinya menyimpan seperempat ineks yang ditemukan dirumahnya saat dilakukan penggeledahan dan dua buah bong yang ditemukan di dalam lemari pakaian di rumahnya di kawasan Wiyung. ”Saya tidak tahu barang-barang itu dari mana, itu bukan milik saya,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat polisi menggeledah rumahnya, terdakwa tidak berada di tempat. Sebagai anggota samapta dia tengah diminta kesatuannya menjaga unjuk rasa di kompleks Tugu Pahlawan.

Hannato juga beralasan meski telah dilakukan penggeledahan dirumahnya ia tidak segera ditangkap. Baru dua hari setelah itu ia ditangkap dan dites urine yang hasilnya negative. ”Semua hasil tes urine dan darah negative,” ucapnya.

Namun Hananto mengakui bahwa saat bertugas sebagai reserse narkoba di Polres Surabaya Selatan, dia pernah tersandung kasus narkoba. Namun, dia mengaku sudah lama berhenti sebagai pecandu barang haram itu. Untuk memastikan hal tersebut, dia juga mengecek darah di klinik Pusura Surabaya. ”Istri saya juga meminta saya pindah kesatuan samapta agar sering bertemu keluarga,” jelasnya.

Namun pengakuan Hananto tak begitu saja dipercaya oleh majelis hakim. Belman Tambunan mempertanyakan apabila BAP yang dibuat penyidik tak sesuai dengan pengakuannya, mengapa Hananto membubuhkan tanda tangan.

”Saudara terdakwa paham arti tanda tangan. Rasanya janggal, kalau anda mengingkari BAP, tapi anda meneken semua BAP. anda ini kan polisi masa tidak tahu,” tanya Belman.

Lagi-lagi Hananto beralasan percaya dengan sesama anggota korpsnya karena dijanjikan akan dibantu. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda tuntutan jaksa. nbd

(Sumber:http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b8129829622c3fbf55f24e59d7d59d1b131e5de23c)

0 comments :

Posting Komentar