KOPI, PATI. Polri, demi menjaga pencitraan kepolisian di mata masyarakat dan tegaknya hukum di wilayah Indonesia. Serta ujian awal dari Komjen Timur Pradopo untuk pembenahan anggotanya di tubuh POLRI, Wartawan Indonesia News dan PPWI Jateng mendapatkan informasi mengenai kasus narkoba yang dilator-belakangi cara-cara yang kurang etis. Sumaryono adalah tersangka sekaligus korban kasus narkoba yang diduga direkayasa oleh oknum sat-narkoba Polres Pati bekerja sama dengan wanita yang bernama Ana.

Saat jurnalis Indonesia News dan PPWI Jateng mendatangi LP Pati, dan mengklarifikasi, Sumaryono membenarkan hal tersebut. Dan mengatakan bahwa dia merasa tidak pernah terlibat dan tahu-mengenai narkoba yang disangkakan kepadanya. Dia hanya mengetahui dan mengenal wanita yang bernama Ana.


Saat pulang dari LP Pati Indonesia News menemui PENSIUNAN satuan narkoba, yang sudah 1 tahun pension. Menceritakan serta memberikan penjelasan panjang lebar mengenai perilaku dan cara-cara untuk menjebak supaya bisa jadi TSK. Bapak berinisial S itu sudah lama mengetahui perbuatan oknum K. Dan mengatakan bahwa oknum dari satuan narkoba yang juga berinisial K diragukan dan beberapa kali menjebak orang yang dirasa bisa dijadikan TSK.

Dia mengatakan, "Wah, nak wong iku yo bener, aku tahu 1 team karo dekne, kerjano yo koyo ngono. Nak iso didadekno duwit yo wis ilang kasuse. Nak K kuwi kerjane mung iso REKAYASA. Perlu diragukan nak K sing nangkep," (Wah kalau orang itu ya benar adanya, saya pernah 1 team dengan dia .kerjanya ya seperti itu, kalau bisa dijadikan uang ya sudah hilang kasusnya. Kalau K itu kerjanya hanya bisa REKAYASA. Perlu diragukan kalau K yang nangkap - re). Bapak S pun mengatakan kalau K 2 tahun lagi pensiun. Dahulu, untuk mengejar prestasi, dia suka merekayasa kasus. Baik di Reskrim maupun di Sat Narkoba.

Dengan banyaknya keterangan yang didapat, akhirnya PPWI Jateng bersama anggota LPPNRI yang bernama H. Suyanto dan Bapak Ghofur (anggota TNI) menemui salah satu saksi kunci wanita yang bernama Ana, asal Tayu. Dengan membawa rekaman suara dan gambar, yang tanpa sepengetahuan wanita tersebut, PPWI Jateng mengklarifikasi Ana (saksi kunci).

Ketika Ana diwawancarai di sebuah warung makan di Jln Supriyadi Pati, Ana mengaku kalau dirinya diperalat oleh oknum satuan Narkoba. Dan barang berupa sabu-sabu yang dikasihkan Sumaryono melalui seorang laki-laki itu benar-benar atas perintah Ana. Namun Ana menjelaskan kalau barang tersebut didapat dari OKNUM satuan narkoba Polres Pati. Pengakuan ana tersebut direkam dan rekamannya di bawa oleh H. Suyanto anggota LPPNRI DPK Pati beserta temannya Ghopur. Dari hasil foto dan keterangan yang diperoleh, PPWI Jateng memberikan surat klarifikasi ke Polres Pati dengan tembusan:

1. Kapolri di Jakarta

2. Menteri Hukum & HAM di Jakarta

3. Komnas Ham di Jakarta

4 Kompolnas di Jakarta

5. Kejaksaan Agung di Jakarta

6. DPN PPWI di Jakarta

7. Kapolda Jawa Tengah

8. Pengadilan Tinggi di semarang

9. Kejaksaan Tinggi di Semarang

10. Pengadilan Negeri Pati

11. Kejaksaan Negeri pati

12. Arsip

Hingga berita ini diturunkan, belum ada balasan klarifikasi dari Sat narkoba Polres Pati kepada PPWI Jateng. Dan hal tersebut dibenarkan oleh Ketua PPWI Jateng. “Mungkin belum sempat membalas, kesibukan mereka kan banyak," kata Ketua, Bambang Nurhayadi.

(Sumber: http://www.pewarta-indonesia.com/berita/hukum/3859-oknum-sat-narkoba-polres-pati-diduga-rekayasa-kasus-.html)

0 comments :

Posting Komentar