SURABAYA - Kepala Rutan Medaeng, Surabaya, Abdul Wahid membenarkan kabar tentang hasil tes urine dua anak buahnya positif narkoba. “Semua orang kaget, tidak menyangka kalau mereka yang terindikasi. Malah yang kami curigai tidak terindikasi,” akunya saat dihubungi, Sabtu (19/3/2011).

Terlepas dari itu, Wahid meminta agar dua petugasnya ini tidak dihakimi dahulu karena masih perlu dilakukan klarifikasi untuk memastikan apakah benar memakai narkoba atau hanya mengonsumsi obat batuk seperti pengakuan mereka.


Untuk itu, lanjutnya, perlu dilakuakn tes ulang yang lebih komprehensif, bahkan kalau perlu di tes darah. “Bisa saja nanti dilakukan tes darah, karena tes darah ini bisa mendeteksi permakaian yang sudah lama hampir satu bulan. Kalau tes urine kan hanya tiga hari,” terangnya.

Wahid juga perlu mengetahui pemakaian narkobanya, apakah di Rutan atau di luar untuk mengantisipasi hal ini tidak berkembang.

Pascaterungkapnya hasil tes ini, Wahid sudah mengambil langkah agar hal ini tidak berkembang misalnya dengan memberi pembinaan rutin ke petugasnya.

“Jangan sampai ke depan kami kecolongan lagi. Pokoknya kami sudah menyatakan perang untuk narkoba ini. Jadi petugasnya juga harus benar-benar bersih,” tukasnya.

Seperti diketahui, tes urine di Rutan Medaeng ini digelar mendadak. Sampel diambil secara acak terhadap 15 petugas dan 35 tahanan. Tes di rutan ini pertama kali di gelar selama tahun 2011 ini.

Pada 2010 lalu, BNP juga menggelar tes di sejumlah Rutan/Lapas. Hasilnya di Rutan Medaeng, Lapas Porong dan Madiun tidak ditemukan indikasi petugas maupun tahanan yang terindikasi narkoba.

Narkoba baru ditemukan di lima sampel yang diambil di Lapas Pamekasan dan dua sampel di Lapas Tulungagung.

Ditemui saat meninjau Rutan Medaeng Senin (14/3/2011) lalu, Kakanwil Kemenkumham Jatim Mashudi memastikan akan memecat petugasnya yang benar-benar menggunakan narkoba. (Surya/Musahadah)

(sumber:http://www.tribunnews.com/2011/03/19/2-pegawai-rutan-medaeng-positif-narkoba)

0 comments :

Posting Komentar